Sintesis protein – Diagram, Skema, dan Tujuannya

Posted on

Ekosistem.co.id – Sintesis Protein adalah sebuah proses yang dilakukan untuk membentuk partikel protein. Protein ini sendiri merupakan salah satu zat yang sangat dibutuhkan agar tubuh lebih sehat. Karena protein merupakan senyawa organik yang sangat kompleks serta memiliki molekul dengan bobot yang tinggi.

Setiap molekul protein memiliki kandungan karbon, hidrogen, nitrogen dan terkadang terdapat juga sulfur beserta fosfor di dalamnya. Protein merupakan pondasi utama bagi tubuh manusia.

Protein itu sendiri tidak bisa ada begitu saja di dalam tubuh manusia, namun harus dibentuk. Dan proses pembentukan ini disebut dengan sintesis protein yang dilakukan dengan bantuan DNA serta RNA.

 

 

Sintesis Protein Adalah

Sintesis protein merupakan sebuah proses pembentukan suatu partikel protein. Materi ini biasa dibahas dalam mata pelajara biologi. Terutama yang menyangkut materi molekuler. Artikel yang sama juga dapat anda baca pada website yang memiliki rujukan yang sama tentang pelajaran sintesis protein

Proses ini sendiri melibatkan DNA yang di sisi berposisi memberikan pengaruh pada RNA.

 

Diagram Sintesis Protein

 

DNA dapat menentukan sifat dan juga identitas dari makhluk hidup karena digunakan untuk menentukan urutan asam amino yang ada pada tiap protein. Kemudian akan disintesiskan pada dalam tubuh manusia sehingga bisa dibilang proses sintesis protein merupakan proses yang cukup kompleks.

Proses ini pun membutuhkan 20 jenis asam amino seperti mRNA DAN tRNA, dan membutuhkan ATP sebagai sumber energi dan enzim RNA polimerase. Dan berperan sebagai pelaksana.

 

Proses Pembuatan Protein

Sel menggunakan informasi genetik atau gen yang ada pada DNA agar dapat membuat protein. Sementara itu proses pembuatan protein atau disebut dengan itilah sintesis protein ini sendiri terbagi atas tiga langah.

Baca Juga :  Limpa Adalah – Pengertian, Fungsi Beserta Penyakit Limpa

Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya :

Transkripsi

 

Transkripsi adalah sebuah proses pembentukan RNA yang berasal dari satu pita cetakan DNA atau DNA sense. Proses ini akan menghasilkan 3 jenis RNA yakni, mRNA, tRNA dan rRNA.

Pada tahapan ini prosesnya akan dilakukan di sitoplasma yang diawali dengan proses pembukaan rantai ganda oleh DNA. Dan proses ini dibantu dengan enzim RNA polimerase.

Rantai tunggal ini memiliki tugas untuk menjadi rantai sense sementara rantai yang lainnya berasal dari pasangan DNA dan bernama rantai anti sense.

Pada tahap transkripsi ini terbagi ke dalam 3 tahap, berikut penjelasannya :

1.) Inisiasi

RNA polimerase yang terikat pada untaian DNA dan disebut dengan promoter dan berada di dekat gen. Karena setiap gen memiliki promoternya sendiri. RNA polimerase akan terpisah dari untaian ganda DNA setelag terikat. Kemudian akan menghasilkan cetakan untaian tunggal yang dapat ditranskripsikan.

2.) Elongasi

Satu untaian DNA bersama dengan untaian cetakan berikutnya akan bertugas menjadi cetakan RNA polimerase. RNA polimerasi akan membaca cetakan ini bersamaan dengan membentuk molekul RNA yang keluar dari nukleotida.

Selanjutnya rantai yang tumbuh dari 5’ serta 3’ akan ditranskripsikan dan membawa informasi yang sama dengan untaian DNA non-template.

3.) Terminasi

Pada urutan ini, sinyal akan dikirimkan dan memberitahukan apabila transkripsi RNA sudah selesai. RNA polimerasi akan melepaskan hasil dari transkripsi RNA.

 

Translasi

 

Translasi adalah sebuah proses urutan nukleotida yang ada pada RNA dan diterjemahkan ke dalam urutan asam amino yang berasal dari rantai polipeptida. Ketika proses ini berlangsung, sel akan membaca informasi yang ada di messenger RNA dan digunakan untuk membuat protein.

Sekitar 20 macam jenis asam amino yang digunakan untuk membentuk protein dan asalnya dari terjemahan kodon mRNA. instruksi untuk membuat polipeptidak pun akan diberikan oleh RNA nukleotida.

Baca Juga :  Sistem Reproduksi Manusia - Pada Pria Dan Wanita

Setelah itu beberapa asam amino akan menghasilkan rantai polipeptida yang cukup spesifik sehingga membentuk protein yang juga spesifik.

Tahap ini juga dibagi ke dalam 3 tahap lagi, yakni :

1.) Inisiasi atau Tahap Awal

Ribosom akan merakit di sekitar mRNA agar terbaca dan tRNA pertama akan membawa asam amino metionon. Tahap ini sangat dibutuhkan untuk memulai tahap translasi.

2.) Elongasi atau Memperpanjang Rantai

Di tahap ini rantai asam amino akan diperpanjang dan mRNA  akan dibaca satu kodon sekali. Asam amino yang sesuai dengan kodon pun akan ditambah ke rantai protein. tRNA akan terus bergerak ke situs A, P, hingga E dari ribosom selama tahap ini berlangsung.

Proses ini pun akan dilakukan secara berulang kali ketkan kodon baru dibaca serta asam amino baru ditambah ke rantai.

3.) Terminasi

Rantai polupeptida akan dilepas dan proses ini dimulai pada saat stop kodon masuk ke ribosom. Dan menciptakan rantai polipeptida yang terpisah dari tRNA hingga dilepaskan keluar dari ribosom.

 

Pelipatan Protein

Rantai polipeptida yang baru disintesis tidak akan dapat digunakan hingga mengalami proses modifikasi. Dengan menambahkan karbohidrat ekor, kelompok prostetik hingga lipid.

Agar dapat digunakan maka modifikasi harus digunakan setelah proses translasi dan pelipatan protein.

Pelipatan protein ini pun dibagi ke dalam empat tingkatan proses, yang pertama adalah tingkat primer, tingkat menengah, tingkat tersier hingga tingkat kuarter.

 

Terdapat 62 kodon yang diketahui digunakan untuk asam amino dan pada tiap kodon ini dapat dibaca untuk digunakan membentuk asam amino. Lebih dari 20 asam amino yang dapat ditemukan di protein.

Tiap satu kodon yaitu AUG memiliki fungsi agar dapat membuat asam amino methionine. Serta menjadi start kodon dan memberikan signal untuk memulai proses sintesis protein.

Baca Juga :  Fungsi Mitokondria – Pengertian dan Manfaatnya

Tiga kodon tidak dapat membuat asam amino dan disebut dengan stop kodon yang meliputi UAA, UAG, dan UGA.

Ketiga asam amino ini akan mengirimkan sinyal bahwa proses sintesis sudah selesai, yang juga mengakhiri pembahasan kali ini. Jadi sudah tahu kan, bagaimana proses pembuatan protein dari awal hingga akhir.

 

Contoh Soal

1.) Apabila rantai DNA merupakan ATT GTA AAA CGG. Maka kode genetik yang akan dibawa mRNA untuk sintesis protein nya ialah?

Jawaban :

Berikut ini adalah urutan dari sintesis protein :

DNA rantai sense = ATT-GTA-AAA-CGG

DNA rantai antisense = TAA-CAT-TTT-GCC

Rantai kodon mRNA = UAA-CAU-UUU-GCC

Maka jawabannya adalah : UAA CAU UUU GCC

 

2.) Basa nitrogen yang ada di DNA, kecuali?

Jawaban :

Basa nitrogen DNA sendiri terdiri dari golongan purin yakni adenine A, guanine G hingg golongan pirimidin. Yakni sitosin © serta timin T.

Jadi yang bukan termasuk di dalam basa nitrogen DNA adalah : urasil.

 

3.) Sebutkan, bahan dasar yang digunakan dalam proses sintesis protein!

Jawaban :

Asam amino, jika sahabat biologi menyimak dengan baik ulasan di atas maka akan tahu bahwa bahan dasar proses sintesis protein adalah asam amino.

 

Demikian contoh soal dari sintesis protein yang dapat membuat sahabat biologi semakin mengerti ulasan yang satu ini.

Artikel Lainnya :