Perbedaan Dikotil dan Monokotil

Posted on

Perbedaan Dikotil dan Monokotil – Pastinya kamu sudah sering sekali mendengar istilah dikotil dan monokotil bukan? Sesuai dengan namanya kedua istilah ini tentunya memiliki perbedaan yang mendasar sehingga dapat membuat keduanya dapat dibedakan dengan mudah, nah berikut ini kami akan mengulas lengkap mengenai apa saja perbedaan dikotil dan monokotil.

Perbedaan Dikotil dan Monokotil

Dari Pengertiannya

Dikotil – merupakan sebuah tumbuhan berbunga atau Angiospermae yang mempunyai biji berkeping dua dan sepasang daun lembaga atau kotiledon. Daun lembaga yang pertama terbentuk pada saat pertama kali membentuk sebuah biji pada tumbuhan. Maka sebagian besar tumbuhan jenis ini memiliki biji yang mudah dibelah menjadi dua bagian.

Monokotil  – merupakan sebuah tumbuhan berbunga Angiospermae yang mempunyai biji berkeping satu dan memiliki daun yang berselang seling dengan tulang daun yang sejajar dan memiliki satu daun lembaga atau pun lebih, daun ini dikenal dengan istilah Kotiledon.

 

Dari  Biji

Dikotil –  memiliki dua kepingan biji pada buahnya dikarenakan ketika proses perkecambahan terjadi kepingan biji pada buah jenis ini mengalami pembelahan.

Monokotil – memiliki satu kepingan biji pada buahnya dikarenakan ketika proses perkecambahan berlangsung kepingan biji pada buah jenis ini tidak mengalami pembelahan.

 

Dari Daun

Dikotil – memiliki bentuk simetris dan juga melebar dengan tulang daun yang memiliki bentuk menyirip.

Monokotil –  memiliki bentuk daun memanjang yang mirip dengan pita dengan tulang daun yang memiliki bentuk sejajar mau pun melengkung.

Baca Juga :  Jaringan Kolenkim

 

 

Dari Akar

Dikotil –  memiliki sistem bentuk akar tunggang yang kuat dan bercabang banyak, bentuknya cenderung tebal dan juga besar sehingga dapat digunakan untuk menembus hingga ke dalam tanah dan memiliki sebuah tudung akar yang disebut denga kaliptra.

Monokotil –  memiliki sistem akar serabut yang cenderung lebih tipis dan kecil jika dibandingkan dengan akar pada tumbuhan dikotil. Akar pada tumbuhan ini juga memiliki sebuah tudung yang disebut dengan kaliptra.

 

Dari Bunga

Dikotil – memiliki bunga dengan kelipatan 4 atau 5 kelipatan di kelopak bunganya dan memiliki struktur serbuk sari yang terdapat pada bunganya memiliki 3 pori pori.

Monokotil – memiliki bunga dengan 3 kelipatan pada kelopak bunga dan memiliki struktur serbuk sari di bunganya yang hanya memiliki 1 pori pori saja.

 

Dari Batang

Dikotil – memiliki letak batang dengan kambium yang di antaranya adalah xilem dan floem, berkayu dan juga bercabang banyak.

Monokotil – batangnya tidak memiliki kambium, tidak berkayu, dan tidak bercabang karena batang pohon jenis ini akan terus bertumbuh lurus hingga meninggi.

 

Dari Berkas

Dikotil – memiliki berkas pengangkut batang tumbuhan yang lebih tertaur berkat adanya xilem yang terletak di dalam kambium dan juga floem yang berada di luar kambium yang terdapat pada batang tumbuhan ini.

Monokotil – memiliki berkas pengangkut batang tumbuhan yang tidak teratur dan tersebar dengan baik di pembuluh kayu mau pun pembuluh tapis yang ada pada batang tumbuhan tersebut.

 

 

Tabel Perbedaan Dikotil dan Monokotil

No Perbedaan Monokotil Monokotil
1 Jumlah Kepingan Biji Dikotil Berkeping satu
2 Tulang Daun Berkeping dua Sejajar atau Melengkung
3 Bentuk Daun Menjari atau Menyirip Memanjang seperti pita
4 Jenis Akar Cenderung Simetris & Melengkung Serabut
5 Tudung Akar Tunggang Ada
6 Jumlah Kelopak Bunga Tidak ada Kelipatan 3
7 Batang Kelipatan 4 sampai 5 atau lebih Tidak Berkambium & tidak Berkayu
8 Pertumbuhan Akar & Batang Berkambium & Berkayu Stagnan (Tidak dapat membesar)
9 Letak Berkas Pengangkut Dapat membesar Tersebar & tidak teratur
10 Struktur Serbuk Sari Tersebar & Teratur Memiliki satu pori
11 Contoh Tumbuhan Memiliki tiga pori Padi, Palem, Kelapa, & Jagung
Baca Juga :  Stepa - Pengertian, Proses, Ciri-ciri dan Persebarannya

 

 

Contoh Tumbuhan Dikotil dan Monokotil

No Tumbuhan Dikotil Tumbuhan Monokotil
1 Albisia (Albizia Sp) Padi (Oryza Sativa)
2 Asem (Tamarindus Indica) Jagung (Zea Mays L)
3 Bayam (Amarantus Hibridus) Salak (Sallaca Edulis)
4 Bugenvil (Bougainvillea Glabra) Jahe (Zingiber Officinale)
5 Buncis (Phaselous Granatum) Tebu (Sacarum Officinale)
6 Jeruk Bali (Citrus Maxima) Aren (Arenga Pinnata)
7 Delima (Punica  Granatum) Kunyit (Curcuma Domestica)
8 Ercis (Punica Granatum) Bawang Putih (Allium Sativum)
9 Cabai Merah (Capsicum Annum) Bawang merah (Allium Cepa)
10 Jambu Batu (Psidium Guajava) Sagu (Metrotylon Sagoo)
11 Tomat (Solanum Lycopersicum) Pisang (Musa Paradisiaca)
12 Karet (Gossypium Sp) Eceng gondok (Eichornia Crassipes)
13 Akasia Australia (Acasia Auriformis) Lengkuas (Alpinia Galangal)
14 Beringin (Ficus Benjamina) Bambu (Bambusa Sp)
15 Belimbing Wuluh (Averrhoa Blimbi) Melon (Cucumis Melon)
16 Bunga Pukul Empat (Mirabilis Jalapa) Naga (Hylocerus Undatus)
17 Cermai (Phyllanthus Acidus) Sawo (Menikara Kavki)
18 Tembakau (Nicotina Tabacum) Vanili (Vannili Planifolia)
19 Flamboyan (Delonix Regia) Iris (Iridaceae)
20 Limau (Citrus) Alang-Alang (Imperaa cylindrical)

 

Contoh dari tanaman dikotil dan monokotil di atas mengakhiri pembahasan kali ini mengenai perbedaan dikotil dan monokotil yang wajib kamu tahu, karena kamu tak hanya harus mengetahui pengertian dari masing masing jenis tumbuhan ini ya, tapi juga perbedaan. Nah, sekarang jadi sudah tahu kan. Mampir terus di website kami untuk pembahasan lain yang lebih menarik, sampai jumpa.

Artikel Lainnya :

  1. Apa yang dimaksud dengan ekosistem – Komponen Ekosistem, dan Contoh Ekosistem, Beserta Penjelasannya
  2. Proses Fotosintesis – Rumus, Proses Secara Sederhana, dan Proses Secara Lengkap
  3. Fungsi Trakea Pada Hewan Serangga dan Manusia
  4. Anatomi Tubuh Manusia
  5. Manfaat Reboisasi – Pengertian, Tujuan dan Fungsinya
Baca Juga :  Perbedaan Pertumbuhan Primer dan Sekunder