Proses Pembentukan Minyak Bumi

Posted on

Proses Pembentukan Minyak Bumi

Di kehidupan sehari-hari, kita pasti sering kali menggunakan minyak bumi untuk berbagai keperluan. Contohnya, seperti mengisi bahan bakar untuk kendaraan bermotor. Ternyata bahan bakar yang digunakan untuk kendaraan bermotor kita itu terbuat dari minyak bumi loh. Sayangnya, dari kita sendiri, banyak orang yang tidak tahu tentang detail proses pembentukan minyak bumi. Nah, maka dari itu, kami akan menjelaskan proses pembentukan minyak bumi secara rinci untuk Anda.

Teori Terbenbentuknya Minyak Bumi

Disebut sebagai emas hitam, minyak bumi memiliki bentuk cairan berwarna hitam yang kental, ada juga yang berwarna hijau. Memiliki sifat yang mudah terbakar, minyak bumi sendiri bisa ditemukan pada beberapa lapisan kerak bumi.

Dalam pembentukannya sendiri, terdapat beberapa teori dan pada kesempatan kali ini kami akan mencoba membahas tentang beberapa teori pembentukan minyak bumi tersebut.

  1. Teori Biogenetik (Organik)

Teori yang pertama disebut dengan teori biogenetik, pada dasarnya teori ini dikemukakan pertama kali oleh Macquir di tahun 1758 di Prancis. Mulanya, dia memiliki pendapat jika tumbuh-tumbuhan adalah asal muasal dari minyak bumi.

Lalu pada tahun 1763, M.W Lamanosow dari Rusia juga mengatakan hal yang sama. Pendapatnya ini kemudian didukung oleh sarjana lain seperti ; NemBeery, Engler, Hofer, dan Bruk.

Mereka mengemukakan bahwa minyak dan gas bumi berasal dari jasad hewan, tumbuhan ataupun makhluk organik lainnya dan tertimbun oleh endapan pasir serta lumpur. Lalu endapat lumpur tersebut akan membawa senyawa untuk dihanyutkan dan akhirnya terciptalah minya bumi. Yang mereka katakana berasal dari air sungai sampai lautan untuk kemudian berada di dasar laut mengendap selama jutaan tahun lamanya.

  1. Teori Anorganik

Pada tahun 1866, BarthBarthelot mengemukakan bahwa di dalam minyak bumi terdapat logam alkali. Logam alkali yang berada di dalam keadaan bebas, serta berada pada temperatur dan suhu yang cukup tinggi. Maka logam itu pun akan mulai membentuk astilena setelah bersentuhan dengan oksigen atau CO2. Sedangkan pada tahun 1877, Mendeleyev mengungkapkan hal yang hampir sama yakni menurutnya minyak bumi sendiri terbentuk akibat adanya pengaruh kerja uap yang terjadi pada karbia logam yang ada di dalam bumi.

Baca Juga :  Ovum – Pengertian, Proses Pembentukan Dan Fungsinya

Dari sini, semua pendapat memiliki kesamaan yang menyebutkan jika minyak bumi dibentuk dari adanya unsur kimia yang terdapat di dalam tanah, serta adanya pengaruh suhu dan juga adanya pengaruh dari tekanan yang tinggi.

  1. Teori Duplex

Teori ini merupakan teori gabungan dari kedua teori di atas, dan banyak digunakan oleh kalangan luas. Teori ini menyebutkan jika minya bumi diciptakan dari bermacam-macam jasad organisme yang ada di laut. Baik hewan atau tumbuhan.

Organisme yang tertutup oleh lumpur di dasar laut dalam waktu lama akan membuatnya berubah menjadi batuan sedimen secara perlahan. Batuan ini sendiri memiliki ciri yang sama dengan bintik-bintik minyak dan gas. Batuan ini lah yang dikemukakan menjadi batuan induk.

 

Proses Pembentukan Minyak Bumi

Berikut ini merupakan proses terjadinya pembentukan minyak bumi yang belum banyak diketahui :

  1. Fotosintesa Ganggang

Minyak bumi dihasilkan oleh ganggang yang berfotosintesa, biota terpenting dalam menghasilkan minyak bumi. Sebenarnya tumbuhan tingkat tinggi juga bisa saja menghasilkan minyak bumi. Akan tetapi pada tumbuhan tingkat tinggi diketahui lebih mudah untuk menghasilkan gas dibadingkan dengan minyak bumi.

  1. Pembentukan Batuan Induk

Batuan ini terbentuk karena adanya ganggang mati yang terendapkan di cekungan sedimen. Batuan ini sendiri adalah sebuah batuan yang di dalamnya terkandung karbon yang cukup tinggi. Proses pembentukan batuan induk cukup spesifik, sehingga tidak sembarang cekungan dapat menjadi batuan induk tersebut.

  1. Pengendapan Batuan Induk

Setelah proses pembentukan batuan induk, batuan tersebut yang sudah terbentuk akan tertimbun oleh batuan lain selama jutaan tahun. Batuan sarang merupakan salah satu batuan yang menimbun batuan induk.

Batuan sarang sendiri secara umum dapat dibentuk dari batu gamping, batu vulkanik mau pun pasir yang ditimbun bersama serta adanya ruang berpori.

Baca Juga :  Jumlah Kromosom Manusia

Batuan induk yang lama kelamaan akan semakin ditumpuk oleh batuan lain, akan semakin tertekan ke dalam sehingga mencapai suhu antara 50 sampai dengan 180 derajat Celsius. Jika mencapai suhu yang lebih tinggi maka akan membuat karbon tersebut berubah untuk menjadi gas.

  1. Proses Akhir

Pada proses akhir yang mana pada saat karbon terkontamitasi dengan suhu panas maka akan segera bereaksi bersamaan dengan hidrogen. Untuk membentuk hidrokarbon. Di sini batuan induk yang sudah matang pun nantinya akan mulai berubah menjadi minyak bumi yang masih dalam keadaan mentah.

Minya bumi yang masih mentah ini sendiri bentuknya masih kental dan memiliki berat jenis lebih kecil dari air. Dengan masa jenis yang lebih rendah ini lah, akan membuat minyak mentah naik ke atas, dan jika minyak tersebut pun akan siap ditambang karena pada saat naik ke permukaan minyak tersebut terperangkap pada batuan yang bentuknya menyerupai mangkuk terbaik.

 

Nah, itu adalah penjelasan lengkap dari proses pembentukan minyak bumi. Ternyata sangat panjang bukan? Semoga artikel ini bermanfaat untuk membantu Anda belajar sekaligus menambah wawasan pengetahuan Anda. Sekian dari kami, terima kasih.

 

Artikel Lainnya :

  1. Sumber Daya Alam yang Dapat Di Perbaharui
  2. Sumber Daya Alam
  3. Dataran Tinggi – Ciri – Ciri, Manfaat