Simbiosis Parasitisme : 20 Contoh, Pengertian, dan Gambar Lengkap

Posted on

Simbiosis Parasitisme

Ekosistem.co.id – Simbiosis Parasitisme merupakan sebuah hubungan yang terjadi antara dua makhluk atau organisme hidup yang salah satunya merasa diuntungkan. Sedangkan yang lain merasa dirugikan.

Pada umumnya ada tiga jenis simbiosis, simbiosis mutualisme, komensalisme dan parasitisme. Pada artikel ini kita akan membahas secara rinci simbiosis parasitisme.

Artikel berikut ini menjelaskan pengertian dan contoh-contoh sehingga Anda bisa mendapatkan lebih banyak pemahaman dan pengertian.

 

Simbiosis Parasitisme Adalah

Organisme yang memperoleh makanan dengan cara mengambilnya dari organisme lainnya disebut dengan istilah parasit. Oleh sebab itu hubungan ini disebut dengan simbiosis parasitisme.

Organisme yang dimanfaatkan atau menjadi inang dalam hubungan ini biasanya akan mengalami kerugian yang bisa menyebabkan organisme tersebut mengalami sakit bahkan mati.

Simbiosis parasitisme sangat penting untuk menjaga kelangsungan hidup organisme dalam suatu ekosistem. Coba pikirkan apa yang terjadi ketika semua serangga dibasmi dan dimusnahkan.

Hasilnya adalah bahwa tanaman yang melakukan penyerbukan tergantung pada pembasmi serangga, tidak dapat menghasilkan benih dan karenanya secara bertahap mati. Ini tentu akan mengganggu keseimbangan ekosistem.

 

Contoh Simbiosis Parasitisme di Sekitar Kita

Di sekitar kita, ada banyak sekali contoh hubungan simbiosis parasitisme yang bisa kita perhatikan dan pelajari, di antaranya adalah :

1.) Hubungan Cacing Pita Dengan Manusia.

Contoh pertama simbiosis parasit dapat ditemukan dalam pola hubungan antara cacing pita dan manusia. Cacing pita yang hidup di usus mendapat manfaat dari menerima makanan gratis.

Sementara orang menderita kerugian. Ini karena ekstrak atau sari makanan yang digunakan dalam metabolisme manusia berkurang oleh cacing pita.

Kehadiran cacing pita ini menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai Taeniasis dan Cysticercosis. Biasanya pasien menderita pusing dan mual.

 

2.) Interaksi Tali Putri dengan Inangnya

Ketika permulaan tali puteri membentuk simbiosis dengan tanaman inang, tali puteri itu hanya melilit, dan hanya sedikit makanan yang diambil dari tanaman inang. Kebutuhan nutrisi, air dan mineral untuk melanjutkan kehidupan mereka, berasal dari tanaman inang.

Baca Juga :  Stepa - Pengertian, Proses, Ciri-ciri dan Persebarannya

Semakin lama talinya putri “tidak hanya” menghisap makanan dari inangnya. Bahkan, tali putri juga dapat beradu memperebutkan di daerah dan berbagi sinar matahari dengan inangnya. Meskipun ia pertama kali melilit sulurnya di pangkal batang tumbuhan Inang.

Kemudian ia dapat bergerak naik perlahan dan secara bergerombol “hinggap” dan menutupi tanaman inang. Sampai tanaman inangnya layu, kering dan mati.

 

3.) Interaksi Benalu dengan Inangnya

Pola interaksi antara benalu dan inang juga merupakan contoh dari simbiosis parasitisme. Benalu sebenarnya memiliki klorofil dan dapat melakukan fotosintesis secara mandiri. Tapi dia mengambil air dan nutrisi dari Inangnya.

Ini karena dia tidak memiliki akses ke tanah. Tanaman inang seperti nangka, cempedak atau beringin rusak karena setengah dari hasil penyerapan akar digunakan untuk pengembangan tanaman benalu.

 

4.) Interaksi Cacing Tambang dengan Inangnya

Cacing tambang dapat masuk ke dalam tubuh manusia lewat pori pori atau pun daging hewan yang sudah terinfeksi oleh cacing ini lalu dikonsumsi manusia. Dibilang sangat berbahaya bagi kehidupan manusia karena cacing ini dapat menyerap darah untuk bertahan hidup.

Sehingga manusia yang terjangkit cacing ini akan mudah mengalami kekurangan darah atau anemia.

 

5.) Kutu dan Binatang Tempat Dia Tinggal

Kutu hidup dengan cara menghisap darah hewan mau pun manusia yang menjadi inangnya. Oleh sebab itu hewan atau manusia yang ditempeli kutu tidak hanya akan merasa kurang nyaman dan gatal.

Namun mereka juga akan kekurangan darah karena darah mereka terus dihisap oleh kutu sebagai bahan makanan utamanya.

Di sisi lain, kutu juga bisa mendapatkan tempat tinggal di dalam tubuh inangnya.

 

6.) Rafflesia Arnoldi dan Inangnya

Bunga Rafflesia Arnoldi adalah bunga asli Bengkulu, yang ternyata bersifat parasit. Tidak memiliki akar, batang atau daun. Tumbuhan ini menerima makanan dengan menelan makanan yang dihasilkan oleh fotosintesis tanaman inang.

Baca Juga :  Ekologi Adalah – Ruang Lingkup dan Pengertiannya

Akibatnya, Inangnya merasa dirugikan karena jumlah makanan berkurang.

 

7.) Tikus dan Petani

Contoh simbiosis parasitisme adalah simbiosis yang mewakili hubungan antara Tikus dan Petani. Di mana tikus mendapatkan makanan ditumbuhan petani di sawah. Di sisi lain, petani menderita kerugian karena tanaman dimakan, yang mengurangi panen mereka.

 

8.) Alang-alang dan Tanaman Produksi

Nama ilmiah Alang-Alang adalah Imperata cylindrica, adalah gulma yang sangat berpengaruh bagi budidaya tanaman produksi. Kehadiran Alang-alang ini menjadi tidak menguntungkan karena merupakan saingan bagi tanaman produksi untuk mendapatkan air, mineral, nutrisi lainnya dari tanah dan sinar matahari.

Alang-alang juga termasuk gulma karena mengeluarkan senyawa allelopathic. Senyawa ini untuk mencegah pertumbuhan tanaman produksi.

 

9.) Jamur Panu dengan Manusia

Sebagai contoh, simbiosis parasitisme selanjutnya dari interaksi antara jamur panu dan manusia. Jamur panu mendapatkan keuntungan karena ia hidup sekaligus mendapat makanan protein di kulit manusia, tetapi manusia mendapat kerugian karena manjadi gatal dan merasa tidak nyaman.

 

10.) Cacing Hati dan Sapi

Hubungan antara cacing hati dan cacing sapi hampir sama dengan keberadaan cacing pita di usus manusia. Perbedaannya terletak pada berbagai jenis cacing dan di mana mereka tinggal, di hati sapi. Cacing hati bermanfaat karena dapat diberi makan oleh sapi.

Sementara ternak sebagai inangnya merasa dirugikan, karena kesehatan mereka dapat terganggu dan menyebabkan penyakit.

 

11.) Lalat Buah dan Buah buahan

Lalat buah menyerang dengan menyuntikkan telurnya ke dalam buah. Ini akan memengaruhi buah. Buah menjadi busuk dan rontok sebelum dipetik.

Sasaran utama lalat buah adalah tanaman buah (cabai, tomat, pare, mentimun, terong, melon, nangka, jeruk, apel, jambu air, jambu biji, dll).

Baca Juga :  Burung Pipit - Jenis, Beserta Pengertian Burung Pipit Yang Tinggal di Sawah

Lalat buah yang menyerang adalah lalat betina. Lalat menyerang dengan memasukkan alat bertelur (ovipositor) ke dalam buah. Tujuanya untuk menempatkan telur di dalam buah. Di mana telur menetas menjadi larva dan berkembang.

Larva ini merusak daging buah. Sementara buah membusuk dan rontok sebelum tua atau masak. Buah yang gugur ini bisa menjadi sumber serangan generasi berikutnya jika tidak segera dilakukan pemusnahan.

 

12.) Kutu dan Manusia

Kutu memiliki keuntungan mendapatkannya dengan menghisap darah dari kulit manusia. Manusia merasa dirugikan gara-gara dihisap darahnya. Selain itu, kehadirannya sangat mengganggu karena menyebabkan rasa gatal dan tidak nyaman.

 

13.) Interaksi Ikan Pearl dengan Teripang

Ikan Pearl biasanya hidup di di dalam kloaka (membrn pernapasan) Teripang. Ikan ini masuk ke dalam tubuh Teripang melalui anusnya dan kemudian terus masuk kedalam hingga menuju kloaka.

Setelah ikan Pearl behasil menembus membran pernapasan, ia akan tinggal di dalamnya.

Ikan Pearl akan memakan jaringan pernapasan dan gonad yang dimiliki Teripang. Teripang tidak akan mati karena mempunyai kemampuan regeneratif untuk menumbuhkan organ-organ yang hilang.

Saat ikan Pearl meninggalkan Teripang untuk mencari makan, mereka mengikuti aroma kimia dari tubuh Teripang. Sehingga membuat mereka bisa kembali lagi msauk ke anus Teripang itu.

Jadi, artikel tentang simbiosis parasitisme. Dengan pemahaman dan contoh simbiosis parasitisme ini, Anda dapat memahami interaksi antara kedua organisme ini.

 

Artikel Terkait : 

  1. Simbiosis Mutualisme
  2. Metamorfosis Kupu Kupu
  3. Jenis Hujan – Pengertian dan Contoh Lengkapnya