Sintesis protein – Diagram, Skema, dan Tujuannya

Posted on

Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan materi pengenalan mengenai Sintesis Protein. Mulai dari pengertiannya hingga diagram, skema dan tujuan dari proses ini. Langsung saja sahabat biologi bisa menyimak ulasannya di bawah ini.

 

Sintesis Protein Adalah

Sintesis protein merupakan sebuah proses pembentukan suatu partikel protein. Materi ini biasa dibahas dalam mata pelajara biologi. Terutama yang menyangkut materi molekuler.

Proses ini sendiri melibatkan DNA yang di sisi berposisi memberikan pengaruh pada RNA.

 

Diagram Sintesis Protein

Seperti yang telah Anda ketahui, DNA menentukan sifat dan identitas makhluk hidup. DNA dapat menentukan urutan asam amino pada setiap protein yang disintesiskan di dalam tubuh manusia, Proses sintesis protein adalah proses yang kompleks.

Dikarenakan proses tersebut memerlukan 20 macam asam amino; penjelasan singkatnya yaitu mRNA dan tRNA sebagai pelaksana; ATP sebagai sumber energi; enzim RNA polimerase.

Hal ini bisa diartikan bahwa besaran sintesis protein sendiri dapat melalui dua tahap. Yakni tahapan pertama adalah transkripsi. Sedangkan tahapan keduanya disebut dengan translasi.

 

diagram sistesis protein
diagram sistesis protein

Skema,tujuan sintesis protein

Sintesis protein tunduk pada aturan dogma sentral, dimana informasi genetik dipindahkan dari DNA ke DNA melalui tahap replikasi.

Dari DNA ke RNA melalui tahap transkripsi. kemudian dari RNA ke protein melalui sintesis protein. Sebelum terjadi sintesis protein, DNA pada struktur nukleosom akan lepas dari protein histon oleh bantuan kerja enzim polimerase.

Dari sini sahabat biologi dapat memahami bahwasanya mekanisme sintesis protein sendiri terjadi secara dua tahapan, seperti yang tadi sudah kami jelaskan di awal. Tahapan ini adalah transkripsi dan yang kedua adalah tahapan translasi

Baca Juga :  Makan Adalah - Pengertian, Fungsi, Jenis Jenisnya

 

1. Transkripsi

Tahap ini adalah Proses yang berlangsung di dalam inti sel. Karena tahapan ini sendiri adalah proses sintesis langsung dari RNA dan berasal dari DNA. Ketika inti sel mengirimkan singnal untuk melakukan sintesis protein. Maka informasi DNA akan mulai dialihkan lewat RNA.

RNA ini adalah pembawa pesan, sehingga biasa disebut pula dengan mRNA. Atau kepanjangan dari RNA messenger. Pesan yang dibawa pun berisi mengenai salinan langsung dari pasangan basa yang asalnya dari DNA.

Sehingga tahapan transkripsi ini sering disebut pula dengan tahapan penyalinan atau salinan. Kode genetik nantinya akan disalin dari DNA untuk dibawa keluar dari nukleus menuju lokasi.

Urutan basa nitrogen yang dibawa ke luar nukleus dalam mRNA ini dinamakan sebagai kodon. Dalam proses transkripsi, banyak proses enzimatik yang terjadi, seperti pemutusan ikatan-ikatan hidrogen pada rantai DNA serta pembacaan urutan basa nitrogen yang prosesnya mirip dengan duplikasi DNA.

Tahapan inisiasi transkripsi ini sendiri dimulai dengan adanya pengenalan pada daerah gen yang ada di DNA dan dilakukan oleh enzim RNA polimerase. Daerah ini sendiri biasa disebut dengan nama promoter. Atau lebih mudahnya dikenal sebagai tempat dimulainya proses pasangan DNA yang dilakukan oleh mRNA.

Sedangkan daerah DNA yang disalin hanyalah satu bagian rantai saja yang dinamakan dengan sense (daerah template) dan rantai yang lainnya dinamakan rantai antisense.

Pembacaan DNA yang dilakukan oleh RNA polymerase ini sendiri akan dimulai dari ujung 3′. Dan akan menuju ujung ke 5′. Seperti itu terus dan proses ini tidak bisa dibalik atau berbalik arah.

RNA polymerase sendiri lah yang nantinya akan membuka ikatan double helix. Ikatan ini akan dibuka di bagian gen yang dikenali. Untuk kemudian akan melakukan penyalinan terhadap urutan basa yang letaknya ada di DNA sense atau disebut juga dengan template. Sehingga akan terbentuk sebuah DNA baru yang berasal dari arah ujung 5′. Untuk menuju ke ujung 3′.

Baca Juga :  Alveolus Adalah – Pengertian Dan Fungsinya

Proses ini dinamakan dengan elongasi.

Proses transkripsi ini akan berakhir apabila gen yang berada di kawasan rantai template sudah selesai untuk dibaca. Sementara itu DNA sendiri mempunyai sebuah mekanisme yang membuat RNA polymerase bisa mengenali langkah akhir dari gen.

Caranya adalah dengan melihat kode basa tertentu, dan wilayah ini sendiri biasa disebut dengan istilah terminator.

Setelah proses transkripsi berakhir maka proses ini disebut dengan istilah terminasi. Barulah rantai mRNA akan mulai keluar dari DNA untuk akhirnya menuju ribosom ke sitoplasma.

 

2. Translasi

mRNA yang di dalamnya terdapat kandungan urutan basa ini kemudian akan diterjemahkan sebagai asam amino. Atau yang biasa dikenal juga dengan protein.

Sementara pada kode genetik yang dibawa di dalam mRNA  atau disebut dengan kodon. Akan dibaca dalam urutan tiga basa atau triplet hingga akhirnya akan berubah menjadi protein.

Proses penerjemahan atau pengubahan kodon menjadi sebuah protein ini disebut dengan proses translasi. Sahabat biologi bisa melihat langkah-langkah proses transkripsi menuju ke translasi pada gambar yang sudah kami sediakan di bawah ini :

 

tranlasi
tranlasi

 

Nah, sudah lihat kan gambarnya. Dari sini sahabat biologi bisa mengenai jika proses translasi dapat dibagi ke dalam tiga bagian atau tahapan. Yang pertama yakni proses inisiasi, lalu menuju ke proses elongasi hingga yang terakhir disebut dengan proses terminasi.

Untuk tahap inisiasi ini mRNA sendiri tertempel di sub unik kecil bernama ribosom. Sub unit kecil inilah yang nantinya bertugas untuk mengenali kode awal dari genetik AUG. Kode ini berasal dari mRNA dan biasa disebut dengan istilah start kodon.

Sub unit besar ribosom selanjutnya akan tergabung dengan sub unit yang kecil kecil tadi. Hingga terbentuklah komplek ribosom.

Baca Juga :  Fungsi Ovarium – Lengkap Dengan Struktur dan Pengertiannya

Untuk melakukan proses penerjemahan, terdapat tRNA yang membantu proses ini agar berjalan dengan sempurna. Caranya adalah dengan membawa pula pasangan kodon yang berasal dari mRNA.

Pasangan basa tRNA yang berada pada ribosom ini bisa sahabat biologi sebut dengan istilah antikodon. tRNA sendiri kemudian akan datang dengan membawakan pasangan basa. Dan pasangan ini pastinya akan disesuaikan dengan kodon yang berasal dari mRNA.

tRNA di sini memiliki kandungan gugus asam amino di dalamnya yang juga disesuaikan dengan antikodon yang letaknya berada di ujung struktur rantai tunggal RNA.

Nah, tahap lanjutannya ini disebut dengan elongasi yang merupakan sebuah proses dari pembacaan kodon yang dilakukan oleh tRNA. Hal ini membuat rantai polipeptida kahirnya terbentuk.

Proses elongasi ini sendiri nantinya akan berhenti pada tahap pembacaan urutan basa spesifik. Tahapan ini akan secara langsung memerintahkan proses translasi untuk dihentikan. Proses ini disebut pula dengan tahap terminasi.

Urutannya sendiri biasanya dimulai dari UAA, lalu UAG dan akhirnya ke UGA. Istilah ini pula disebut dengan stop kodon.

 

Demikian penjelasan kami tentang Sintesis protein, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan pengetahuan ilmu biologi anda.