Struktur Bunga, Fungsi Dan Gambarnya

Posted on

Ekosistem.co.id – Struktur bunga dapat dipelajari dengan mudah sebab bunga sendiri bisa ditemukan di sekliling kita. Dan dengan mempelajarinya, kita akan lebih mengenal bunga melalui struktrunya, serta fungsinya bagi tumbuhan.

 

Pengertian Bunga

Bunga merupakan sebuah alat yang digunakan oleh tumbuhan untuk melakukan proses perkembangbiakan secara generatif bagi tumbuhan berbiji tertutup. Di dalam bunga sendiri terdapat beberapa bagian yang memiliki fungsi khusus.

Bunga atau flos memiliki struktur reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga. Fungsinya adalah untuk memediasi fusi sperma atau gamet jamat dan ovula atau gamet betina yang digunakan untuk mereproduksi benih.

 

Anatomi Bunga

Pada tumbuhan tertentu di mana anteranya yang sudah matang, tetapi ketika anteranya belum membuka atau merekah sendiri. Maka membuat batas antara pasangan lokulus yang ada di tiap cupingnya akan menjadi rusak. Sehingga membuat anteratetrasporangiat hanya dapat memperlihatkan dua lokulus.

Pada benang sari dapat ditemukan benang pengangkut yang memiliki sifat amfikibral di sepanjang filament dan kemudian berakhir di konektifium.

Dinding artera sendiri terdiri dari beberapa lapisan sel yang adalah turunan dari sel parietal primer. Kecuali epidermis yang yang di dalam perkembangannya hanya membelah bidang antiklinal.

Lapisan yang paling penting disebut dengan endostesium yang letaknya berada di bawah epidermis dan teputum yang berbatasan dengan lokulus antera.  Sel di antara kedua lapisan tersebut bentuknya sering memipih. Hal ini dikarenakan sel ini tertekan lalu menjadi rusak.

Endostesium sendiri akan menebal dengan bentuk yang tidak rata, utamanya yang ada pada dinding radial dan juga tangensial dalam. Deferensial akan mengering ketika matang yang bertujuan agar memudahkan terjadinya retakan. Mau pun celah yang ada di antera untuk membebaskan serbuk sari.

Baca Juga :  Lapisan Matahari

Membukanya antera dimulai ketika celah mau pun stomata yang tidak berfungsi lagi. Sedangkan sel tavetum memiliki sifat sekretori yang isinya penuh dengan sitoplasma yang padat.

Isi dari sel rafetum ini pun akan diserap oleh butir serbuk sari yang telah berkembang di dalam lokulus. Dan membuat serbuk sari menjadi matang, kemudian tapetum pun akan meregenerasi.

Agar dapat membebaskan serbuk sari melalui celah atau stomium, maka tumbuhan yang memiliki pori akan diisi dengan lateral mau pun ujung cuping antera.

 

Struktur dan Bagian Bunga

Agar lebih mengetahui tentang struktur bunga, silahkan simak gambar yang ada di bawah ini :

 

Struktur Bunga Sempurna

1.) Kepala putik (stigma)

2.) Tangkaiputik (stilus)

3.) Tangkai sari (filament, bagiandaribenang sari)

4.) Sumbu bunga (axis)

5.) Artikulasi

6.) Tangkaibunga (pedicel)

7.) Kelenjar nektar

8.) Benang sari (stamen)

9.) Bakalbuah (ovum)

10.) Bakalbiji (ovulum)

11.) Serbuk sari (pollen)

12.) Kepala sari (anther)

13.) Perhiasanbunga (periantheum)

14.) Mahkotabunga (corolla)

15.) Kelopak bunga (calyx)

 

Baca Juga : Bagian Bagian Bunga

Bunga sendiri terdiri atas struktur sebagai berikut :

1.) Benang Sari

Bagian pertama adalah banang sari yang merupakan organ reproduksi bunga jantan dan tersusun atas tangkai sari, ujung tangkai sari hingga kepala putik.

2.) Tangkai Bunga

Tangkai bunga berada di bagian bawah bunga dan berfungsi sebagai penghubung antara tangkai bunga dan ranting.

3.) Dasar Bunga

Bunga dasar berada di atas tangkai bunga dan berada di bawah tangkai bunga, artinya dasar bunga berada di antara tangkai bunga dan bawah bunga. Fungsi dasar bunga adaah sebagai tempat mahkota bunga.

4.) Kelopak Bunga

Kelopak bunga berada di bagian luar bunga dan berfungsi sebagai pelindung mahkota bunga yang masih kuncup.

5.) Mahkota Bunga

Mahkota bunga memang memiliki warna yang bervariasi dan indah karena fungsinya adalah untuk memikat serangga yang membantu proses penyerbukan.

Baca Juga :  Ciri Ciri Khusus Tumbuhan – Habitat, Fungsi Diserta Gambar

6.) Daun Pelindung (Brachtea)

Daun pelindung menjadi tempat bunga untuk bertumbuh dan berkembang, serta sebagai pelindung bunga.

7.) Kepala Putik (Stigma)

Kepala putik juga biasa disebut dengan stigma dan berfungsi sebagai tempat masuk serta melekatnya polen yang didapatkan dari kepala sari.

8.) Tangkai Putik (Stilus)

Tangkai putik sering juga disebut dengan stilus dan berfungsi sebagai penyangga dari kepala putik.

9.) Bakal Buah (Ovarium)

Fungsi dari bakal buah adalah sebagai tempat meleburnya gamet jantan dan gamet betina yang menghasilkan bakal buah, pros ini disebut dengan pembuahan.

10.) Bakal Biji (Ovulum)

Bakal biji disebut juga sebagai ovulum dan merupakan tempat untuk membentuk bakal biji menjadi biji yang matang.

 

Fungsi Bunga

Fungsi utama Bunga adalah sebagai alat perkembangbiakan generatife. Perkembangbiakan generatife merupakan perkembangbiakan yang didahului pembuahan pada tumbuhan yang berbunga.

Pembuahan yang terjadi tersebut terjadi dengan didahului penyerbukan. Dan penyerbukan terjadi ketika serbuk sari jatuh ke kepala putik. Dan fungsi bunga yang adalah sebagai perhiasan.

Berikut ini adalah fungsi bunga dan penjelasannya secara lengkap.

 

Tiga Fungsi Dasar Bunga

1.) Bunga menjadi penyedia platform untuk sistem reproduksi seksual dari sebuah tanaman, andresium – jantan dan ginesium – betina.

Selain itu baik bunga yang memiliki satu rumah atau dua rumah dalam pembentukan sari bunga dan ovula diproduksi dengan proses meiosis.

2.) Bunga memiliki fungsi untuk menyediakan mekanisme untuk bisa menarik penyerbuk untuk dapat memfasilitasi penyerbukan atau kelopak bunga yang memilik satu rumah dan juga bunga yang memiliki rumah dua.

Bunga juga memberkan fungsi sebagai atrakan visual untuk banyak penyerbuk seperti burung, serangga dan binatang lainnya. Hal ini juga kadang-kadang ada kaitannya dengan aroma atau bau yang seperti nektar yang dihasilkan.

Dan menjadi umpan untuk bisa menarik serangga yang kemudian akan mentransfer serbuk sari yang di antaranya ada bunga-bunga dan memfasilitasi penyerbukan baik penyerbukan silang atau pun penyerbukan yang dilakukan sendiri.

3.) Bunga menyediakan tempat untuk ovula agat bisa dibuahi dan berkembang serta didistribusikan sebagai buah dan biji bunga yang memiliki satu rumah atau berumah tua.

Baca Juga :  Proses Fotosintesis - Rumus, Proses Secara Sederhana, dan Proses Secara Lengkap

Bunga memang bagian yang sangat penting dari sistem reproduksi tumbuhan. Dan setiap bunga bisa menghasilkan serbuk sari yang dihasilkan dari bagian antera benang sari.

Namun ada beberapa bunga yang menghasilkan serbuk sari yang dibawa oleh angin yang berasal dari bunga lain sehingga memungkinkan terjadinya proses pembuahan.

Banyak sekali bunga yang membutuhkan penyerbuk untuk membawa sari dan penyerbuk umum. Termasuk kolibri, lebah, tawon, semut dan masih banyak sekali binatang kecil lainnya yang membantu proses ini.

Bunga bisa menghasilkan warna, pola tertentu dan aroma yang bisa menarik penyerbuk. Sesuai dengan penyerbuk yang memakan nektar yang dihasilkan oleh bunga.

Karena pada saat memakan serbuk sari yang lengket dan menempel pada tubuh hewan penyerbuk itu. Maka ketika hewan tersebut berpindah akan membawa pula sisa sisa nektar pada bunga lainnya. Sehingga serbuk benang sari bergerak dari tubuh melalui stigma bunga ke dalam ovarium di mana proses pembuahan akan dilakukan.

Pada saat ini lah bunga akan melakukan tugasnya pada saat benih berkembang dan ovarium tumbuh menjadi buah dan bunga pun akan menjadi layu.

 

Lebih Lengkapnya tentang : Fungsi Bunga Pada Tumbuhan

Berikut ini adalah fungsi bunga sebagai alat reproduksi pada tumbuhan

1.) Mengakomodasi organ reproduksi tanaman yakni benang sari dan karpel (putik).

2.) Menarik serangga dan hewan penyerbuk lainnya untuk melakukan penyerbukan.

3.) Menghasilkan nektar.

4.) Memberikan keindahan bagi sebuah tanaman.

 

Demikian pembahasan mengenai struktur bunga, fungsi dan disertai lengkap dengan gambarnya. Semoga bermanfaat sebagai bahan belajar di rumah.

Artikel Lainnya :