Sistem Reproduksi Pria – Penjelasan Lengkap dan Detail

Posted on

Sistem Reproduksi Pria

Ekosistem.co.id – Sistem repruduksi pria sendiri memiliki beberapa bagian yang setiap bagiannya sangat penting dengan fungsinya masing–masing. berikut ini adalah penjelasan mengenai sistem reproduksi pria secara lengkap dan detail. Simak di bawah ini ya!

 

Anatomi Sistem Reproduksi Pria

Gambar di bawah ini merupakam gambaran dari sistem reproduksi pria yang kali ini akan kita pelajari :

 

 

Dari gambar di atas, kita bisa melihat jika organ pada sistem reproduksi pria terbagi dalam dua bagian, yakni bagian luar dan bagian dalam.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai organ-organ pada sistem reproduksi pria beserta dengan fungsinya.

 

Organ Reproduksi Pria Bagian Luar (Eksternal)

Organ reproduksi pria bagian luar merupakan organ yang bisa dilihat secara langsung dan terbagi dalam beberapa jenis, di antaranya adalah :

1.) Testis

Testis adalah alat kelamin manusia yang terletak di dalam skrotum dan memiliki jumlah sepasang. Testis ini berbentuk oval dengan fungsi sebagai penghasil sel kelamin jantan atau yang disebut dengan spermatozoa.

 

2.) Epididimis

Merupakan organ yang memiliki saluran berkelok-kelok dan terdapat di dalam skrotum serta di bagian luar testis. Bentuk dari organ ini mirip dengan bentuk C.

fungsinya sendiri adalah sebagai alat untuk mengankut, menyimpan hingga mematangkan sperna. Karena pada saat memasuki epididimis sperma masih belum memiliki kemampuan bergerak tapi ketika telah masuk ke epididimis dan menjalankan fungsinya, sperma ini akan dapat bergerak meskipun belum terlalu sempurna.

 

3.) Skotrum (Kantung Pelir)

Bagian ini merupakan kantung yang berada di dalam testis, di antara kantung yang berada di sebelah kiri dan kanan telah dibatasi oleh sebuah sekat yang disusun oleh jaringan ikat dan juga jaringan polis (otot dartos).

Otot dartos dapat mengakibatkan skotum menjadi kendur dan berkerut.

 

4.) Penis Atau Zakar

Penis merupakan alat kelamin bagian luar pada pria dan memiliki fungsi untuk memasukkan sperma kea lat reproduksi wanita. Penis sendiri tersusun dari otot-otot tegang dan dilapisi oleh lapisan kulit yang tipis.

Pada saat menjadi tegang, proses ini disebut dengan ereksi yang terjadi dikarenakan rangsangan yang mengakibatkan pembuluh darah yang terletak di penis berisi. Pada saat penis telah di sunat maka kulit tipis yang melapisi glan penis akan dipotong.

Fungsinya sendiri adalah untuk melakukan ejakulasi yakni dengan cara mengeluarkan sperma melalui uretra. Pada saat ejakulasi otot yang terletak di kandng kemih akan berubah menjadi mengkerut dan mencegah sperma untuk masuk ke dalam kandung kemih.

Baca Juga :  Singa – Jenis-jenisnya, Karakter, Ciri Habitatnya

Maka dari itu tak dapat dilakukan ejakulasi sambil buang air kecil. Secara umum penis terdiri antara beberapa bagian di antaranya adalah sebagai berikut:

1.) Gian Penis adalah bagian kepala yang apabila telah melakukan khitan maka tak akan dilapisi kulit lagi.

2.) Batang atau Corpus Penis yakni bagian batang dari penis

3.) Pangkal Penis yakni bagian paling dasar penis

 

Organ Reproduksi Pria Bagian Luar (Internal)

Organ reproduksi bagian dalam pria juga terbagi dalam beberapa jenis, berikut ini ulasan dan fungsinya :

1.) Vas Deferens

Organ ini memiliki bentuk tabung lanjutan setelah epididimis dan memiliki fungsi dari vas deferens yang merupakan saluran sperma ke dalam vesikula seminalis dan juga sebgai wadah penampungan sperma.

Pada proses penyimpanan dan di dalam pematangan sprerma, duktus deferens akan mendorong sperga agar bisa bergerak dengan peristaltic ke vesikula seminalis. Sperma ini akan keluar dengan cepat lalu menyembur pada saat ejakulasi.

 

2.) Kelenjar Kelamin

Memiliki fungsi sebagai penghasil cairan yang digunakan sebagai tempat berenangnya sperma dan menjaga sperma untuk bisa hidup dengan cara menetralisir asam. Cairan ini biasa disebut dengan air mania tau memiliki nama latin semen.

Dalam 1 ml air mani terkandung sel sperma sekitar 60 hingga 100 juta. Kelenjar kelamin ini dibagi menjadi tiga bagian yakni:

1.) Vesikula Seminalis atau bisa juga disebut dengan kantung air mani yang memiliki saluran tabung dan memiliki fungsi untuk mensekresikan cairan yang memiliki sifar basa (pH 7,3 mukus, vitamin, fruktosa) dan digunakan untuk menutrisi sperma, enzim, protein dan juga prostaglanding.

2.) Kelenjar Prostat merupakan organ yang terletak di bawah kandung kemih. Fungsi dari organ ini adalah untuk mensekresikan cairan yang memiliki putih yang keabu-abuan dan memiliki sifat basa.

Cairan ini nantinya akan disekresikan ke saluran ejakulasi dan menyumbang sekitar 30% dari semen. Cairan yang keluar dari kelenjar prostat ini akan bersatu dengan cairan vesikula seminalis dan membentuk menjadi tempat hidup serta bergeraknya sperma.

3.) Kelenjar Bulbouretra atau yang bisa disebut dengan cowpery, yakni suatu kelenjar yang memiliki jumlah sepasang dan fungsi dari kelenjar ini adalah menghasilkan cairan lender yang bersifar basa di dalam saluran ejakulasi.

 

3.) Saluran Ejakulasi

Saluran ejakulasi memiliki jumlah sepasang dan berfungsi untuk saluran pendek yang terhubung antara duktus vesikula seminalis dengan uretra.

 

4.) Uretra

Berada di dalam penis, organ ini memiliki fungsi sebagai tempat untuk keluarnya sperma dan urin.

 

 

Fungsi Organ Reproduksi Pria

Secara umum organ reproduksi pria memiliki fungsi sebagai :

Baca Juga :  Pengertian Sel - jaringan,Struktur, Beserta Fungsinya

1.) Saluran kencing atau urin dan saluran sperma.

2.) Menjaga suhu testis agar dapat memproduksi sperma.

3.) Memproduksi sperma dan hormon tertosteron.

4.) Tempat penyimpanan sperma sementara.

5.) Menghubungkan epidermis dan uretra.

6.) Menghasilkan zat yang dibutuhkan untuk proses perkembangan sperma.

7.) Menghasilkan cairan bersigat asam.

 

 

Fakta Organ Reproduksi Pria

Peran utama organ reproduksi pria dimulai ketika pria memasuki masa puber, semua organ yang sudah dijelaskan di atas akan bekerja saa menjadi satu untuk memproduksi sperma.

Sperma inilah yang akan dibawa langsung menuju organ reproduksi wanita, yakni ovum untuk membuahinya. Proses ini terjadi ketika organ reproduksi pria bertemu dengan organ reproduksi wanita dalam hubungan seksual.

Sistem Reproduksi Pria Dimulai Sejak Masa Pubertas

Akan tetapi proses reproduksi tidak berjalan begitu saja karena sistem reproduksi baik pada pria mau pun pada wanita sudah dimulai sejak baru saja dilahirkan dan mengalami proses yang panjang.

Ketika memasuki masa puber, kelenjar pituitari mulai memproduksi hormon sehingga bisa menstimulasi testis dan menghasilkan hormon tertosteron.

Hormon ini merupakan hormon seks bagi pria.

Hormon yang Berpengaruh pada Sistem Reproduksi Pria

Hormon ini merupakan bahan bakar bagi organ dan sistem reproduksi pria dan tanpa organ ini maka organ reproduksi pria tidak akan berjalan dengan baik.dalam sistem reproduksi pria, ada tiga hormon yang berperan penting, yakni :

Ada tiga hormon utama yang memiliki peran penting untuk organ reproduksi manusia, yaitu:

1.) Follicle Stimulating Hormone (FSH) : merupakan hormone yang dihasilkan oleh kelenjar pituitari dan berperan dalam memproduksi sperma.

2.) Luteinizing Hormone (LH) : juga dihasillkan oleh kelenjar puitari namun fungsinya adalah untuk membantu pembentukan hormon tertosterone.

3.) Testosteron : adalah hormon yang menyebabkan berbagai macam perubahan fisik bagi lak—laki yang sedang mengalami masa puber, seperti :

– Perbesaran skrotum dan testis.

– Rambuh di area genital dan ketiak mulai tumbuh.

– Suara berubah semakin berat.

– Tinggi badan mulai berubah.

 

 

Tips Merawat Alat Reproduksi Pria

Organ reproduksi juga harus dirawat dengan benar karena alat reproduksi pria sangatlah sensitive. Salah sedikit saja dalam perawatan organ reproduksi ini maka akan menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan.

Maka dari car menjaga sistem reproduksi pada pria bisa dilakukan dengan cara di bawah ini :

 

1.) Bersihkan Penis Dengan Benar

Untuk membersihkannya tak hanya dengan menggunakan air saja ya, karena ada beberapa hal yang wajib untuk diperhatikan dalam membersihkan organ yang satu ini. Yakni dengan cara membilas area pangkal penis termasuk testis dan rambut kemaluan dengan menggunakan air bersih setalah berkemih.

Baca Juga :  Kalin – Penjelasan, Letak Dan Fungsi Hormonnya

Maka dari itu pastikan juga untuk membuat daerah pangkal testis dan anus bersih serta terbebas dari bau. Dan selalu mengeringkan area tersebut dengan baik serta menyeluruh.

Pastikan daerah pangkal testis dan anus juga bersih dan bebas bau, lalu jangan lupa untuk mengeringkan area tersebut dengan baik serta menyeluruh agar semuanya kering.

 

2.) Memilih Celana yang Tepat

Pilihlah celana yang tepat dan hindari untuk tidak menggunakan celana yang terlalu ketat. Sebaiknya pilih celada dalam dengan bahan katun yang tidak ketat karena di area penis dan skotrum.

Tidak baik jika menggunakan celana dalam ketat karena bisa mempengaruhi produksi sperma.

 

3.) Menggunakan Kondom

Kondom memiliki fungsi untuk mencegah terjadinya kehamilan tapi alat ini juga memiliki fungsi untuk membantu organ reproduksi untuk terhindar dari berbagai macam penyakit kelamin.

 

 

Penyakit Yang Dapat Menyerah Alat Reproduksi Pria

1.) Impotensi

Impotensi biasa dikenal dengan disfungsi ereksi yang merupakan sebuah kondisi pada saat penis tak bisa mengeras atau ereksi secara optimal. Kelainan ini sendiri memiliki beberapa bentuk seperti tidak bisa ereksi.

Kesulitan mempertahankan ereksi dan juga dapat ereksi tapi penis kurang keras sehingg akan mengalami kesulitan untuk penetrasi.

Gangguan ini biasanya terjadi karena pertambahan usia namun kini pria yang masih mudah pun bisa mengalami impotensi karena gangguan hormon, kerusakan saraf pada penis dan juga kelebihan berat badan.

 

2.) Anorgasmia

Gejala ini membuat pria tak bisa mencapai orgasme meski telah mendapatkan stimulasi yang cukup memadai.

Kondisi ini biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti masalah hormonal atau penyakit syaraf yang berada di sekitar alat reproduksi pada pria.

Selain itu beberapa penyakit seperti diabetes juga bisa menyebabkan kondisi ini bisa terjadi.

 

3.) Infeksi Menular Seksual

Ada banyak sekali infeksi menular seksual yang bisa mempengaruhi alat reproduksi pria ini seperti kutil kelamin, klamidia, gonore, herpes, genital hingga sifilis.

Buang air kecil yang sakit, keluar cairan yang tak biasa dari penis hingga penis yang terasa sering nyeri adalah beberapa gejala khas dari infeksi menular seksual yang wajib kamu waspadai.

 

Itu dia penjelasan mengenai sistem reproduksi pria secara lengkap dan juga detail, semoga pembahasan kali ini bermanfaat ya.

 

Artikel Lainnya :

  1. Proses Terjadinya Menstruasi
  2. Fungsi Ovarium – Lengkap Dengan Struktur dan Pengertiannya
  3. Leokosit – Jenis, Penyebab dan Cara Mengatasinya
  4. Stepa – Pengertian, Proses, Ciri-ciri dan Persebarannya