Pembelahan sel – Pembelahan Mitosis Dan Meiosis, Dilengkapi dengan Prosesnya

Posted on

Sel adalah salah satu di dalam bagian struktur tubuh kita. Dan juga di dalam struktur tubuh setiap makhluk hidup yang ada. Sementara itu pembelahan sel adalah suatu proses yang terjadi apabila ada satu sel induk yang kemudian berubah menjadi dua, atau bahkan beberapa bagian.  Hasil pembagian dari sel tersebut bisa sobat biologi sebut dengan istilah sel anak ya.

Seperti yang sudah kami jelaskan di atas, jika sel bisa sahabat biologi temukan pada setiap makhluk hidup yang ada di bumi. Mulai dari tumbuhan, hewan, kita sebagai manusia. Pokoknya semua makhluk hidup yang tersusun dari sel di dalamnya.

Proses pembelahan sel bisa secara sederhana sahabat biologi lihat dari biji kacang hijau. Mulanya biji kacang hijau hanya memiliki satu biji saja. Kemudian berkembang memiliki batang, lalu tumbuh daun hingga akhirnya munculah bunga dari kacang hijau yang hanya memiliki satu biji. Nah, inilah yang disebut sebagai pembelahan sel.

Perubahan yang dilakukan oleh biji kacang hijau hingga akhirnya menjadi tumbuhan kacang yang sempurna dengan batang, daun dan bunganya. Akan terjadi berkat adanya proses pembelahan sel sel yang berasal dari biji asalnya yang terus bertambah.

Proses pembelahan sel ini pula terjadi pada manusia, mulanya sel sperma bertemu dengan sel ovum. Untuk kemudian berubah menjadi zigot. Lalu bertumbuh menjadi janin, hingga menjadi bayi dan akhirnya menjadi remaja dan manusia dewasa seperti sahabat biologi.

Sehingga bisa dinyatakan bahwa sahabat biologi dan saya berasal dari dua sel. Yakni sel sperma dan sel ovum yang akhirnya tumbuh menjadi sel yang jumlahnya banyak. Hingga triliunan loh.

Pada tiap tiap organisme baik organisme kecil seperti bakteri. Maupun organisme yang besar dan kompleks seperti manusia, lalu hewan hingga tumbuhan. Semuanya juga akan mengalami proses pembelahan pada sel nya loh.

Proses pembelahan sel ini sendiri pertama kali dikemukakan oleh Rudolf Virchow yang merupakan seorang dokter asal Jerman. Di tahun 1858 beliau secara resmi mengemukakan teori ini.

Baca Juga :  Pengertian Biosfer – Dilengkapi Dengan Contohnya

Dokter Rudolf Virchow menyebut teori ini sebagai “omnis cellula e cellula” yaitu sebuah teori mengenai sel. Artinya adalah bahwasanya setiap sel berasal dari sel yang lainnya pula. Maka sel mempunyai keahlian dalam membelah diri atau pun untuk memperbanyak sel tersebut secara mandiri.

Sel yang ada di dalam tubuh sahabat biologi dan makhluk hidup lainnya akan mengalami proses pembelahan. Maka akan terbentuklah sel sel yang baru dan sel ini lah yang nanti akan mulai membentuk sebuah jaringan baru.

Jaringan-jaringan tersebut akan berubah menjadi organ yang ada di dalam tubuh sahabat biologi dan mahkluk hidup lain.

Karena sel sel ini bersifat hidup dan dapat berkembang serta memperbanyak diri, sel ini pun memiliki usia loh. Artinya sel ini bisa terbentuk dan juga memiliki usia hidup, atau dengan kata lain sel ini bisa rusak dan mati.

Hal ini bisa sahabat biologi lihat dari sel darah merah yang pastinya sudah sahabat biologi kenal bahwa sel ini memiliki usia sekitar 120 gari saja. Maka setelah 120 hari terlewati, sel ini pun akan melalukan proses pembelahan yang membuatnya mampu memproduksi sel baru.

Lalu sel lama akan menjadi rusak dan akhirnya mati. Ini lah yang disebut dengan usia hidup dari sel darah merah. Atau pun sel sel lain yang ada di dalam tubuh kita dan makhluk hidup lainnya. Pastinya setiap sel memiliki siklus hidup yang berbeda-beda.

Jika tugasnya sudah terselesaikan maka sel akan dengan sendirinya membelah diri, menciptakan sel baru yang disebut dengan sel anak.

Di dalam setiap tubuh makhluk hidup atau organisme yang sudah dewasa. Jumlah sel yang dimiliki sangat banyak loh, bahkan mencapai hingga triliuanan. Namun perlu sahabat biologi mengerti jika setiap sel yang ada di dalam tubuh, di dalam organ tubuh manusia dan makhluk hidup berbeda-beda.

Dan jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan, artinya jumlah sel ini harus konstan. Tidak boleh kurang tidak baik juga jika berlebihan.

Baca Juga :  Hewan Mamalia – Pengertian, Ciri-Ciri, Contoh Terlengkap

Sahabat biologi bisa mengambil contoh dari sel darah merah yang ada di dalam tubuh wanita dewasa yakni sekitar 4 hingga 5 juta sel pada satu mikroliter darahnya. Nah, jika jumlah sel yang ada pada organ tubuh tersebut melebihi dari jumlah yang seharusnya, maka akan terjadi gangguan kesehatan.

Biasanya bisa menimbulkan sebuah penyakit seperti tumor hingga kanker darah. Penyakit ini memang bisa terjadi akibat sel di dalam organ yang tidak stabil.

 

Pembelahan sel biasanya merupakan bagian kecil dari suatu siklus sel yang lebih besar, kali ini kita akan fokus kepada pembahasan pembelahan mitosis dan meiosis serta proses mitosis :

 

Pembelahan Mitosis dan Meiosis

Pembelahan Mitosis

Pembelahan mitsos terjadi pada sel tubuh yaitu sel somatik. Pembelahan sel yang menghasilkan sidat kromosom berpasangan (2n) ini terjadi proses pembelahan nucleus menjadi dua nucleus dan setiap anakan menerima satu set kromosom. Satu set kromosom tersebut berbentuk benang-benang halus yang jumlahnya sama dengan jumlah kromosom sel induknya.

Mitosis berfungsi mempertahankan faktor genetic dari generasi ke generasi berikutnya tetap normal dan menjaga sel anakan yang terbentuk tetap memiliki sifat induknya tanpa ada perubahan dari sifat itu sendiri.

Ada 4 fase dalam pembelahan mitosis; profase, metafase, anafase, dan telofase masa di antara pembelahan sel disebut interfase. Ada tiga periode selama interfase, yaitu periode tumbuh pertama, periode sintesis DNA, dan periode tumbuh kedua.

 

Pembelahan Meiosis

Pembelahan meiosis terbagi menjadi dua tahap (meiosis I dan meiosis II) tanpa interfase.

Meiosis I

1.) Profase I

a.) Leptoten, terbentuk kromosom

b.) Zigoten, terjadi sinapsis

c.) Pakiten, kromosom membelah membentuk kromatid sehinggan tiap kromosom mengandung empat kromatid

d.) Diploten, kromosom homolog saling menjauhkan diri sehingga terbentuk kiasma

e.) Diakinesis, mengandung empat kromatid

 

2.) Metafase I

a.) Membran inti menghilang

b.) Terbentuk benang-benang spindel

Baca Juga :  Jaringan Pada Hewan – Jenis, Letak, Fungsi, Dilengkapi Dengan Gambar

c.) Kromosom berjajar di sepanjang ekuator

 

3.) Anafase I

a.) Pada tahap ini kromosom homolog bergerak ke arah kutub yang berlawanan

 

4.) Telofase I

a.) Membrane inti dan anak inti kembali terbentuk

b.) Terbentuk dua sel anakan melalui proses sitokinesis.

 

Meiosis II

Pada meiosis II tidak terjadi reduksi kromosom seperti pada meiosis I. Tahap pembelahan pada meiosis II sama seperti pada tahap pembelahan mitosis.

 

Proses Mitosis

Yang dimaksud dengan Proses mitosis adalah proses pertumbuhan dan perkembangan suatu makhluk hidup, dan terjadi karena adanya proses bertambahnya jumlah sel-sel pada bagian penyusun tubuh.

Proses pertambahan jumlah sel-sel pada bagian penyusun tubuh juga bisa berlangsung melalui tahapan proses pembelahan sel secara mitosis. Pembelahan sel secara mitosis yakni, suatu proses pembelahan sel, yang biasanya terjadi pada bagian-bagian sel somatis.

Pada proses pembelahan sel secara mitosis terjadi pada bagian- bagian sel eukariotik.

Pada proses pembelahan sel secara mitosis tersebut pada setiap sel-sel indukan yang mempunyai sifat diploid (biasa disebut 2n) dan akan menghasilkan dua buah sel- sel anakan, yang pada masing-masing sel-sel anakan tetap mempunyai sifat diploid.

Jumlah yang dimiliki oleh kromosom sel-sel anakan adalah sama dengan jumlah kromosom yang dimiliki oleh sel-sel indukannya. Misalkan Apabila pada sel-sel indukannya mengandung sejumlah 46 kromosom, maka pada sel-sel anakannya juga mengandung sejumlah 46 kromosom.

 

Nah, itulah tadi pembahasan mengenai pembelahan sel yang mudah mudahan bisa menambah refrensi belajar bagi sahabat biologi di rumah. Semangat terus berlajarnya ya! Wassalam…

Artikel Lainnya :

  1. Daur hidup Nyamuk Terlengkap, Cara Berkembang, Wabah penyakit, dan Gambarnya
  2. Bunga – Fungsi Tangkai Bunga, dan Fungsi Benang Sari, dan 10 Fungsi lainnya Dilengkapi Gambar
  3. Spermatogenesis dan Oogenesis
  4. Proses Spermatogenesis
  5. Jumlah Kromosom Manusia