Rangkuman Jaringan Hewan – Pengertian, Struktur, Gambar, dan Contoh

Posted on

Rangkuman Jaringan Hewan – Pengertian, Struktur, Gambar, dan Contoh

Ekosistem.co.id – Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai rangkuman jaringan hewan yang lengkap dengan pengertian, struktur, gambar beserta dengan contohnya khusus untuk sahabat biologi semuanya.

Jadi mau tahu, apa saja rangkuman jaringan pada hewan? Sebelum itu kita ketahui terlebih dahulu apa itu jaringan hewan di bawah ini yuk!

Pengertian Jaringan Hewan

Jaringan hewan adalah sekumpulan sel yang sama dan memiliki fungsi yang sama, kemudian membentuk suatu jaringan. Nantinya, jaringan-jaringan tersebut akan membentuk sebuah organ. Jaringan pada hewan dengan jaringan pada manusia bisa dibilang sama, tetapi ada beberapa bagian yang membedakannya.

Struktur Jaringan Hewan

Berikut ini adalah struktur jaringan hewan lengkap dengan penjelasan dan disertai dengan gambar dan contohnya.

Jaringan Epitel

Berupa membran atau kelenjar, yang tersusun dari sel yang melapisi permukaan luar. Terletak pada suatu lapisan membran basal yang disebut lamina basalis.

Fungsi :

  • Pelindung bagi jaringan dibawahnya
  • Absorpsi, menyerap sari makanan
  • Eksresi, membuang sisa-sisa metabolisme
  • Eksteroreseptor, menerima stimulus
  • Sekresi, menghasilkan zat atau enzim
  • Transpor zat
  • Membantu respirasi

 

Jaringan Epitel ini sendiri dibagi ke dalam beberapa jenis yakni :

 

  1. Jaringan Epitel Pipih

Jaringan epitel pipih dibagi ke dalam dua jenis, berikut ini jenis dan penjelasannya :

– Epitel pipih silindris terdapat pada alvelous, mesotelium, endotelium, selaput telinga tengah dan dalam.

– Epitel pipih berlapis banyak terdapat pada vagina, kulit, dan esofagus.

 

  1. Jaringan Epitel Kubus (Kuboid)
Baca Juga :  Biosfer – Pengertian, Komponen dan Faktor Penyebabnya

Jaringan epitel kubus juga dibagi menjadi beberapa bagian, berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.

– Epitel kubus selapis letaknya pada kelenjar, contohnya pada ginjal, lensa mata, kelenjar ludah, ovarium, tiroid dan pankreas.

– Epitel kubus berlapis banyak fungsinya untuk proteksi, absorpsi, dan sekresi. Contohnya pada saluran keluar kelenjar keringat.

 

  1. Jaringan Epitel Pipih Silindris

Epitel silindris selapis berfungsi untuk membantu proses absorpsi dan sekresi. Epitel silindris selapis bersilia letaknya berada di uterus, tuba uterina, duktus eferens, dan bronkus intapulmoner sedangkan Epitel silindris tidak bersilia, contoh bisa dilihat pada saluran pencernaan.

Epitel silindris berlapis banyak memiliki fungsi untuk sekresi dan perlindungan. Contohnya pada kelenjar ludah, trakea, faring, laring dan uretra.

 

  1. Jaringan Epitel Transisional

Merupakan peralihan epitel pipih berlapis banyak tanpa zat tanduk dengan epitel silindris berlapis banyak contohnya terdapat pada lapisan sistem urinaria.

 

  1. Jaringan Epitel Kelenjar

Terbentuk dari sekelompok sel epitel khusus untuk sekresi zat yang diperlukan dalam proses fisiologi tubuh.

– Kelenjar eksokrin, untuk sekretori eksternal. Contohnya pada lambung, kelenjar pankreas, kelenjar ludah  dan kelenjar keringat.

– Kelenjar endokrin, untuk sekresi internal. Contohnya pada kelenjar tiroid, kelenjar timus, kelenjar adrenal, kelenjar hipofisis, dan kelenjar paratiroid.

 

 

Jaringan Ikat (Jaringan Penyambung)

Pada perkembangan embrio, lapisan mesoderm membentuk jaringan mesenkim, yang selanjutnya menjadi jaringan ikat.

Fungsi :

  • Pengikat dan penyambung antar jaringan
  • Penyokong dan pembentuk struktur tubuh
  • Penyimpan energi
  • Pelindung suatu organ
  • Pertahan tubuh terhadap invensi bibit penyakit
  • Transpor cairan tubuh.

 

Jaringan ikat tersusun dari :

  1. Matriks Jaringan Ikat

– Subtansi intersel amorf (tidak berbentuk).

– Subtansi intersel fibrosa (serat).

(1). Serat kolagen.

Baca Juga :  Fungsi Protein – Untuk Kebutuhan Hidup Manusia

(2). Serat retikular.

(3). Serat elastik.

 

  1. Sel-sel Penyusun Jaringan Ikat

– Firoblas

– Makrofag

– Sel lemak (adiposa)

– Mast cell (sel tiang)

– Sel plasma

– Sel pigmen

– Leukosit

– Sel mesenkim

 

Jaringan ikat dibedakan menjadi :

  1. Jaringan Ikat Sejati

(a). Jaringan Ikat Longgar

  • Jaringan mukosa; yaitu jaringan embrional yang bersifat sementara pada pembentukan jaringan ikat. Terletak pada tali pusar bayi.
  • Jaringan areolar; fungsinya sebagai materi pengikat atau pembungkus jaringan lain dan organ-organ.
  • Jaringan lemak (adiposa); fungsinya sebagai bantalan pelindung organ cadangan makanan, penjaga suhu tubuh. Letaknya di bawah kulit dan persendian.
  • Jaringan retikuler; bersifat fagositosis. Letaknya pada nodus limfa, sumsum tulang belakang, dan hati.

(b) Jaringan Ikat Padat

  • Jaringan ikat padat teratur; contohnya tendon, ligamen dan aponeurosis.
  • Jaringan ikat padat tak teratur; contohnya pada fasia dan dermis kulit.

 

  1. Jaringan Ikat Cair

(a). Jaringan darah

(b). Jaringan limda

 

  1. Jaringan Ikat Penyokong

(a). Jaringan tulang rawan (kartilago)

  • tulang rawan hialin
  • tulang rawan elastik
  • tulang rawan firoblas

(b). Jaringan tulang keras (osteon)

  • tulang spongiosa
  • tulang kompak

 

Jaringan Otot

Mempunyai kemampuan kontraksi untuk melakukan gerakan di seluruh tubuh untuk melakukan segala aktivitasnya. Jaringan otot sendiri dibagi ke dalam beberapa bagian, seperti :

  1. Jaringan Otot Polos

Merupakan otot tak sadar karena gerakannya tidak menuruti perintah.

  1. Jaringan Otot Lurik atau Rangka

Merupakan otot sadar karena dibawah pengaruh saraf sadar.

  1. Jaringan Otot Jantung

Merupakan otot tak sadar yang dikendalikan oleh saraf otonom dan saraf simpatik.

 

Jaringan Saraf

Terdapat paling banyak pada susunan saraf pusat otak dan medula spinalis, sisanya di saraf tepi. Fungsinya untuk menerima rangsangan yang diubah menjadi impuls saraf, kemudian diteruskan ke bagian penerimaan, menafsirkan impuls, lalu memberikan jawaban yang tepat ke organ efektor.

Baca Juga :  Fungsi Rongga Mulut – Disertai Organ Aksesori Di Dalamnya

 

Nah, itu dia penjelasan mengenai rangkuman jaringan hewan lengkap dengan penjelasan beserta dengan gambarnya. Semoga bermanfaat dan selamat belajar untuk sahabat biologi yang selalu setia berkunjung ke website kami.

Artikel Lainnya :

  1. Fungsi Garam Mineral – Bagi Tubuh, Bagi Sel, Beserta Zatnya
  2. Sendi Sinartrosis – Pengertian, Perbedaan Dengan Sinkondrosis, Beserta Contoh
  3. Gambar Sel Tumbuhan dan Fungsinya