Penyerbukan Sendiri – Penjelasan, Contoh, Dilengkapi Gambar

Posted on

Penyerbukan Sendiri

Ekosistem.co.id – Penyerbukan sendiri merupakan salah satu jenis penyerbukan yang dilakukan secara alami atau oleh tumbuhan itu sendiri. Penyerbukan  merupakan sebuah peristiwa yang sangat penting yakni proses jatuhnya serbuk sari ke permukaan kepala putik.

Proses penyerbukan disebut juga dengan istilah persarian dan merupakan sebuah proses yang sangat penting bagi tumbuhan. Sebab proses ini menjadi cara tumbuhan untuk memperbanyak jenisnya dengan cara berkembang biak.

Karena penyerbukan ini memiliki fungsi untuk memudahkan serbuk sari melekat pada kepala putik. Apabila proses penyerbukan bisa berhasil maka akan diikuti dengan pertumbuhan buluh serbuk.

Buluh serbuk inilah yang memasukkan saluran putik menuju ke bakal biji yang nanti akan menimbulkan proses pembuahan.

 

Pengertian Penyerbukan Sendiri  atau Autogami

Penyerbukan disebut juga dengan istilah autogami dan merupakan sebuah proses menempelnya serbuk sari yang berasal dari suatu bunga. Ke kepala putik yang terjadi secara khusus pada bunga yang sama atau bunga yang berbeda.

Namun proses ini terjadi pada tanaman atau bunga yang ada pada klon tanaman yang sama atau sejenis.

 

Ciri–ciri Penyerbukan Sendiri

Secara umum penyerbukan sendiri memiliki ciri ciri yang membedakannya dengan penyerbukan lainnya.

Berikut ini adalah ciri ciri penyerbukan sendiri atau penyerbukan yang bersifat autogami dan disertai dengan penjelasnnya :

1.) Jatuhnya Serbuk Sari di Stigma Kepala Bunga

Ciri-ciri penyerbukan sendiri yang pertama dapat dilihat denga

n proses jatuhnya serbuk sari dari bunga itu sendiri. Dan proses penyerbukan ini sendiri biasanya dapat terjadi dengan beberapa bantuan, seperti berikut ini :

1.) Anemogami adalah penyerbukan yang dibantu oleh alam seperti angin.

2.) Anthropogami adalah penyerbukan yang dibantu oleh manusia.

3.) Hydrogami adalah penyerbukan yang dibantu oleh air.

4.) Zoidiogami adalah penyerbukan yang dibantu oleh hewan.

2.) Terjadi Hanya Pada Bunga Hermaprodit

Ciri kedua bisa dilihat karena pistil dibuahi oleh serbuk sari y

Baca Juga :  Spermatophyta – Pengertian, Macam – Macam dan Manfaatnya

ang berasal dari bunga itu sendiri dan proses penyerbukan sendiri ini hanya dapat terjadi pada tanaman dengan bunga hermaprodit.

Bunga hermaprodit sendiri adalah bunga dengan dua alat kelamin penuh, seperti betina dan jantan dalam satu bunga duduk. Contoh bunga hermaprodit di sekitar kita adalah bunga buah naga, bunga padi hingga bunga sepatu.

 

3.) Tidak Menghasilkan Variasi Keturunan

penyerbukan sendiri bisa dilihat dari hasil keturunannya yang lebih bervariasi dikarenakan jenis kelamin laki-laku dan perempuannya berasal dari tanaman sejenis. Atau berasal dari jenis tanaman yang sama.

Sehingga tidak ada warisan sari sifat sifat yang berbeda seperti yang terjadi dari penyerbukan silang atau pun penyerbukan bastar.

 

 

Jenis-jenis Penyerbukan Sendiri

Agar lebih jelas lagi kami tak hanya akan memberikan penjelasan mengenai pengertian penyerbukan silang dan ciri cirinya akan tetapi juga akan memberikan penjelasan tentang jenis jenis penyerbukan sendiri.

Penyerbukan sendiri bisa juga disebut dengan istilah self – pollination yang dibagi menjadi dua jenis yaitu penyerbukan sendiri alami dan penyerbukan sendiri buatan.

Berikut ini adalah jenis jenis dan penjelasannya :

1.) Penyerbukan Sendiri Alami

Jenis penyerbukan sendiri yang pertama adalah penyerbukan sendiri yang terjadi secara alami. Dan dilakukan oleh tumbuhan itu sendiri namun dengan syarat adanya kelengkapan alat kelamin yang terdapat pada bunga yakni putik dan benang sari.

2.) Penyerbukan Sendiri Buatan

Jenis yang kedua adalah penyerbukan sendiri secara buatan atau yang dibantu dengan menggunakan rekayasa manusia karena proses penyerbukan sendiri ini. Melakukan penyerbukan dengan cara buatan.

Caranya degan mengumpulkan serbuk sari dari kepala sari yang ada pada tanaman lalu dioleskan atau diletakkan di putik bunga yang sama. Tapi bisa juga pada bunga yang ada di tanaman yang sama sebelum diserbuki.

Baca Juga :  Sel Prokariotik - Ciri Ciri, Tabel Perbedaan Sel Prokariotik dan Eukariotik

 

Keuntungan Penyerbukan Sendiri

Penyerbukan sendiri memiliki keuntungan bagi manusia mau pun tumbuhan, berikut ini adalah keuntungan yang dimiliki oleh keuntungan penyerbukan sendiri :

1.) Tidak ada keragaman dalam gen pada penyerbukan sendiri sehingga kemurnian ras bisa dipertahankan.

2.) Untuk melakulan proses penyerbukan sendiri, tanaman tidak akan bergantung pada faktor eksternal. Bahkan pada jumlah yang lebih kecil dari biji-bijian dan menghasilkan tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dalam proses penyerbukan.

3.) Memastikan jika karakter resesif dari proses penyerbukan sendiri dihilangkan.

 

Kerugian Penyerbukan Sendiri

Meski memiliki banyak sekali kelebihan, namun penyerbukan sendiri juga memiliki beberapa kekurangan di antaranya adalah :

1.) Tidak adanya percampuran gen sehingga tidak aka nada karakter mau pun fitur baru yang bisa dihasilkan dari penyerbukan sendiri.

2.) Mengurangi kekuatan dan vitalitas dikarenakan tidak adanya fitur baru yang dihasilkan.

3.) Tanpa adanya karakter baru yang dihasilkan maka kekebalan keturunan yang dihasilkan untuk menangani penyakit menjadi berkurang.

 

 

Contoh Tanaman yang Melakukan Penyerbukan Sendiri

Di sekitar kita ada banyak sekali proses penyerbukan sendiri yang bisa kita lihat dengan mudah. Contoh dari tanaman yang melakukan proses penyerbukan sendiri antara lain adalah :

1.) Buncis

2.) Gandum

3.) Kacang tanah

4.) Kacang panjang

5.) Kentang

6.) Tomat

7.) Wijen

8.) Buah naga

9.) Kembang sepatu

10.) Padi

11.) Tembakau

 

Contoh penyerbukan sendiri ini mengakhiri ulasan dari Ekosistem.co.id kali ini, sampai jumpa pada pembahasan berikutnya. Semoga bermanfaat.

 

Artikel Lainnya :

  1. Biologi – Pengertian, Cabang, Manfaat dan Ruang Lingkup
  2. Organiseme – Pengertian Lengkap dan Contoh
  3. Siklus Menstruasi : Fase, Pengertian Dan Penghitungannya Beserta Gambar
  4. Pengertian Enzim – Macam – Macam dan Fungsinya
  5. Biosfer – Pengertian, Komponen dan Faktor Penyebabnya