Tanah Alluvial Ciri-ciri, Jenis dan Penjelasan Terlengkap

Posted on

Tanah Alluvial Ciri-ciri, Jenis dan Penjelasan Terlengkap

Tanah Aluvial merupakan jenis tanah yang terbentuk dari adanyak endapan, baik endapan di sungai maupun danau. Sungai dan danau tersebut berada di dataran rendah, sehingga membentuk cekungan. Cekungan tersebut dijadikan tempat endapan tanah. Endapan tanah yang ada di sungai dan danau banyak dimanfaatkan untuk lahan pertanian, karena kesuburan dan banyak mengandung unsur hara.

Jenis tanah ini memiliki sifat dan karakter yang bergantung pada bahan pembentuk endapan. Tanah ini sendiri biasanya mempunyai tekstur tanah yang kasar dan halus. Tanah endapan yang berada di pinggiran sungai atau pun danau yang mempunyai tekstur yang halus. Berbeda dengan tanah endapan aliran sungai yang memiliki teknik yang kasar. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya lapukan batuan yang terbawa aliran sungai.

Tanah yang berasal dari beberapa endapan material yang ada di sungai ini memiliki ciri-ciri yang bisa dibedakan dengan tanah yang lainnya.

  • Memiliki warna coklat dan agak kelabu, tergantung pada lokasi endapan.
  • Kandungan mineralnya cukup banyak karena jenis tanah ini tergolong ke dalam tanah muda yang mudah menyerap air.
  • Bentuk tanah alluvial menyerupai tanah liat.
  • Memiliki ph tanah yang cukup rendah dengan rata-rata di bawah 6.
  • Tanah alluvial juga mengandung posfor dan kalium cukup rendah jika berada di lokasi yang memiliki curah hujan rendah.

Sektor pertanian sangat diuntungkan dengan adanya tanah alluvial. Tanah yang mengandung unsur hara cukup banyak ini mudah diolah sehingga menghemat biaya produksi. Ditambah kandungan air yang cukup banyak menjadikan tanah ini memiliki cadangan air sangat diperlukan tanaman.

Baca Juga :  Fungsi Bunga Pada Tumbuhan

Manfaat dari tanah alluvial jelas menguntungkan petani, berikut penjelasannya:

  1. Mempermudah Proses Irigasi

Petani lebih mudah dalam proses irigasi karena tanah ini berada di endapan sungai. Kelancaran irigasi mempengaruhi hasil pertanian saat dipanen nanti. Semakin banyak hasilnya, berarti petani semakin untung.

  1. Cocok Untuk Dijadikan Lahan Pertanian

Tanah ini termasuk tanah muda, itu artinya masih mengandung zat hara yang cukup banyak. Kandungan zat hara bermanfaat bagi tumbuh kembang tanaman dan menyuburkan tanah itu sendiri.

  1. Mampu Menyimpan Cadangan Air

Tanah ini tak hanya dianggap sebagai tanah yang paling muda atau tergolong merupakan jenis tanah yang muda karena terjadi endapan pasir dan juga endapan lumpur sehingga membuat tanah ini mempunyai manfaat yakni dapat menyimpan cadangan air di dalam tanah sehingga bisa digunakan untuk menyimpan air yang digunakan sebagai manfaat pada saat musim kemaru, karena sifat tanah alluvial ini yang mudah menyerap air biasanya sangat bisa dimanfaatkan oleh akar untuk mengambil sebanyak-banyaknya air yang bisa digunakan sebagai cadangan kehidupan di dalam proses tumbuhnya tanaman tersebut. Tanah ini juga disebut dengan tanah yang cocok untuk lahan pertanian selain tanah ini bisa digunakan untuk membantu irigasi sehingga para petani tak perlu khawatir ketika tanah kekurangan air.

  1. Petani Lebih Mudah Menggarapnya

Kemudahan petani untuk menggarap tanah alluvial tidak terlepas dari karakteristik tanahnya yang mampu menyerap air. Kandungan air yang berada di dalamnya membuat tanah ini cukup empuk. Petani menganggap tanah alluvial bisa digarap dengan mudah dan cepat.

  1. Baik Untuk Ditanami Berbagai Jenis Tanaman Pertanian

Sudah dijelaskan secara berulang kali bahwa jenis tanah ini sangat cocok untuk untuk dimanfaatkan oleh para petani karena tanah ini sangat baik jika digunakan sebagai lahan pertanian mereka, jenis tanah ini dianggap memiliki kandungan yang memang memiliki banyak sekali manfaat yang dibutuhkan untuk bidang pertanian, tidak hanya itu saja, kandungan kandungan yang terdapat pada tanah ini tentunya bisa membantu tumbuhan atau pun tanaman di dalam tanah ini agar menjadi lebih mudah untuk dirawat atau digarap. Tanah ini sangat cocok sekali digunakan untuk ditanami berbagai jenis tanaman pertanian.

  1. Dapat Dijadikan Sebagai Lahan Untuk Menanam Palawija
Baca Juga :  Fungsi Epidermis - Epidermis Atas, Epidermis Pada Kulit Dan Epidermis Pada Akar

Selain bisa digunakan sebagai lahan pertanian tanah ini pun juga mempunyai banyak manfaat yang bisa digunakan sebagai lahan untuk menanam palawija sehingga bagi para petani yang ingin menanam palawija bisa memanfaatkan tanah ini sebagai lahan untuk menanamnya.

 

Sebagai informasi tambahan, tanah alluvial banyak dipengaruhi oleh pergerakan air. Air yang bergerak dari dataran tinggi, semula sangat sedikit dan akan semakin banyak berkumpul di daerah lereng dan lembah. Pada tempat yang datar, arus akan melemah dan terjadilah proses pengendapan unsur-unsur. Tingkat kesuburan tanah bervariasi sesuai kandungan bahan organik yang dibawa oleh arus air dan bahan induknya. Tanah alluvial memiliki kadar ph yang sangat rendah, yakni kurang dari 4.

Tanah alluvial juga akan semakin halus butirannya ketika semakin jauh dari sumber tanahnya. Tekstur yang diendapkan pada tempat dan waktu yang sama akan lebih seragam.

Itulah ulasan mengenai tanah alluvial ciri-ciri, jenis dan manfaatnya. Semoga artikel ini bisa menjadi informasi yang bermanfaat.

Artikel Lainnya :