Sintesis protein – Diagram,Skema,dan Tujuannya

Posted on

Sintesis protein – Diagram,Skema,dan Tujuan

Tubuh manusia selain membutuhkan asupan gizi tidak bisa terlepas pula dari asupan protein, makanan yang mengandung protein diantaranya sate kambing, ayam goreng, dan telur.

tubuh tidak akan sehat jika tidak mendapatkan asupan yang dibutuhkan untuk menompang hidupnya sel sel tubuh pada manusia, sel sel tubuh pungsinya sangat fital. mari kita bahas secara detail tentang sintesis protein yang meliputi diagram,skema dan tujuannya :

 

A. Diagram sintesis protein

Seperti yang telah Anda ketahui, DNA menentukan sifat dan identitas makhluk hidup. DNA dapat menentukan urutan asam amino pada setiap protein yang disintesiskan di dalam tubuh manusia, Proses sintesis protein adalah proses yang kompleks.

dikarenakan proses tersebut memerlukan 20 macam asam amino; penjelasan singkatnya yaitu mRNA dan tRNA sebagai pelaksana; ATP sebagai sumber energi; enzim RNA polimerase.

Berarti secara garis besarnya sintesis protein dilakukan melalui dua tahapan, yaitu tahapan transkripsi dan tahapan translasi

 

diagram sistesis protein
diagram sistesis protein

 

B. Skema,tujuan sintesis protein

sintesis protein tunduk pada aturan dogma sentral, dimana informasi genetik dipindahkan dari DNA ke DNA melalui tahap replikasi.

Dari DNA ke RNA melalui tahap transkripsi. kemudian dari RNA ke protein melalui sintesis protein. Sebelum terjadi sintesis protein, DNA pada struktur nukleosom akan lepas dari protein histon oleh bantuan kerja enzim polimerase.

sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa Mekanisme sintesis protein terjadi melalui dua tahap, yakni transkripsi dan translasi

 

1. Transkripsi

Tahap ini adalah Proses yang berlangsung di dalam inti sel. Transkripsi merupakan proses sintesis langsung RNA dari DNA.

Baca Juga :  Sistem Endokrin – Fungsi, Organ Dan Gambarnya

Pada saat inti sel memerintahkan maka perlulah sintesis protein, informasi DNA dialihkan melalui RNA sebagai pembawa pesan yang disebut RNA messenger (mRNA). mRNA berisikan salinan langsung pasangan basa dari DNA.

Tahap inilah yang dinamakan dengan transkripsi berarti salinan. Kode genetik nantinya akan disalin dari DNA untuk dibawa keluar dari nukleus menuju lokasi.

Urutan basa nitrogen yang dibawa ke luar nukleus dalam mRNA ini dinamakan sebagai kodon. Dalam proses transkripsi, banyak proses enzimatik yang terjadi, seperti pemutusan ikatan-ikatan hidrogen pada rantai DNA serta pembacaan urutan basa nitrogen yang prosesnya mirip dengan duplikasi DNA.

Tahap inisiasi transkripsi dimulai dengan pengenalan daerah gen di DNA oleh enzim RNA polimerase. Dan daerah ini dinamakan dengan promoter, yakni tempat dimulainya sintesis pasangan DNA oleh mRNA.

Sedangkan daerah DNA yang disalin hanyalah satu bagian rantai saja yang dinamakan dengan sense (daerah template) dan rantai yang lainnya dinamakan rantai antisense.

Pembacaan DNA oleh RNA polimerase ini dimulai dari ujung 3′ menuju ujung 5′ dan tidak pernah sebaliknya. RNA polimerase akan membuka ikatan double helix pada bagian gen yang dikenali dan kemudian akan menyalin urutan basa yang ada pada DNA sense (template) sehingga terbentuk DNA baru dari arah ujung 5′ menuju ujung 3′. Proses ini dinamakan dengan elongasi.

Proses transkripsi diakhiri jika gen di daerah rantai template telah selesai dibaca (terdapat kodon stop). DNA memiliki mekanisme agar RNA polimerase dapat mengenali akhir dari gen dengan kode basa tertentu, daerah ini dikenal dengan nama terminator.

Proses akhir dari transkripsi ini dinamakan dengan terminasi. Setelah itu, rantai mRNA akan keluar dari DNA menuju ribosom di sitoplasma.

Baca Juga :  Fungsi Trakea Pada Manusia Serta Struktur Trakea

 

 

2. Translasi

mRNA mengandung urutan basa yang kemudian akan diterjemahkan menjadi protein (asam amino). Sedangkan kode genetik, yang dibawa di dalamnya (kodon) dibaca dalam urutan tiga basa (triplet) menjadi protein. Proses penerjemahan kodon menjadi protein inilah yang disebut dengan translasi. Langkah-langkah transkripsi dan translasi dapat diperhatikan pada gambar berikut.

tranlasi
tranlasi

 

Secara garis besar, translasi dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu inisiasi, elongasi, dan terminasi.

Pada tahap inisiasi, mRNA akan menempel pada subunit kecil ribosom. Subunit kecil ini akan mengenali kode awal genetik AUG dari mRNA yang disebut sebagai start kodon. Subunit besar ribosom kemudian akan bergabung dengan subunit kecil membentuk kompleks ribosom.

Proses penerjemahan ini dibantu oleh tRNA yang membawa pasangan kodon dari mRNA. Pasangan basa tRNA di ribosom ini dinamakan sebagai antikodon. tRNA akan datang membawakan pasangan basa yang sesuai dengan kodon dari mRNA. tRNA mengandung gugus asam amino yang sesuai dengan antikodon yang berada di ujung struktur rantai tunggal RNA.

Tahapan selanjutnya adalah elongasi dari pembacaan kodon oleh tRNA sehingga terbentuk rantai polipeptida. Elongasi akan berhenti pada tahap pembacaan urutan basa spesifik yang memerintahkan proses translasi dihentikan (tahap terminasi). Urutan ini biasanya terdiri atas UAA, UAG, dan UGA yang dikenal dengan nama stop kodon.

 

Demikian penjelasan kami tentang Sintesis protein, semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan pengetahuan ilmu biologi anda.

Sintesis protein – Diagram,Skema,dan Tujuannya
5 (100%) 11 vote[s]