Sifat Virus – Penjelasan, Bentuk dan Ciri-Ciri

Posted on

Sifat Virus

Ekosistem.co.id – Sifat virus sebenarnya tidak hanya merugikan bagi makhluk lain yang ada di bumi. Namun ada juga beberapa sifat virus yang sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi manusia, hewan dan tumbuhan.

Tahukah kalian di dalam tubuh kita terdapat lebih dari 380 triliun virus yang tumbuh dan berkembang biak di dalam tubuh.

Namun, virus yang ada dalam tubuh manusia bukanlah virus yang berbahaya melainkan virus yang sebagian besarnya itu menginfeksi bakteri dalam jangka pendek.

Menurut sahabat biologi virus itu apa sih? Virus adalah parasit yang menginfeksi sel hidup. Virus membutuhkan sel-sel inang untuk bereproduksi, namun ada juga yang mengatakan bahwa virus itu merupakan peralihan antara makhluk yang hidup dan makhluk yang tidak hidup.

Mengapa virus disebut makhluk hidup yang mati dan makhluk yang hidup? Karena virus memiliki ciri-ciri yang menandakan makhluk hidup yaitu memiliki DNA.

Sedangkan virus juga memiliki ciri makhluk tidak hidup yaitu tidak mempunyai protoplasma.

 

 

Ciri-ciri Virus

Lalu, apa sajakah ciri-ciri virus? Ciri-ciri virus di antaranya :

1.) Virus tidak mempunyai sel atau aseluler.

2.) Virus bisa hidup jika dia berada pada makhluk hidup.

3.) Berukuran 20-300 milimikron, karena itu virus disebut sebagai makhluk yang sangat kecil atau mikroskopik.

4.) Umumnya virus itu berupa hablur atau krital.

5.) Virus hanya dapat memiliki asam nukleat RNA atau DNA.

6.) Tidak bermetabolisme.

7.) Virus memiliki bentuk yang bervariasi.

8.) Dapat di kristalkan.

9.) Tidak dapat membelah diri.

 

Bagian-bagian yang Membentuk Virus

Virus juga memiliki senyawa yang menyusun dalam tubuhnya, yaitu :

1.) Karbohidrat yang menyusun RNA pada virus adalah senyawa ribosa, sedangkan yang menyusun DNA pada virus adalah senyawa deoksiribosa.

Baca Juga :  Fungsi Bunga Pada Tumbuhan

2.) Senyawa yang merupakan penyusun utama kapsid adalah protein yang membungkus tubuh virus. Jika kapsid yang terisi asam nukleat (DNA/RNA) disebut nukleokapsid.

3.) Bagian paling vital pada virus adalah asam nukleat yang berupa DNA/RNA. Virus yang memiliki asam nukleat DNA disebut Deoksiribovirus, sedangkan yang memiliki asam nukleat RNA disebut Ribovirus.

4.) Lipid yang terdapat pada virus, yaitu gikolipid, fosfolipid, kolestrol dan lemak alami lainnya. Lemak sendiri merupakan komponen utama yang menyusun selubung pada tubuh virus

5.) Senyawa lain yang belum di ketahui.

 

 

Bentuk Virus

Virus juga memiliki beberapa bentuk, di antaranya :

1.) Ikosahedral

Berbentuk 3 dimensi atau memiliki 20 sisi. Contoh virus yang memiliki bentuk seperti ini adalah virus penyakit pada kuku dan mulut (FMDV).

2.) Helikal

Virus bentuk ini memiliki genom asam nukleat yang melilit pada kapsid yang memiliki struktur seperti untaian benang. Contoh virus bentuk ini adalah TMV.

3.) Prolat

Memiliki bentuk seperti ikosahedral tetapi memanjang pada bagian sumbunya.

4.) Kompleks

Tersusun dari berbagai protein yang berbeda dan bekerja sama untuk melindungi genom. Jenis virus yang masuk dalam bentuk ini adalah Bacteriofage T4.

5.) Berselubung

Bentuk virus jenis ini adalah virus yang kapsidnya di lapisi oleh membran lipid atau bisa disebut selubung virus yang berguna untuk menghindari sistem kekebalan tubuh. Jenis virus yang termasuk dalam bentuk ini adalah virus pada penyakit HIV.

 

Struktur Tubuh Virus

Perlu sahabat biologi ketahui, selain memiliki ciri dan bentuk yang beragam, virus juga memiliki struktur. Seperti manusia yang memiliki kepala, tangan, dan kaki, virus juga memiliki struktur yang menyusun tubuhnya sendiri, yaitu :

Baca Juga :  Sistem Reproduksi Wanita Dan Organ Penyusunnya

1.) Kepala

Kepala yang terdapat pada virus bisa berisi RNA atau DNA yang di lindungi oleh kapsid atau selubung yang tersusun dari protein. Kapsid pada virus bisa berbentuk heliks, bulat polihedral atau bentuk lainnya.

2.) Isi tubuh

Biasa disebut virion adalah bahan genetik yang berupa salah satu tipe RNA atau DNA. Virus yang memiliki tipe asam nukleat RNA biasanya berbentuk bulat, kubus atau polihedral.

3.) Ekor

Ekor pada virus berfungsi untuk menempelkan virus pada sel inang. Ekor virus yang berada di kepala ini tersusun dari beberapa tabung tersumbat yang isinya berupa benang dan serat halus.

4.) Kapsid

Pembungkus asam nukleat berupa DNA atau RNA yang berfungsi sebagai pembentuk tubuh dan pelindung virus. Kapsid ini bisa di bilang juga sebagai kulit pada virus.

 

 

Virus yang Merugikan dan Menguntungkan

Selama ini kita hanya mengenal jika Virus dianggap sangat merugikan, tidak hanya pada manusia tapi pada hewan dan tumbuhan.

Beberapa virus yang sangat berbahaya bagi manusia sudah ditemukan sejak lama, seperti virus ebola, virus cacar, virus SARS hingga yang terbaru virus corona. Beberapa virus tidak hanya berbahaya dan menular namun juga bisa mengakibatkan kematian.

Ada beberapa virus yang bahkan mejadi penyebab kematian banyak orang di seluruh belahan bumi ini. Seperti virus corona yang sudah hampir satu tahun menyerang.

 

Tapi sebenarnya ada pula virus yang bisa dimanfaatkan baik bagi bidang kesehatan manusia, hewan mau pun tumbuhan. Beberapa virus bisa diolah untuk menjadi vaksin yang digunakan untuk melawan penyakit dan berbagai virus.

Virus juga bisa digunakan untuk antitoksi, membuat hormon insulin hingga digunakan untuk melemahkan bakteri.

Baca Juga :  Kingdom Fungi – Klasifikasi, Ciri-ciri, Struktur, Contoh

Sehingga faktanya tidak semua virus merugikan dan berbahaya bagi keberadaan makhluk hidup lain seperti manusia, hewan dan tumbuhan. Namun beberapa jenis virus jika diolah dengan tepat maka bisa digunakan sebagai bagi kebaikan makhluk hidup yang ada di bumi.

 

Karena sifat virus cenderung sangat banyak sehingga wajib untuk kita pelajari dan semoga dari ulasan ini kita bisa mendapatkan banyak sekali manfaat dan ilmu pengetahuan yang penting bagi kita.

 

Artikel Lainnya :