Sistem Ekskresi Pada Hewan

Posted on

Sistem Ekskresi Pada Hewan

Ekosistem.co.id – Halo sahabat biologi. Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang sistem ekskresi pada hewan. Hewan sama seperti dengan manusia juga memiliki sitem ekskresi. Sebelumnya sahabat biologi sudah tahu  apa itu sistem ekskresi?

Jika belum tahu, mari kita cari tahu di bawah ini, apakah sistem sekresi itu sendiri?

Apa Itu Sistem Ekskresi

Jika dilihat dari pengertiannya secara umum, sistem ekskresi ini sendiri merupakan suatu sistem atau proses pengeluaran zat zat sisa metabolisme yang terdapat di dalam tubuh, untuk kemudian dikeluarkan dari dalam tubuh.

Sebenarnya tubuh sendiri memiliki dua proses atau sistem pengeluaran di dalam tubuhnya, yaitu sistem ekskresi dan sistem sekresi. Jika sistem ekskresi bertugas untuk mengeluarkan semua zat sisa agar keluar dari dalam tubuh berbeda hal nya dengan sistem sekresi yang mengeluarkan zat dari dalam tubuh untuk digunakan kembali guna memenuhi kebutuhan tubuh yang lain, sehingga sistem sekresi ini membuat zat sisa metabolisme di dalam tubuh tidak benar benar dikeluarkan dari dalam tubuh ya, sahabat biologi.

Jadi sudah tahu dong, perbedaan dari sistem ekskresi dan sistem sekresi?

Seperti halnya pada manusia, alat ekskresi utama pada vertebrata terdiri dari ginjal, paru-paru, hati dan kulit. Ikan merupakan satu-satunya hewan vertebrata yang tidak memiliki paru-paru dan digantikan dengan insang.

Semakin tinggi tingkatan hewan, maka akan semakin kompleks juga alat pertukarannya. Berikut ini kita akan ulas mengenai sistem eksresi dari berbagai jenis hewan baik vertebrata maupun invertebrata.

Baca Juga :  Fungsi Bagian Ekor Dari Sperma Manusia

 

Sistem Ekskresi pada Vertebrata

Walaupun sesama hewan yang memiliki tulang belakang, namun sistem ekskresi hewan vertebrata dibedakan menjadi 5 jenis yaitu pisces, reptile, aves, amfibi dan mamalia.

  1. Pisces

Secara umum hampir semua jenis ikan memiliki sistem ekskresi yang sama yang terdiri dari tiga buah organ yang berperan yaitu insang, ginjal dan kulit. Ginjal dan saluran genitalia pada ikan bermuara di lubang yang sama, yaitu lubang urogenital.

Kemudian, insang dan kulit pada ikan berfungsi sebagai sistem pernapasan pada ikan terbuka dan tertutupnya insang  akan sejalan dengan terbuka dan tertutupnya operculum. Insang dapat menyaring air yang masuk melaluinya dan mengikat oksigen yang ada di sana dan melepaskan karbondioksida.

  1. Amfibi

Katak dan salamander merupakan contoh dari hewan amfibi. Hewan amfibi ini adalah hewan yang dapat hidup baik di air maupun di darat. Organ ekskresi yang terdapat pada hewan amfibi adalah paru-paru, ginjal dan kulit. Ginjal pada hewan amfibi bermuara pada lubang yang sama seperti pada ikan yaitu bermuara pada saluran kloaka.

Sedangkan untuk paru-paru dan kulit pada hewan amfibi berfungsi sebagai sistem pernapasan. Selama di darat hewan amfibi akan menggunakan paru-paru untuk bernafas dan menggunakan kulit nya untuk bernafas saat berada di dalam air.

  1. Reptile

Sama seperti 2 jenis hewan vertebrata sebelumnya, organ sistem ekskresi reptil juga terdiri dari ginjal, paru-paru dan kulit. Fungsi ginjal pada hewan reptil sebagai pengeluaran urin.

Pada beberapa jenis reptil seperti kura-kura memiliki saluran ginjal yang sangat pendek. Ular merupakan jenis reptil yang tidak memiliki kandung kemih untuk menampung urin. Sistem pernafasan pada hewan reptil masih mengandalkan kulit dan paru-paru.

  1. Aves

Aves atau burung merupakan hewan vertebrata  yang memiliki sistem ekskresi mirip dengan hewan mamalia. Organ yang berperan dalam sistem ekskresi pada aves yaitu paru-paru dan ginjal.

Baca Juga :  Proses Metamorfosis Kecoa

Tetapi pada paru-paru aves memiliki organ tambahan yaitu sebuah kantun udara. Kantung udara ini berfungsi untuk  meningkatkan kemampuan bernafas burung disaat burung sedang terbang.

  1. Mamalia

Hewan mamalia merupakan satu-satunya hewan vertebrata yang dapat menyusui anaknya seperti manusia. Beberapa buku bahkan menempatkan manusia sebagai jenis mamalia. Alat ekskresi pada hewan mamalia mirip seperti manusia yaitu kulit, paru-paru, ginjal dan hati. Kulit berfungsi untuk mengeluarkan keringat.

 

Sistem Ekskresi pada Hewan Invertebrata

Hewan invertebrata sering disebut juga sebagai hewan tingkat rendah dikarenakan tidak memiliki organ tubuh yang lengkap seperti hewan lainnya. Jenis hewan bersel satu seperti porifera, coelenterata dan protozoa melakukan ekskresi dengan cara berdisfusi langsung melalui sekujur tubuhnya karena tidak memiliki organ dalam.

Cacing juga sebenarnya tidak memiliki organ yang lengkap namun lebih kompleks dibandingkan dengan hewan bersel satu. Cacing berkeskresi dengan menggunakan nefridia yang terletak pada setiap segmen tubuh cacing. Serangga memiliki sistem eksresi yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan hewan invertebrata lainnya.

Serangga menggunakan pembuluh malphigi sebagai alat untuk membuang sisa zat metabolisme.

 

Sampai situ saja pembahasan kita kali ini mengenai sistem ekskresi pada hewan. Semoga sahabat biologi paham mengenai perbedaan sistem ekskresi pada masing-masing jenis hewan. Sampai jumpa di artikel lainnya.

Artikel Lainnya :

  1. Rangkuman Jaringan Hewan – Pengertian, Struktur, Gambar, dan Contoh
  2. Gambar Daur Litik – Lengkap dengan Proses Reproduksi, Perbedaan dengan Lisogenik
  3. Organ dan Sistem Organ Pada Hewan