Proses Spermatogenesis

Posted on

Proses Spermatogenesis

Proses Spermatogenesis – Sperma dan juga air mani merupakan dua subtansi mau pun zat yang berbeda, sel sperma sendiri adalah bagian dari air mani yang biasanya hanya dapat kamu lihat dengan menggunakan bantuan mikroskop. Sedangkan air mani merupakan cairan yang memiliki warna keputihan dan juga kental yang keluar dari penis.

Sperma di dalam air mani inilah yang nantinya akan dapat bertemu dengan ovum atau sel telur yang kemudian akan membentuk zogot yang merupakan cikal bakal janin. Sebelum menjadi sel sperma yang siap untuk membuahi sel telur, sperma ini sendiri membutuhkan waktu yang cukup lama untuk diproduksi oleh testis itu sendiri dan proses dari pembentukan sperma di dalam testis ini lah yang biasa disebut dengan spermatogenesis.

Memahami Proses Spermatogenesis

Proses pembentukan sperma atau spermatogenesis ini merupakan proses pembentukan sel sperma yang dilakukan di dalam testis pria. Kata spermatogenesis ini berasal dari kata spermato yang berarti benih dan genesis yang berarti pembelahan.

Sel sperma ini sendiri diproduksi di dalam tubulus semiferus yang terletak di dalam tesetis, dan di dalam dinding tubulus akan ada banyak sel yang tersebat secara acak yang biasa disebut dengan sel sertoli, sel ini lah yang memiliki fungsi untuk memberikan makanan pada sel sperma yang belum matang, karena pada saat sel sperma sudah matang atau spermatogonia, spermatogonium atau sel induk sperma ini akan memperbanyak diri dengan cara melakukan proses mitosis dan juga meiosis.

Dari spermatogonium, sel sperma ini akan berubah menjadi spermatosit primer secara meiosis, setelah itu bari spermatosit primer ini akan membelah diri secara meiosis dan berubah menjadi spermatosit sekunder yang memiliki ukuran sama. Dengan melalui tahap meiosis kedua ini lah, spermatosit sekunder akan membelah diri lagi menjadi 4 spermatid yang memiliki ukuran yang sama dan bentuk yang sama juga.

Baca Juga :  Mengapa Membran Sel Bersifat Semipermeabel

Spermatid ini sendiri adalah tahap paling akhir sebelum akhirnya berubah menjadi sel sperma yang telah matang dan disebut dengan spermatozoa yang sudah siap untuk dikeluarkan bersama dengan air mani pada saat seorang pria mengalami ejakulasi.

Satu sel benih yang masih belum matang akan membutuhkan waktu sekitar 74 hari untuk mencapai kematangan akhir, dan selama proses spermatogenesis ini berlangsung ada lebih dari 300 juta spermatozoa yang akan diproduksi di setiap harinya.

Namun dari begitu banyanya sperma hanya ada sekitar 100 juga sel sperma yang akan berhasil matang dengan sempurna pada proses terakhir.

Sel Sperma Memiliki Ukuran Yang Sangat Kecil

Sperma yang sudah matang sendiri akan memiliki kepala yang berbentuk lonjong dan juga datar dan ekor ini memiliki bentuk bergelombang. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya jika sperma tak akan bisa kamu lihat secara normal dan membutuhkan bantuan sebuah mikroskop untuk melihat bentuk dari sperma hal ini dikarenakan sperma memiliki ukuran yang sangat kecil yakni hanya sekitar 0,05 milimeter yang dihitung dari ujung kepala hingga ekor. Bayangkan betapa kecilnya ukuran sperma ini kan, maka tak heran jika kamu tidak akan bisa melihat sperma dengan menggunakan mata telanjang.

Pada bagian kepala sperma ini memiliki kandungan kromosom dan juga memiliki struktur badan yang biasa disebut dengan akrosom. Akrosom ini sendiri memiliki kandungan enzim enzim hialuronidase dan juga proteinase. Dan keduanya memiliki fungsi untuk menembus lapisan sel teur, selain itu pada bagian tengah akrosom ini sendiri terdapat mitokondria kecil yang memiliki fungsi untuk menyediakan energi untuk menggerakkan ekor sperma.

Sperma yang sehat adalah sebuah kunci kesuburan pria dan jika kamu dan pasangan ingin memiliki banyak momongan maka kamu harus menjaga kesuburan sperma yang dimiliki dengan melakukan gaya hidup sehat. ada beberapa resep utama yang membuat kualitas sperma menjadi lebih baik, karena rupanya tak hanya faktor usia saja yang memiliki pengaruh pada kualitas sperma yang dimiliki oleh pria namun beberapa kebiasaan dan gaya hidup tak sehat juga menjadi penyebab kualitas sperma terganggu, seperti merokok, jarang berolahraga dan hobi mengkonsimsi makanan tidak sehat.

Baca Juga :  Sistem Ekskresi Pada Manusia – Organ, Fungsi Dan Gambarnya

 

Nah, jadi sekarang sudah tahu kan bagaimana proses spermatogenesis terjadi? Maka mulai sekarang cobalah untuk melakukan gaya hidup sehat untuk menjaga kualitas sperma ya.

Artikel Lainnya :

  1. Simbiosis Mutualisme – Disertai Dengan Gambar dan Penjelasan
  2. Kalkulator Kesuburan: Menghitung Masa Subur Disertai Tabel paling lengkap
  3. RNA Adalah? Pengertian, Fungsi dan Struktur
  4. Perbedaan Spermatogenesis dan Oogenesis
Rate this post