Proses Terjadinya Gempa Bumi

Posted on

Proses Terjadinya Gempa Bumi

Kali ini kita akan membahas tentang proses terjadinya gempa bumi. Kalian pasti pernah bukan merasakan bumi terguncang dengan kuat dan tubuh tidak bisa berdiri tegak karena hal itu? Ya, itu berarti kalian sedang merasakan gempa bumi yang bisa di sebabkan oleh dua faktor. Pergerakkan lempeng bumi dan letusan gunung berapi yang biasa di sebut kegiatan vulkanik.

Pengertian Gempa Bumi

Jika dlihat dari pengertiannya, gempa sendiri adalah getaran yang bisa dirasakan atau terjadi pada permukaan bumi. Ada banyak faktor yang menyebabkan bumi terguncang atau mengalami gempa bumi. Faktor paling umum adalah akibat adanya pelepasan energi yang ada di dalam bumi, dan dilepaskan secara tiba-tiba sehingga dapat menyebabkan gelombang seismik.

Gempa bumi ini biasanya di sebabkan pergerakkan kerak bumi. Kekuatan gempa bisa di ukur dengan alat bernama Seismometer. Skala yang di gunakan pun menggunakan satuan skala richter.

Penasaran gimana sih proses terjadinya gempa bumi ini? Mari kita bahas dan lihat bersama-sama.

Proses Terjadi Gempa Bumi

Disini ada dua jenis gempa yang akan kita bahas prosesnya, Tektonik dan Vulkanis.

Gempa Tektonik

Gempa ini disebabkan oleh lempengan bumi yang bergeser dan menimbulkan efek pada permukaan bumi yang kemudian akan menimbulkan getaran di permukaan bumi yang biasa disebut gempa ini.

Gempa bumi ini sendiri biasanya terjadi akibat adanya sebuah interaksi yang terjadi pada antar lempeng. Sehingga dapat menyebabkan lempengan lain bisa masuk serta menyusup hingga ke bawah kawah. Kejadian ini disebut dengan subduksi.

Baca Juga :  Pencemaran Tanah – Penyebab, Akibat, Contoh, Cara Menanggulanginya

Subduksi ini lempengan bumi yang saling mendekat dan bertumpuk satu sama lain. Pergerakkan lempeng ini biasanya yang menimbulkan adanya permukaan bumi yang berdataran tinggi dan rendah.

Ada pula proses dimana yang bisa menyebabkan gempa tektonik ini adalah lempeng bumi yang saling berjauhan dan mengakibatkan terbentuknya lempeng baru di antara lempeng yang saling bergerak itu.

Lempengan bumi yang terbentuk ini punya berat jenis yang lebih kecil dibanding lempeng yang saling berjauhan, hal ini membuat lempeng baru ini menerima tekanan lebih besar dari kedua lempeng yang lain.

Proses terjadinya gempa tektonik terdiri dari beberapa hal, yuk kita simak.

 

Ada banyak lempeng tektonik di suatu tempat

Bumi yang kita tempati ini punya lempeng yang menyusun kerak bumi. Lempeng yang bergerak inilah yang menyebabkan getaran di permukaan bumi. Ukurannya lempeng ini juga tidak bisa di bilang kecil karenanya setiap pergerakan yang di hasilkan oleh lempeng ini sangatlah mempengaruhi bentuk permukaan bumi.

 

Adanya gerakan mendadak maupun tak mendadak dari lempeng

Lempeng di dalam bumi ini mengalami banyak sekali aktivitas. Salah satunya adalah pergeseran. Pergerakkan ini terkadang menimbulkan dampak bagi permukaan bumi. Kalau kekuatannya besar bisa memunculkan pegunungan, lembah dan patahan maupun lipatan yang bisa menyerang permukaan bumi.

 

Terasa getaran di atas permukaan bumi

Getaran yang di rasakannya karena pergerakan lempeng-lempeng kerak bumi yang ukurannya besar. Getaran yang disebabkan bisa kuat. Tapi, di lihat lagi dari kedalaman lempeng tersebut ya.

 

Gempa Vulkanik

Gempa yang satu ini prosesnya di sebabkan oleh aktifitas gunung berapi. Membaca aktifitas gunung berapi, pasti langsung terpikirkan kalau hal ini berkaitan dengan gunung meletus bukan? Ya, benar sekali.

Baca Juga :  Hormon Giberelin–Pengertian, Letak, dan Fungsinya

Proses terjadinya gempa vulkanik ini sendiri karena ada aktivitas gunung yang mengalami erupsi. Penyebab terjadinya ini sendiri ada penyebabnya:

  • Ada aktivitas inti bumi berupa magma
  • Dapur magma mengalami gerakan yang dinamik
  • Proses keluarnya magma dari dalam bumi

Umumnya, proses terjadinya gempa bumi jenis ini hanya magma yang beraktivitas di perut bumi dan ingin erupsi.

Nah berikut nih proses terjadinya gempa vulkanik.

 

Proses dinamik dari magma dan cairan yang sifatnya hidrotermal

Gempa jenis ini di awali dari proses dinamik magma dan cairan yang ada di perut bumi bersifat hidrotermal yang artinya sangat peka terhadap panas. Bukan doi ya.

 

 Proses fluida (cairan yang dinamis)

Disini cairan yang dinamis di sebabkan oleh gradien suhu dan tekanan magma di perut bumi.

 

Mulai terbentuknya gelombang gempa

Karena proses fluida, terjadilah getaran gempa yang bisa di rasakan di permukaan bumi.

 

Nah itu dia tadi, pembahasan kita hari ini tentang proses terjadiya gempa bumi di permukaan bumi. Semoga dengan kamu membaca artikel ini, kamu bisa paham proses yang terjadi pada pergerakkan lempeng maupun aktivitas gunung berapi yang menyebabkan gempa ya. Jangan lupa untuk selalu waspada dengan fenomena alam di sekitar. Sampai jumpa.

 

Artikel Lainnya :

  1. Ekosistem Sawah – Penjelasan Berserta Rantai makannya
  2. Bioma Tundra – Pengertian, Ciri – Ciri, Proses, dan Iklim
  3. Proses Terjadinya Pelangi – Penjelasan Berserta Gambarnya
  4. Bentuk Muka Bumi – Penjelasan Terlengkapnya
  5. Ekosistem Sungai – Penjelasan, Ciri-ciri, Komponen, dan Manfaatnya