Siklus Batuan – Penjelasan, Contoh, Lengkap Dengan Gambar

Posted on

Siklus Batuan – Penjelasan, Contoh, Lengkap Dengan Gambar

Bebatuan atau biasa disebut juga dengan batu adalah benda padat yang dibentuk dari mineral bumi. Di bumi yang kita tinggali ini sendiri memilki banyak sekali jenis batuan atau batu-batuan. Bebatuan ini dibedakan menjadi beberapa jenis, tergantung dari ciri-ciri serta proses terbentuknya bebatuan tersebut. Batuan ini sendiri juga mempunyai daur hidupnya sendiri. Daur hidup dari batuan ini nih, yang disebut sebagai siklus air.

Bebatuan sendiri adalah sekumpulan benda padat dan juga solid. Batuan terbuat secara alami dan berasal dari mineral serta mineroloid. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, jika batuan mengalami sebuah siklus alam yang disebut dengan rock cycle atau kita sendiri lebih mengenalnya dengan istilah siklus batuan.

Penjelasan dan Proses Terjadinya Siklus Batuan

Penjelasan mengenai siklus batuan sendiri terjadi pada saat magma menjadi mengkristal dan berubah menjadi batuan beku. Selanjutnya batuan ini pun akan menjalani proses yang disebut dengan proses pelapukan. Dilanjutkan dengan proses erosi yang menjadikan magma berubah menjadi batuan sedimen.

Material ini akan terus mengendap dan berubah menjadi batuan sedimen hingga akhirnya akan terkena tekana dan juga panas bumi yang membuat batuan metamorf meleleh dan berubah menjadi magma lagi.

Itu lah penjelasan secara singkat mengenai siklus batuan, dan berikut ini adalah penjelasan lengkapnya mengenai proses siklus batuan dari awal hingga akhir. Simak yuk!

  1. Magma Mengkristal dan Membeku

Proses siklus batuan yang pertama kali adalah pada saat magma menjadi mengkristal. Magma sendiri adalah sumber utama batuan yang ada di seluruh permukaan bumi. Baik magma yang sudah membeku mau pun magma yang sudah mengkristal pada saat gunung berapi mengalami erupsi.

Baca Juga :  Fungsi Batang Pada Tumbuhan

Pada saat proses erosi akan keluar magma ke permukaan bumi. Magma ini disebut dengan magma ekstrusif. Pada akhirnya magma tersebut dapat membeku dan berubah menjadi batuan.

Sehingga di sekitar gunung berapi kita akan dengan sangat mudah menemukan batuan beku yang berasal dari magma.

  1. Batuan Beku Akan Mengalami Pelaupukan Kemudian Erosi dan Berubah Menjadi Sedimen

Jika proses kristalisasi magma selesai maka dalam proses berikutnya batuan ini akan mengalami pelapukan yang terjadi pada saat batuan masih membeku. Pelapukan ini terjadi karena adanya perubahan cuaca atau pun akan terjadi pelapukan secara alami seiring dengan berjalannya waktu.

Lalu batuan beku yang ada di permukaan bumi secara perlahan akan mulai mengalami proses pelapukan. Proses ini akan berlangsung secara alami dan dapat berlangsung dalam waktu yang lama. Akan tetapi hujan, panas matahari, angin serta iklim di sekitar dapat mempercepat proses pelapukan pada batuan tersebut.

Proses siklus batuan yang berikutnya adalah erosi atau proses pengikisan material padat yang terjadi karena interaksi air, hujan, udara dan es. Proses pelapukan batuan di siklus ini akan dibantu oleh air. Air memiliki peran untuk menghilangkan material yang berasal dari proses pelapukan.

  1. Endapan Material Menjadi Batuan Sedimen

Proses selanjutnya disebut dengan proses pengendapan batuan yang mana material yang terangkut oleh air pada saat proses pelapukan dan erosi tadi, akan mulai berkumpul di suatu tempat secara terus menerus. Hingga akhirnya material itu pun mengendap dan menjadi sebuah tumpukan material yang ada di dalam satu titik.

Endapan yang berasal dari hasil pelapukan batuan beku tersebut akan mulai mengeras dan juga menumpuk hingga lama kelamaan akan menciptakan endapan batuan. Endapan batuan ini lah yang disebut dengan batuan sedimen.

  1. Batuan Sedimen Akan Menerima Tekanan dan Juga Panas yang Berasal dari Bumi Untuk Menjadi Batuan Metamorf

Batuan yang berada di permukaan bumi ini adalah batuan sedimen yang akhirnya batuan ini akan mengalami sebuah proses yang disebut dengan pengangkatan. Proses ini akan membuat batuan menjadi semakin terkubur dan bergerak ke dalam bumi.

Baca Juga :  Tulang - Penjelasan Jenis Beserta Fungsinya Terlengkap

Proses ini akan membuat bebatuan itu menerima tekanan dan juga energi panas bumi yang terus meningkat.

Batuan sedimen pun selanjutnya akan mulai berubah menjadi batuan jenis yang lain yakni batuan metamorf dikarenakan adanya pengaruh dari tekanan dan juga suhu yang tinggi. Sedangkan di bagian dari batuan sedimen ini juga bisa menjadi lapuk seiring dengan berjalannya waktu.

Proses pelapukan di atas akan membuat batu mengendap hingga akhirnya mengeras dan menjadi batuan sedimen dengan jenis baru.

  1. Batuan Metamorf Akan Meleleh dan Kembali Menjadi Magma

Ini adalah proses terakhir dari siklus ini yang mana batuan akan kembali menjadi bentuk semula yakni magna. Batuan metamorf atau disebut juga dengan malihan ini akan mulai mengalami pelapukan. Proses ini akan membuat batuan menjadi batuan sedimen kembali.

Namun dengan struktur yang berbeda, sehingga membuat batuan metamorf menjadi mudah meleleh dan bentuknya kembali lagi menjadi magma.

Magma yang beku tersebut kemudian akan mengalami proses pelapukan serta dengan proses erosi dan juga pengendapan sehingga akhirnya terbentuk sedimen dan juga metamorf.

Proses siklus batuan ini akan terulang secara terus menerus dari awal hingga akhirnya magma kembali menjadi batuan dan batuan kembali menjadi magma lagi.

 

Contoh Siklus Batuan

Di dalam siklus air ada sekitar 3 jenis batu-batuan berdasarkan pada proses terbentuknya yaitu batuan beku, batuan metamorf dan juga batuan sedimen.

  1. Batuan Beku

Batuan beku awalnya adalah cairan dari magma. Lalu akan mengalami proses yang disebut dengan proses pembekuan. Yang membuat magma memasuki siklus batuan.

  1. Batuan Sedimen

Batuan sedimen berasal dari batuan beku yang mengalami proses pengikisan, pelapukan hingga proses pengendapan dikarenakan dipengaruhi oleh cuaca seperti air, gletser hingga angin untuk dibawa dan diendapkan di lokasi lain yang letaknya lebih rendah.

  1. Batuan Metamorf

Contoh batuan yang terakhir disebut dengan batuan metamorf dan batu ini tercipta dari batuan sedimen yang awalnya mengalami penambahan pada suhu. Dan tekanan yang asalnya dari panas yang ada di bumi. Lalu mengubah batuan ini untuk menjadi jenis batuan metamorf.

Baca Juga :  Jaringan Otot - Ciri Ciri, Fungsi, Struktur, Letak dan Gambarnya

Batuan ini sendiri nantinya akan meleleh dan kembali menjadi bentuk magma yang kemudian akan memulai siklus batuan dari awal lagi.

 

Demikian penjelasan kali ini mengenai siklus batuan, mulai dari penjelasan, contoh yang disertai dengan gambar. Semoga ulasan mengenai siklus batuan kali ini bermanfaan dan sampai jumpa.

Artikel Lainnya :