Sistem Endokrin – Fungsi, Organ Dan Gambarnya

Posted on

Sistem Endokrin

Ekosistem.co.id – Sistem Endokrin adalah suatu sistem yang ada di dalam setiap tubuh manusia. Dan di dalam sistem ini terdapat kelenjar, enzim, dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi kestabilan tubuh.

Salah satu kelenjar yang perangnya cukup penting adalah kelenjar endokrin yang tersusun dari beberapa sel mikro. Sel ini bentuknya sangat sederhana karena terdiri atas jaringan ikat halus. Dan di dalamnya terdapat pembuluh kapiler.

Pada kesempatan kali ini kami akan menjelasakan mengenai sistem endokrin beserta dengan fungsinya. Langsung saja simak ulasannya di bawah ini yuk!

 

Pengertian Sistem Endokrin

Sistem endokrin merupakan suatu mekanisme yang digunakan untuk mengatur hingga menghasilkan beberapa hormon penting yang ada di tubuh manusia.

Sistem ini memiliki keterkaitan yang erat dengan kerja saraf dan keduanya saling berkesinambungan. Sebab kedua sistem ini merupakan sistem yang bertugas untuk mengontrol dan saling memadukan antara satu sama lain.

Kedua sistem ini pun memiliki fungsi penting sebagai penjaga homeostatis yang ada pada tubuh. Namun meski memiliki fungsi yang sangat penting rupanya kedua sistem ini mempunyai karakteristik yang salin berlainan satu sama lain.

Tubuh manusia sendiri memiliki banyak kandungan kelenjar yang di antaranya berasal dari enzim endokrin. Fungsinya adalah untuk mendokrin enzim hipofisis, kelenjar timus, kelenjar tiroid, kelenjar paratiroid, dan kelenjar adrenalis suprenalis.

Baca Juga :  Homeostasis Adalah – Fungsi, Komponen, Faktor Yang Mempengaruhi dan Contoh

 

Fungsi Kelenjar Endokrin

Fungsi dari kelenjar endokrin ini sendiri bisa dilihat dari letak kelanjar ini dikeluarkan. Namun jika dilihat secara umum berikut ini adalah fungsi kelenjar endokrin :

1.) Penghasil Hormon

Kelenjar endokrin merupakan suatu mekanisme yang digunakan untuk memproduksi hormon hormon penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Hormon hormon ini pun akan digunakan untuk nantinya akan disalurkan menuju ke aliran darah.

Lali hormon ini akan dimanfaatkan oleh jaringan apabila terdapat bagian tubuh tertentu yang membutuhkannya.

 

2.) Pengontrol Aktivitas

Kelenjar endokrin bertugas untuk mengonrol aktivitas yang dilakukan di dalam kelenjar ini. Sehingga setiap kelenjarnya akan dapat bekerja dan bisa berfungsi dengan lancar dan optimal.

 

3.) Merangsang Aktivitas

Tuhas kelenjar endokrin yang lainnya ialah untuk merangsang aktivitas dari suatu kelenjar. Untuk kemudian diteruskan menuju sistem saraf agar bisa merealisasikan efek yang asalnya dari suatu rangsangan.

 

4.) Pertumbuhan Jaringan

Memiliki peran untuk mengoptimalkan pertumbuhan jaringan yang ada di tubuh sehingga kondisi jaringan tetap bisa bekerja secara maksimal.

 

5.) Pengatur Metabolisme dalam Tubuh

Berfungsi untuk mengatur metabolisme, meningkatkan sistem absorpsi di tubuh dan usus halus. Serta mengatur sistem oksidasi tubuh hingga

 

6.) Mengatur Zat

Kelenjar endokrin berfungsi sebagai pengatur zat yang meliputi protein, mineral, metabolisme lemak hingga vitamin agar tetap kedudukannya tetap optimal.

 

 

Struktur Kelenjar Endokrin

Kelenjar endokrin merupakan suatu sistem yang tersusun atas beberapa kelenjar di dalamnya. Setidaknya terdapat 5 kelenjar yang saling tergabung menjadi kelenjar endokrin.

Dan berikut ini adalah penjelasan lengkapnya :

1.) Kelenjar Hipofisis

Kelenjar ini memiliki peran yang penting karena menghasilkan hormon hormon dalam jumlah paling banyak, dan hormon ini berguna menjadi pengatur bagi sama lain.

Baca Juga :  Fungsi Stomata - Penjelasan Lengkapnya Beserta Gambar

Bentuk dari kelenjar ini sendiri cukup kecil yakni hanya memiliki ukuran 1,3 cm dan bentuknya bulat. Kelenjar ini dibagi ke dalam 3 bagian yaitu :

– hipofisis pars intermedia

– hipofisis anterior

– hipofisis posterior.

 

2.) Kelenjar Tiroid

Letak kelenjar ini berada di bagian depan leher,tepatnya berada di bawah jakun, dan ada dua lobus yang berfungsi sebagai penghasil yodium. Yodium ini dihasilkan dari folikerl jaringan tiroid yang diakumulasinya.

Sehingga apabila kita kekurangan kadar yodium di dalam tubuh kita maka kita akan mengalami pembengkakan di kelenjar gondok tersebut. Sehingga ukurannya akan berkali-kali lipat lebih besar dari ukurannya yang normal.

Kelenjar tiroid memiliki fungsi yang sama dengan kelenjar endokrin secara umum. Yakni menjadi pengatur bagi sistem metabolisme tubuh, pengatur bagi pertumbuhan dan perkembangan. Hingga mengontrol aktivitas yang ada di sistem saraf.

Akan tetapi di kelenjar tiroid juga ditemukan hormone kalsitonin dengan fungsi sebagai penurun kadar kalsium yang ada pada tubuh. Caranya adalah dengan mempercepat absorpsi kalsium yang ada di tulang.

 

3.) Kelenjar Paratiroid

Kelenjar ini terdiri dari 4 kelenjar yang letaknya ada di belakang kelenjar tiroid dan berfungsi sebagai pengatur kalsium di dalam aliran darah. Baik untuk menaikkan kadar kalsium mau pun untuk menurunkan kadarnya. Kelenjar ini juga berfungsi untuk mengatur metabolisme fosfor.

 

4.) Kelenjar Adrenalin

Kelenjar adrenalin ada di bagian atas ginjal dan berbentuk mirip dengan bola, kelenjar ini dapat memproduksi hormon yang fungsi dari hormon ini adalah untuk mengontrol ion anorganik.

Hormon ini juga berfungsi untuk mengontrol metabolisme glukosa yang ada pada tubuh, mengontrol pembuluh darah di otak dan otot. Hingga ikut dalam mengubah glikogen dan mengubahnya menjadi glukosa. Serta berfungsi untuk merespon gerak persitaltik.

Baca Juga :  Jaringan Tumbuhan - Pengertian, Ciri Ciri, Struktur, Contoh dan Gambar

 

5.) Kelenjar Timus

Fungsi kelenjar timus adalah untuk membantu proses pertumbuhan kelenjar, lalu juga bertugas untuk mengurangi aktivitas yang ada pada kelenjar kelamin. Hingga menghasilkan senyawa timosin yang digunakan sebagai perangsang limfosit yang ada pada tubuh.

 

Itulah mekanisme sistem endokrin pada manusia beserta fungsinya yang sudah kamisampaikan. Semoga menambah keilmuan. Terimakasih sudah berkunjung.

 

 

Artikel Pilihan :