Pengertian Metamorfosis – Perbedaan, Dan Jenisnya

Posted on

Pengertian Metamorfosis – Perbedaan, Jenisnya

 

ekosistem.co.id – Secara singkat Metamorfosis adalah “Proses perkembangan hewan yang melibatkan perubahan bentuk struktur maupun perubahan fungsi organ-organ tubuh hewan tersebut.

Pada halaman ini kami akan menjelaskan ciri-ciri metamorfosis sempurna maupun metamorfosis tidak sempurna disertakan gambar hewan yang mengalami proses metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna

 

Pengertian Metamorfosis :

Metamorfosis adalah tahapan perkembangan hewan yang melibatkan perubahan fisik atau bentuk tubuh hewan mulai dari fase telur, menetas, dan sampai menjadi hewan dewasa. Perubahan bentuk yang terjadi meliputi perubahan anatomi, morfologi, maupun fisiologis.

Hewan yang mengalami metamorfosis berasal dari kelompok Serangga, Amfibi (katak), Molusca, Crustacea (udang-udangan), Echinodermata, dan Tunicata. Metamorfosis sendiri dibedakan menjadi dua, yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.

Metamorfosis sempurna tejadi pada jenis hewan yang termasuk amfibi (katak) dan sebagian jenis serangga. Sebagian jenis serangga lainnya mengalami metamorfosis tidak sempurna.

Metamorfosis umumnya terjadi dengan fase yang berbeda, seperti telur, larva, pupa juga nimfa. seringkali juga tanpa fase pupa atau nimfa dan berakhir menjadi makhluk hidup dewasa atau imago. berikut penjelasan apa yang dimaksud dengan telur, nimfa, larva, pupa juga imago, mari kita bahas satu persatu

  • Telur

Sel telur merupakan fase paling awal terbentuknya individu baru makhluk hidup yang dimiliki hewan betina, yang nantinya akan berubah menjadi zigot setelah melalui proses pembuahan oleh spermatozoa hewan pejantan. Hewan betina akan meletakkan telur yang sudah dibuahi di tempat yang sesuai dengan perkembangan calon anaknya.Kemudian telur yang berhasil menetas akan menjadi larva atau nimfa.

Baca Juga :  Piramida Makanan Adalah – Lengkap Dengan Pengertian, Contoh, Gambar
  • Larva

Setelah telur menetas mereka akan menjadi larva atau hewan muda. Fase ini seringkali terjadi pada metamorfosis amfibi dan serangga. Bentuk larva sangatlah berbeda dengan hewan tersebut ketika dewasa. Misalkan larva nyamuk atau jentik nyamuk sangat berbeda dengan nyamuk dewasa. Larva tidak memiliki organ tubuh tertentu ketika sudah dewasa.

Pada serangga tertentu mereka akan sering berganti kulit atau disebut molting atau ekdisis. Hal ini disebabkan karena ukuran tubuh serangga semakin membesar. Pada fase ini mereka akan sangat aktif makan. Pada waktu yang ditentukan larva akan mengurangi bahkan berhenti makan untuk memasuki fase berikutnya, yaitu pupa.

  • Nimfa

Nimfa adalah hewan muda yang mempunyai bentuk tubuh yang sama seperti betuk tubuh pada fase dewasa/imago. Namun, ukuran tubuh pada fase nimfa lebih kecil dari ukuran pada fase dewasa (imago). Pada masa ini, beberapa bagian organ hewan ada yang belum tumbuh. Bentuk tubuh hewan pada fase nimfa hanya terjadi pada jenis hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna.

  • Pupa

Pupa sering disebut sebagai kepompong. Fase pupa atau kepompong merupakan fase transisi, di mana serangga dalam fase ini berada dalam keadaan tidak makan dalam waktu yang cukup lama. Fase pupa atau kepompong hanya terjadi pada jenis serangga yang mengalami metamorfosis sempurna atau amfibi. Setelah melewati fase pupa/kepompong, hewan akan menjadi imago atau individu dewasa.

  • Imago

Fase dewasa (Imago). Sampai waktu yang ditentukan, beda hewan beda pula waktu yang diperlukan sampai bisa bermetamorfosis menjadi hewan dewasa. Pada fase ini, hewan akan keluar dari kepompong menjadi hewan dewasa dengan bentuk yang jauh berbeda. Imago memiliki habitat dan cara makan yang berbeda dengan ketika masih berbentuk larva.

Fase hewan dewasa merupakan fase reproduksi dimana imago akan saling mengadakan perkawinan (jantan dan betina) yang nantinya akan menghasilkan ratusan telur dan siklus perkembangbiakan dan pertumbuhan pada hewan tersebut akan terulang.

Baca Juga :  Fungsi Vakuola – Penjelasan Beserta Gambarnya

 

Perbedaan dan jenisnya:

 

1. Metamorfosis Tidak Sempurana (Hemimetabola)

Metamorfosis tidak sempurna
Metamorfosis tidak sempurna

Metamorfosis tidak sempurna disebut juga dengan hemimetabola. Karakteristik dari matamorfosis tidak sempurna adalah perubahan bentuk tubuh antara fase nimfa dan fase imago adalah tidak mencolok. Selain itu, jenis hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna tidak mengalami fase pupa/kepompong. Sehingga tahapan metamorfosis tidak sempurna adalah telur, nimfa, dan imago.

Dengan kata lain, metamorfosis tidak sempurna dapat dikatakan sebagai proses pertumbuhan pada hewan yang tidak mengalami perubahan bentuk secara signifikan. Perubahan fisiologis yang terjadi pada hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna hanya terjadi pada beberapa organ saja.

1. Ciri-ciri Metamorfosis Tidak Sempurna

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna:

Perubahan bentuk tubuh antara fase nimfa dan fase imago tidak mencolok, hanya terdapat sedikit perbedaan.

Tidak mengalami fase pupa/kepompong.

 

Contoh hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna:

  • Belalang

Belalang termasuk hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna. Urutan tahapan metamorfosis belalang meliputi telur – nimfa – imago (belalang dewasa).

  • Kecoa

Urutan metamorfosis tidak sempurna pada kecoa adalah telur – nimfa – imago (kecoa dewasa).

  • Capung

Tahapan metamorfosis tidak sempurna pada capung adalah telur – nimfa – imago (capung dewasa).

  • Jangkrik

Salah satu lainnya untuk contoh hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna adalah jangkrik. Tahapan metamorfosisnya melalui telur – nimfa – imago (jangkrik dewasa).

  • Rayap/Laron

Tahapan daur hidup rayap atau laron melalui telur – nimfa – imago (laron dewasa) – raja/ratu.

 

2. Metamorfosis Sempurna (Holometabela)

Metamorfosis sempurna
Metamorfosis sempurna

Metamorfosis sempurna ditandai dengan perubahan bentuk tubuh pada serangga dengan perbedaan yang sangat terlihat antara fase larva dan fase imago (dewasa). Metamorfosis sempurna juga sering disebut dengan holometabola. Tahapan metamorfosis hewan yang mengalami metamorfosis sempuran melalui 4 tahapan. Keempat fase tahapan tersebut adalah telur, larva, pupa/kepompong, dan imago (hewan dewasa).

Baca Juga :  Jenis Anjing - Nama Anjing Paling Berbahaya

 

Ciri-ciri Metamorfosis Sempurna:

Memiliki perbedaan bentuk yang sangat berbeda antara fase pupa dan fase imago.

Pasti melalui fase pupa atau kepompong.

 

Contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna:

  • Katak

Tahapan metamorfosis sempurna pada katak dimulai dari telur – kecebong – katak muda – imago (katak dewasa).

  • Nyamuk

Urutan metamorfosis pada nyamuk adalah telur – larva/jentik – pupa – imago (nyamuk dewasa).

  • Kupu-Kupu

Tahapan metamorfosis sempurna pada kupu-kupu adalah telur – larva – pupa – imago (kupu kupu dewasa).

  • Lalat

Lalat termasuk hewan yang mengalami metamorfosis sempurna. Tahapan metamorfosis yang dilalui lalat meliputi telur – larva – pupa/kepompong – imago (lalat dewasa).

  • Lebah

Urutan metamorfosis sempurna yang dilalui lebah adalah telur – larva – pupa/kepompong – imago (lebah dewasa).

  • Semut

Semut termasuk seranggan yang mengalami metamorfosis sempurna, tahapan yang dilalui meliputi telur – larva – pupa/kepompong – imago (semut dewasa).

  • Kumbang

Tahapan metamorfosis sempurna yang terjadi pada serangga adalah telur – nimfa – kepompong/pupa – imago (kumbang dewasa).

 

Demikianlah penjelasan tentang ciri-ciri metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.Disertai contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna dan contoh hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna. Baca juga artikel kami yang lain seputar tentang pelajaran biologi.