Uterus Adalah

Posted on

Uterus adalah salah satu organ di dalam tubuh yang juga bisa sahabat biologi sebut sebagai rahim. Nah, kebetulan sekali kali ini guru akan memberikan ulasan mengenai materi yang satu ini.

Ya, uterus.

Mulai dari pengertiannya, penjelasan mengenai uterus, struktur pendukungnya hingga fungsi apa saja yang dimiliki oleh organ yang satu ini. Karena sebagai salah satu organ yang sangat penting peranannya bagi manusia khususnya bagi kaum hawa.

Sahabat biologi pastinya juga wajib mengetahui seluk beluk dari organ yang juga disebut dengan rahim ini.

 

Pengertian Uterus ( Rahim )

 

Uterus juga biasa dikenal dengan sebutan rahim yang merupakan organ kompleks yang adalah bagian dari sistem reproduksi yang terdapat pada wanita dan terletak di bawah pusat lebih tepatnya berada di daerah pinggul.

Uterus sendiri biasanya memiliki panjang sekitar 7 hingga 7,5 cm, lebar 5 cm dan dengan ketebalan kira – kira 2,5 cm. Beratnya sendiri bisa mencapai 60 gram dengan ketebalan dinding sekitar 1,25 cm dan memiliki fungsi sebagai tempat hidup janin sebelum dilahirkan.

 

Struktur Dan Bagian-Bagian Uterus “Rahim”

Uterus sendiri sebagian besar terdiri dari oto sebagai komponen penyusunnya yang bisa melakukan relaksasi dan juga kontraksi sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan pada janin yang ada di sekitarnya.

Uterus sendiri dibagi menjadi beberapa bagian seperti:

1.) Fundus Uteri

Merupakan bagian atas dari uterus yang bentuknya mirip dengan kubah yang dibagian ini Tuba Fallopi akan masuk ke uterus di masa kehamilan, sementara itu tinggi dari uteri bisa membantu untuk memperkirakan usia kehamilan seseorang.

2.) Korpus Uteri

Bagian ini merupakan badan uterus yang paling besar dan utama, bentuknya sendiri seperti menyempit di bagian bawah dan berlanjut sebagai serviks.

Baca Juga :  Patofisiologi Adalah - Pengertian, Definisi, Perbedaan Dengan Pathogenesis

3.) Serviks Uteri

Bagian ini merupakan bagian penonjolan ke dalam vagina pada dinding depan uterus dan biasa disebut dengan serviks saja. Bagian ini juga terdiri dari dua bagian yakni: Pars vaginalis dan juga Pars supravaginalis.

4.) Endometrium

Bagian ini adalah lapisan selaput lendir yang disusun oleh jaringan epitel, kelenjar dan juga banyak sekali pembuluh darah. Maka dari itu bagian ini adalah lapisan yang memiliki peran penting dalam proses menstruasi atau haid.

5.) Myometrium

Bagian ini adalah lapisan otot yang disusun oleh kumpulan otot polos dan memiliki bentuk sirkuler melingkar pada bagian dalam lapisannya sedangkan pada bagian luar memiliki bentuk longitudinal. Myometrium sendiri merupakan bagian yang memiliki lapisan dinding paling tebal dari uterus dan memiliki fungsi dalam masa pertumbuhan dan perkembangan janin selama di dalam kandungan.

6.) Perimetrium

Bagian ini adalah lapisan paling luar dari uterus dan juga sering disebut dengan lapisan serosa yang merupakan membran berlapis ganda yang akan beranjut ke abdomen dan bisa juga disebut dengan peritoneum.

 

Fungsi Uterus “Rahim”

Setiap organ yang ada pada manusia tentunya memiliki fungsi yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia mau pun membantu untuk melakukan segala aktifitasnya.

Begitu pula denga uterus atau rahim yang memiliki peran penting dalam perkembang biakan manusia. Sehingga organ ini memiliki fungsi yang cukup penting bagia manusia. Apa saja fungsinya?

1.) Tempat Tumbuh dan Berkembangnya Janin

Fungsi utama dari uterus yang ada pada sahabat biologi khususnya perempuan, adalah sebagai tempat tumbuh serta berkembangnya sebuah janin. Pada saat pembuahan di antara sperma dan juga ovum terjadi, maka proses ini akan menghasilkan sebuah janin yang butuh tempat berlindung.

Nah, tempat berlindungnya tentu ada di uterus atau rahim. Di sini jani tidak hanya berlindung, namun juga berkembang hingga akhirnya janin menjadi besar dan siap untuk dilahirkan.

Janin sendiri akan dapat berkembang jika kondisi uterus atau rahim berada pada kondisi yang sehat dan dapat mendukung perkembangan dari janin.

Baca Juga :  Jaringan Ikat – Ciri Ciri, Letak, Jenis dan Fungsi Beserta Gambar

2.) Penahan Ovum yang Sudah Dibuahi

Pada saat wanita mengalami menstruasi atau haid, maka sel telur atau disebut dengan ovum akan dikeluarkan. Sebab sel telur ini sudah rusak karena tidak dibuahi. Akan tetapi jika sel ini berhasil dibuahi oleh sperma laki laki. Maka ovum harus dipertahankan di dalam uterus atau rahim agar berkembang menjadi janin.

Inilah fungsi uterus yang disebut sebagai penahan ovum atau sel telur yang sudah dibuahi. Ovum ini pun akan disalurkan oleh tuba uterine untuk menuju ke rahim atau uterus.

3.) Saluran Gamet atau Spermatozoa

Pada saat proses pembuahan sedang berlangsung maka sel gamet jantan dan sel gamet betina akan saling bertemu. Yang mana pada saat pembuahan sedang berlangsung spermatozoa ini akan diubah untuk menjadi benih.

Benih ini sendiri berasal dari sel sperma yang bertugas untuk membuahi sel telur dengan cara melewati rahim atau uterus.

Jadilah fungsi dari uterus disebut juga sebagai saluran gamet atau spermatozoa yang sebelumnya saling bertemu kekita proses pembuahan sedang berlangsung.

4.) Pendorong Janin Keluar dan Plasenta

Ketika proses melahirkan atau persalinan sedangberlangsung, yang mana proses ini dilakukan untuk mengeluarkan janin yang sudah berubah menjadi bayi dari rahim. Proses ini pun merupakan salah satu proses yang sangat sulit dan rumit dilakukan.

Di sini peran uterus atau rahim tidak hanya mengeluarkan janin namun juga mendorong keluar plasenta yang ada di dalam tubuh wanita. Hal ini bertujuan agar plasenta memudahkan janin keluar dari rahim.

Secara teknis wanita sendiri biasanya akan mengalami kesulitan untuk mengeluarkan plasenta yang ada di dalam tubuhnya. Namun pada saat melahirkan, maka plasenta dan beberapa jaringan lainnya akan keluar dan proses ini disebut sebagai persalinan tahap ketiga.

5.) Pengendali Pendarahan

Uterus akan mengalami pendarahaan yang terjadi secara terus menerus dan proses ini disebut dengan haid. Di saat mengalami haid ini, otot yang ada pada uterus akan mengalami sebuah kontraksi. Kontaksi inilah yang mengendalikan proses pendarahaan.

Keluarnya darah haid tidak hanya diatur oleh uterus saja namun juga berkaita dengan hormon anti-diretik. Hormon ini sendiri memiliki memiliki keterkaitan dengan masa menstruasi wanita.

Baca Juga :  Bentuk Muka Bumi - Penjelasan Terlengkapnya

6.) Tempat Berlindung dan Pemberi Nutrisi Janin

Uterus juga diketahui berfungsi sebagai tempat berlindungnya nutrisi yang akan diberikan pada janin agar janin dapat berkembang di dalam rahim. Janin sendiri tidak hanya harus dilindungi keberadaannya agar dapat bertahan dan berkembang hingga menjadi bayi yang dapat dilahirkan.

Namun agar janin dapat berkembang, mereka juga harus diberikan asupan nutrisi. Seperti manusia yang butuh makan, janin pun harus memakan nutrisi yang juga disimpan di dalam uterus.

Janin sendiri akan terus berada di dalam uterus hingga akhirnya memasuki masa maturitas. Masa ini merupakan sebuah masa yang mana saat itu janin sudah mengalami periode pematangan dan pertumbuhan.

7.) Tempat Implantasi

Proses implantasi akan terjadi di awal masa periode kehamilan, proses ini sendiri biasa disebut sebagai masa saat ovum yang sudah dibuahi oleh sperma laki-laki keluar dari leher rahim. Proses ini pun akan membuat darah juga ikut keluar dari rahim dan menuju ke vagina.

Ciri Ciri Rahim yang Sehat

Uterus atau rahim harus dijaga sebab organ ini sangat penting bagi wanita, selain mendukung proses reproduksi. Rahim juga harus selalu sehat, sebab rahim yang tidak sehat akan menyebabkan berbagai macam masalah. Dan berikut ini adalah ciri-ciri rahim yang sehat :

1.) Mengalami siklus haid yang lancar dan normal.

2.) Mengalami keputihan namun terbilang masih normal.

3.) Nyeri haid yang normal.

 

Sudah tahu kan, jika uterus adalah organ yang juga bisa juga disebut dengan rahim? Semoga dengan penjelasan di atas bisa membuat kalian semua lebih mengerti apa itu uterus, mulai dari pengertian, struktur hingga fungsinya bagi tubuh manusia.

Artikel Lainnya: 

  1. Tumbuhan Porang
  2. Manfaat Energi Matahari – Bagi Hewan, Tumbuhan Dan Manusia
  3. Bagian Mata Beserta Fungsinya