Perbedaan Spermatogenesis dan Oogenesis

Posted on

Perbedaan Spermatogenesis dan Oogenesis

Perbedaan Spermatogenesis dan Oogenesis – Di dalam Gametogenesis terdapat dua jenis yakni spermatogenesi dan oogenesi. Keduanya memiliki perbedaan yang dapat terlihat dengan jelas. Spermatogenesi merupakan proses di mana sel sel kelamin jantan dan juga betina atau gamet, sedangkan oogenesis adalah sebuah proses pembentukan gamet betina dewasa atau ovum. Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah pembahasan mengenai perbedaan dari spermatogenesis dan oogenesis.

Namun sebelum itu, alangkah lebih baik jika kita membahas mengenai spermatogenesis dan oogenesis terlebih dahulu.

Pengertian Spermatogenesis

Spermatogenesis adalah proses pembentukan spermatozoa haploid ( sperma ) dari spermatogonium diploid dalam testis jantan. hal ini terjadi pada tubulus seminiferus testis

Spermatogenesis melibatkan spermatogonium, sel sertoli, dan sel leydig. Ketiganya terdapat didalam tubulus seminiferus.
1. spermatogonium ( sel induk spermatozoa ) merupakan penghasil sperma
2. sel sertoli merupakan pemberi nutrisi spermatozoa
3. sel leydig merupakan penghasil hormon testosterone

Hormon yang mempengaruhi Spermatogenesis

spermatogenesis dipengaruhi oleh beberapa hormon, diantaranya
1. LH ( Luteinizing Hormone ) yang berfungsi merangsang sel leydig untuk menghasilkan hormon testosteron
2. FSH ( Follice Stimulating Hormone ) sebagai perangsang sel sertoli untuk menghasilkan ABP ( Androgen Binding Protein ). ABP merangsang spermatogonium untuk memulai spermatogenesis

Kedua hormon tersebut dihasilkan oleh kelenjar hipofisis anterior.

Tahap pembentukan Spermatogenesis

Tahap pembentukan sperma adalah sebagai berikut :

  1. Tahap penggandaan, sel primordial mengalami pembelahan mitosis berulang -ulang dan membentuk spermatogonia ( tunggal = spermatogonium )
  2. Tahap pertumbuhan, spermatogonium bersifat diploid. Spermatogonia tumbuh dan berkembang membentuk spermatosit primer ( diploid )
  3. Tahap pematangan, spermatofisit primer membelah secara meiosis membentuk dua spermatosit sekunder ( haploid ). Setelah spermatosit sekunder membelah secara meiosis maka terbentuklah empat buah spermatid ( haploid ). Setiap spermatid akan berdiferensiasi menjadi sperma ( haploid )
Baca Juga :  Antibodi - Mengenal dan Memahami Antibodi dan Jenis Tertentu

Bagian Sperma

  1. Bagian Kepala Sperma
    Bagian kepala sperma memiliki fungsi utama yaitu memegang DNA dari sel sperma selain itu, berfungsi untuk memecah inti sel telur dari wanita sehingga dapat dibuahi.
  2. Bagian Tubuh Sperma
    bagian tubuh atau tengah pada sperma memiliki fungsi utama membawa energi dari sperma sehingga dapat bergerak dan membuahi sel telur.
  3. Bagian Ekor Sperma
    bagian ekor sperma berfungsi untuk menggerakan sperma

Pengertian Oogenesis

oogenesis adalah proses pembentukan ovum haploid fungsional dari sel germninal diploid dalam ovarium.

Tahap Oogenesis

Tahap pembentukan Ovum Yaitu :

  1. Tahap penggandaan terjadi dalam ovarium janin ketika masih dalam kandungan. Pada tahap penggandaan, sel primordial mengalami pembelahan mitosis membentuk oogonia ( tunggal = 00gonium ) yang bersifat diploid.
  2. Tahap pertumbuhan terjadi pada ovarium bayi. Pada tahap pertumbuhan oogonium mengalami pembelahan mitosis membentuk oosit primer ( diploid ). oosit primer berada dalam keadaan dorman ( istirahat ) sampai anak perempuan mengalami masa puber.
  3. Tahap pematangan dimulai pada masa puber. Pada masa puber terjadi perubahan hormonal pada tubuh perempuan. Perubahan tersebut mengakibatkan oosit primer membelah secara meiosis I menghasilkan oosit sekunder ( berukuran besar ) dan badan polar I ( berukuran kecil ). Oosit sekunder berhenti mengalami pembelahan saat terjadi ovulasi.

Oosit Sekunder

Oosit sekunder menghasilkan senyawa fertilisin yang mempunyai beberapa fungsi berikut :
a. mengaktifkan sperma agar bergerak lebih cepat
b. menarik sperma secara kemotaksis positif
c. mengumpulkan sperma disekeliling ovum

Perbedaan Spermatogenesis dan Oogenesis

  1. Perbedaan yang pertama adalah spermatogenesis terjadi pada testis sementara oogenesis terjadi pada ovarium.
  2. Perbedaan yang kedua adalah sperma lebih kecil dari spermatosit sedangkan pada oosit ovum lebih besar.
  3. Perbedaan selanjutnya adalah nukleus mengalami pemadatan di dalam sperma sementara di dalam ovum tidak dapat ditemukan pada pemadatan nukleus.
  4. Di dalam spermatogenesis hanya sedikit saja makanan yang disimpan di dalamnya namun di dalam oogenesis ada banyak makanan dan biokimia yang dicadangkan di dalam ovum.
  5. Sebuah spermatosit primer dibagi untuk dapat membentuk dua spermatosit sekunder sedangkan sebuah oosit primer membagidiri untuk membentuk satu oosit sekunder dan satu badan polar.
  6. Sebuah spermatosit sekunder akan membagi diri untuk membentuk dua spermatid sementara oosit sekunder membelah diri untuk memebntuk satu sel terlu dan juga satu badan polar.
  7. Di dalam proses spermatogenesis tidak akan ada badan polar yang terbentuk sementara di dalam proses oogenesis terbentuk badan polar.
  8. Pada proses spermatogenesis sebuah spermatogonium membentuk empat spermatozoa sedangkan di dalam proses oogenesis sebuah oogonium membentuk hanya satu sel telur saja.
  9. Di dalam proses spermatogenesis pada umumnya selesai pada testis sehingga membuat sperma matang dilepaskan dari testis sedangkan oogenesis sering selesai pada saluran reproduksi wanita atau pun banyak hewan di dalam air dikarenakan oosit dilepaskan dari ovarium.
  10. Pada proses spermatogenesis merupakan proses untuk mengambil bagian dalam reproduksi, spermatid berubah menjadi benang sperma oleh proses spermatogenesis sedangkan di dalam proses oogenesis ootid yang mengambil bagian di dalam reproduksi.
  11. Spermatogenesis merupakan proses yang terus menerus terjadi dan lengkap sekitar 74 hari sedangkan proses oogenesi merupakan proses terputus dan akan selesai dalam kurun waktu beberapa hari atau beberapa tahun.
  12. Proses spermatogenesis menghasilkan gamet motil sedangkan oogenesis menghasilkan gamet non – moti.
Baca Juga :  Skoliosis Adalah - Penjelasan Lengkap Beserta Penyebabnya

Nah sudah tahu kan, apa saja perbedaan spermatogenesis dan oogenesis yang dibahas secara lengkap bersama dengan pengertiannya.

Artikel Lainnya :

  1. Biologi – Pengertian, Cabang, Manfaat dan Ruang Lingkup
  2. Organiseme – Pengertian Lengkap dan Contoh
  3. Siklus Menstruasi : Fase, Pengertian Dan Penghitungannya Beserta Gambar
  4. Pengertian Enzim – Macam – Macam dan Fungsinya
  5. Biosfer – Pengertian, Komponen dan Faktor Penyebabnya