Penerapan Teknologi Perkembangbiakan Tumbuhan dan Hewan untuk Kesejahteraan Manusia

Posted on

Penerapan Teknologi Perkembangbiakan Tumbuhan dan Hewan untuk Kesejahteraan Manusia

Ekosistem.co.id – Penerapan Teknologi Perkembangbiasakan Tumbuhan dan Hewan untuk Kesejahteraan Manusia mulai dikembangkan dari waktu ke waktu. Bahkan menjadi salah satu fokus utama banyak ilmuwan di bidang ini. Untuk meningkatkan tidak hanya kuantitas namun kualitas dari tumbuhan dan hewan yang dikembangbiakkan.

Perkembangbiakan atau disebut juga dengan proses reproduksi merupakan sebuah proses yang dilakukan untuk memperbanyak jumlah spesies makhluk hidup. Baik manusia, hewan dan tumbuhan semuanya melakukan proses ini meski dengan cara berbeda.

Namun kini proses reproduksi hewan dan tumbuhan dapat dilakukan dengan bantuan teknologi loh.

Kemajuan teknologi telah mempengaruhi ilmu biologi dalam hal ini yakni teknologi perkembangbiakan. Setidaknya, dengan teknologi perkembangbiakan diharapkan akan memperoleh individu baru yang memiliki sifat dan karakter lebih baik daripada induknya secara cepat.

Tujuan dari perkembangbiakan tumbuhan mau pun hewan adalah agar kebutuhan manusia seperti bahan makanan dapat terpenuhi.

Selain itu, cara ini digunakan untuk menjaga populasi serta keseimbangan. Agar menghindari kepunahan bagi suatu sepesies yang sudah dianggap terancam punah.

 

Penerapan Teknologi Perkembangbiakan Tumbuhan dan Manfaatnya

Berikut ini akan dijelaskan secara singkat mengenai teknologi perkembangbiakan tumbuhan yang meliputi vertikultur, hidroponik dan kultur jaringan tumbuhan. Sedangkan teknologi reproduksi pada hewan ialah inseminasi buatan dan kloning.

Vertikultur

Teknik budidaya tumbuhan dengan cara membuat instalasi secara bertingkat (vertikal) dengan tujuan meningkatkan jumlah tanaman. Tujuan utama aplikasi teknik vertikultur adalah memanfaatkan lahan sempit semaksimal mungkin.

Jenis tumbuhan yang dibudidayakan biasanya yang bernilai ekonomi tinggi dan berumur pendek seperti sayuran seledri, caosin, pakcoy dan selada.

 

Hidroponik

Hidroponik sendiri merupakan suatu teknik budidaya yang terbilang berbeda sebab menggunakan media tanam air. Biasanya media tanam yang digunakan adalah tanah, namun di sini kita menggunakan air untuk mengembangbiakan tanaman. Caranya dengan melarutkan nutrisi dan mineral yang dicampur ke takaran tertentu dalam air.

Baca Juga :  Skoliosis Adalah - Penjelasan Lengkap Beserta Penyebabnya

Tumbuhan yang bisa menggunakan teknik hidroponik yaitu sayuran paprika, tomat, timun, terong dan selada. Anda bisa menumbuhkannya secara langsung dalam wadah yang berisi nutrisi atau dengan tambahan medium tak larut dalam air (kerikil, arang, sekam, spons).

 

Komponen Hidroponik

Sistem hidroponik terdiri dari beberapa komponen yang cukup penting, seperti berikut ini :

a.) Air

Air menjadi bahan utama dalam teknologi ini sebagai media tanam yang juga menyediakan nutrisi bagi tumbuhan.

b.) Cahaya

Cahaya tetap dibutuhkan oleh tanaman hidroponik karena cahaya menjadi bahan bakar bagi tumbuhan untuk memproduksi makanan.

c.) Oksigen

Oksigen juga tidak boleh dilupakan sebab kadar oksigen yang cukup juga sangat penting bagi perkembangbiakan tumbuhan hidroponik.

d.) Nutrisi

Nutrisi sangat dibutuhkan karena media tanamnya adalah air yang harus diberi asupan nutrisi. Dan suplemen khusus karena tumbuhan ini berkembang dengan cara yang berbeda ketika ditanam di tanah.

 

 

Kultur Jaringan Tumbuhan

Kultur jaringan adalah memperbanyak tumbuhan dengan teknik mengambil suatu bagian dari sebuah tumbuhan. Misalnya sel atau sekelompok, atau bisa juga menggunakan jaringan atau organ tumbuhan.

Kemudian bagian tersebut ditumbuhkan dalam kondisi steril pada medium yang mengandung nutrisi dan zat pengatur tumbuh (hormon).

Tumbuhan pun akan mulai memperbanyak dirinya dengan cara berkembang biak menjadi tanaman dengan organ yang lengkap, seperti akar, daun dan batang.

Kultur jaringan ini pun terbagi atas beberapa jenis apabila berdasarkan jaringannya, berikut penjelasannya :

1.) Kultur Embrio

2.) Kultur Polen

3.) Kelapa Protoplas

4.) Kultur Enter

5.) Kultrur Kloroplas

6.) Kultur Meristem

 

 

Penerapan Teknologi Perkembangbiakan Hewan dan Manfaatnnya

Selain teknologi perkembangbiakan tumbuhan, hewan pun memiliki teknologinya. Berikut teknologi perkembangbiakan hewan :

 

Inseminasi Buatan

Kawin suntik atau iseminasi ini adalah sebuah proses yang dilakukan dengan cara memasukkan sebuah cairan yang merupakan sperma dari sapi jantan unggul. Untuk kemudian disuntikkan pada saluran reproduksi sapi berjenis kelamin betina.

Baca Juga :  Fungsi Mikrofilamen – Penjelasan Lengkap Dengan Gambar

Alat yang digunakan berupa suntikan, sperma yang telah dibekukan masuk ke dalam saluran reproduksi sapi betina menggunakan suntikan tersebut.

Teknologi ini mempunyai banyak manfaat selain dapat mempercepat waktu, hemat biaya namun juga memperbaiki kualitas anakan.

 

Kloning

Teknik ini terbilang cukup sulit, akan tetapi masih bias dipraktikkan ketika mengetahui cara penerapannya yang benar.

Kloning sendiri merupakan sebuah proses yang digunakan untuk mengganti sel telur dengan sel somatis. Serta akan diberikan kejutan listrik sehingga sel akan dapat berkembang biak seperti yang diharapkan.

Setelah berhasil berubah menjadi embrio, maka embrio tersebut ditanamkan pada rahim hewan betina.

Proses reproduksi ini akan menghasilkan anak yang sangat mirip dengan induknya. Karena proses ini mengambil inti somatis dari induk sapi.

 

Bayi Tabung

Bayi Tabung memiliki istilah Fertilisasi in Vitro yang merupakan sebuah proses perkembangbiakan dengan cara mempertemukan sperma dengan telur. Dan cara ini dilakukan di luar tubuh kedua induknya dan cara ini sangat ampuh dilakukan bagi makhluk hidup yang mempunyai permasalahan pada sperma nya.

Permasalahan yang biasa terjadi ketika berjumpa dengan sel telur dan sperma yang tidak mampu bertemu dengan sel telur ini. Maka proses pembuahan akan dilakukan di embrio dan dimasukkan ke dalam rahim hewan betina.

Ilmuwan pun sangat bekerja keras untuk mengembangkan teknologi ini agar dapat digunakan pada tumbuhan dan hewan. Karena teknologi tidak hanya memberikan manfaat namun menggunakan pemanfaatan cara yang benar.

Diharapkan teknologi ini dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi manusia saja, akan tetapi juga pada semua makhluk hidup. Meski keuntungan yang dirasakan oleh tumbuhan dan hewan bukan secara nilai ekonomis. Namun berupa proses perkembangan yang cepat baik pada hewan mau pun tumbuhan.

Cara ini pun dianggap sangat bermanfaat bagi manusia sebab mampu memenuhi kebutuhan manusia, selain itu makhluk lain pun akan mendapatkan keuntungan juga. Kelebihan lainnya adalah dari pemanfaatan waktu yang terbilang lebih singkat.

Baca Juga :  Nukleus

Para petani dan peternak juga dapat meningkatkan produktifitas mereka dengan cukup maksimal karena teknologi ini. Sehinga teknologi ini bisa dibilang mampu memberikan kesejahteraan bagi manusia.

 

 

Dampak Negatif Penerapan Teknologi Perkembangbiakan Tumbuhan dan Hewan

Meskipun memiliki segudang manfaat, nyatanya penerapab teknologi pada perkembangbiakan baik hewan mau pun tumbuhan. Diaggap juga memiliki dampak negatif seperti berikut ini :

 

Dampak Negatif dari Bioteknologi

Penggunaan teknologi perkembangbiakan baik pada tumbuhan dan hewan memberikan akibat negatif seperti timbulnya pencemaran lingkungan. Baik lingkungan air dan tanah karena pestisida dan pupuk buatan yang jika digunakan secara berlebihan.

Sementara penerapan transfer DNA yang dilakukan sebagai proses pemulihan tanaman dan hewan apabila tidak dikendalikan. Mampu membuat keseragaman genetik menjadi meningkat.

 

Dampak Negatif di Bidang Ekonomi

Sementara bagi bidang ekonomi, teknologi perkembangbiakan tumbuhan dan hewan memiliki dampak seperti :

1.) Banyak pengangguran karena tenaga kerja dan petani yang tidak memiliki kualifikasi dalam pekerjaan ini tidak memiliki kesempatan untuk bekerja.

2.) Sering terjadi penipuan ketika melakukan transaksi atau pembelian dan merugikan salah satu pihak.

3.) Dapat mengalami kerugian dalam jumlah besar jika petani atau peternak tidak dapat menerapkan teknologi ini. Apalagi jika mereka merupakan peternak atau petani tradisional yang sangat awam terhadap teknologi.

4.) Namun jika tidak menggunakan teknologi ini para petani mau pun peternak juga akan mengakami kerugian karena kalah bersaing.

 

Begitulah pembahasan kali ini mengenai Penerapan Teknologi Perkembangbiasakan Tumbuhan dan Hewan untuk Kesejahteraan Manusia. Jangan lupa mampir terus ke website kami untuk mendapatkan materi pembelajaran menarik lainnya.

 

Artikel Lainnya :