Patofisiologi Adalah – Pengertian, Definisi, Perbedaan Dengan Pathogenesis

Posted on

Patofisiologi Adalah

Ekosistem.co.id – Patofisiologi adalah salah satu ilmu yang secara khusus mempelajari mengenai gangguan fungsi organisme yang terkena penyakit. Ilmu ini akan membahas secara jelas dan singkat mengenai asal muasal dari sebuah penyakit.

Kali ini kami akan mengulas mengenai Patofisiologi mulai dari definisi hingga perbedaannya dengan Patogenesis. Langsung simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

 

Pengertian Patofisiologi

Patofisiologi merupakan ilmu yang secara khusus mempelajari mengenai gangguan fungsi yang terjadi pada organisme yang terjangkit penyakit. Patofisiologi akan membahas mengenai asal muasal penyakit, proses perjalanan penyakit hingga akibat yang disebabkan oleh penyakit tersebut.

 

Definisi Patofisiologi

Sedangkan menurut definisinya Patofisiologi adalah ilmu yang memperlajari secara khusus mengenai perubahan fisiologis yang terjadi akibat adalanya proses patologi.

Nah, patologi ini sendiri adalah ilmu yang secara khusus mempelajari penyakit yang disebabkan oleh suatu perubahan struktur serta fungsi yang terjadi dari sel mau pun jaringan tubuh, ya sahabat biologi.

Sementara itu definisi Patofisiologi jika menurut Wikipedia.org adalah sebuah studi mengenai proses fisiologi yang tak teratur. Sehingga mengakibatkan atau menjadi penyebab atau bahkan terkait langusng dengan penyakit mau pun cedera yang dialami.

Patofisiologi sendiri adalah sebuah ilmu yang memiliki sifat integrative yang menggambarkan secara jelas. Mengenai konsep konsep dari banyaknya ilmu dasar serta klinis.

Salah satunya seperti anatomi, biokimia, molekuler, biologi sel, farmakologi, genetika, fisiologi hingga Patofisiologi yang sedang kita bahas sekarang ini sahabat biologi.

Baca Juga :  DNA Adalah? Pengertian, Fungsi dan Struktur

 

 

Contoh Patofisiologi Mengambil Kasus pada Penyakit Diabetes Melitus

Tubuh manusia membutuhkan bahan bakar yang didapatkan dari energi agar bisa menjalankan fungsi sel dengan baik. Sumber utama dari bahan bakar ini adalah gizi dan karbohidrat, lemak hingga protein.

Semuanya akan dipecah menjadi zat sederhana dan diolah untuk menjadi energi. Proses pengolahan energi yang sumbernya dari glukosa sendiri sebenarnya membutuhkan proses yang panjang dan rumit.

Pada proses ini insulin akan memiliki peran yang sangat penting dan memiliki tugas untuk memasukkan glukosa pada sel. Lalu diubah untuk menjadi sebuah energi.

Dalam keadaan yang normal glukosa pun akan diatur dengan baik oleh keberadaan insuli yang diproduksi di sel beta pankreas. Membuat kadar di dalam darah selalu dalam keadaan aman dan baik meski dalam keadaan belum makan atau puasa. hingga setelah makan.

Kadar glukosa yang aman dan normal bagi tubuh antara angka 70 hingga 140 mg/dl.

Insulin sendiri merupakan suatu zat mau pun hormone yang diproduksi oleh beta pankreas mau di pulau langerhans. Setiap pankrean memiliki kandungan mulai dari 100.000 pulau langerhans. Dan setiap pulau berisi 100 sel beta.

Insulin sendiri memiliki peran yang penting pada pengaturan kadar glukosa yang ada pada darah. Dan juga mengkoordinasi penggunaan energi yang ada di jaringan tubuh manusia.

Insulin sendiri bertugas sebagai pintu yang mengizinkan glukosa untuk masuk ke dalam sel. Agar dapat melakukan proses metabolisme dan menghasilkan energi yang bisa digunakan.

Jika insulin tidak ada dan tidak dapat dikenal oleh reseptor di permukaan sel, glukosa pun tidak akan bisa masuk ke sel. Karena glukosa yang terus berada di dalam darah maka kadarnya pun akan menjadi meningkat.

Baca Juga :  Perbedaan Spermatogenesis dan Oogenesis

Sementara jika tidak ada glukosa di metabolisme akan menjadi penyebab tidak adanya energi dan membuat tubuh menjadi lemah.

Pada keadaan diabetes miletus tubuh akan kekurangan insulin yang membuat pengaturan glukosa di dalam darah menjadi kacau. Meskipun kadar glukosa pada darah telah tinggi tapi lemak dan protein yang dipecah lewat glukoneogenesi di hati dan menjadi glukosa tetap berlanjut dan tidak berhenti.

Hal ini membuat kadar glukosa di dalam darah terus meningkah sehingga terjadi gejala diabetes miletus. Misalnya seperti poliuri, polidipsi, lemas, polipagi hinga berat badan yang menurun drastis.

Apabila dibiarkan terus menerus diabetes miletus dapat naik menjadi ketiasidosis dan dapat mengakibatkan kematian.

 

Di atas kan, kita sudah membahas sedikit mengenai Patogenesis, apakah sahabat biologi juga tahu apa itu Patogenesis dan apa perbedaannya dengan Patofisiologi. Jika sahabat biologi belum mengetahui apa perbedaan keduanya, maka sahabat biologi bisa simak penjelasannya di bawah ini.

 

 

Perbedaan Antara Patofisiologi dan Patogenesis

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya jika patogenesis memiliki kaitan yang erat dengan Patofisiologi. Hal yang wajib sahabat biologi ketahui mengenai keduanya adalah, Patofisiologi dan patogenesis merupakan dua ilmu kedokteran yang mengambarkan secara lengkap mengenai karakteristik penyakit.

Keduanya sangat penting karena mempelajari mengenai pencegahan, manajemen hingga pengobatan dari sebuah penyakit yang ditemukan.

Tapi meski begitu keduanya memiliki perbedaan dalam beberapa hal ya, berikut ini adalah perbedaan antara Patofisiologi dan pathogenesis, lengkap dengan penjelasannya khusus untuk sahabat biologi.

 

1.) Definisi

Jika dilihat dari definisi, pastinya sahabat biologi masih ingat jika Patofisiologi merupakan ilmu yang mengacu pada proses fisiologis yang tak teratut yang ada kaitannya dengan cedera parah dan penyakit sedangkan. Patogenesis adalah sebuah ilmu yang lebih fikus pada cara perkembangan suatu penyakit.

Baca Juga :  Fungsi Empedu Dan Efek Yang Terjadi Jika Empedu Pecah

 

2.) Makna

Keduanya pasti memiliki makna yang sangat berbeda karena seperti yang sudah dijelaskan di atas jika Patofisiologi adalah ilmu yang menggambarkan proses fungsional yang terjadi pada tubuh akibat adanya penyakit sedangkan Patogenesis lebih menggambarkan pada rantai peristiwa yang menyebabkan mengapa penyakit tersebut dapat muncul dan terjadi.

 

3.) Konsekuensi

Jika dilihat dari konsekuensinya Patofisiologi sendiri terjadi setelah adanya patogenesis.

 

Nah, dari sini maka dapat sahabat biologi simpulkan jika proses fisiologi yang terjadi di dalam tubuh akibat sebuah respon pada penyakit tertentu dan fokus pada cara untuk menemukan apa obat dari penyakit tersebut ini merupakan Patofisiologi sedangkan patogenesis lebih fokus untuk menggambarkan perkembangan penyakit dan mempelajari mengapa penyakit tersebut dapat muncul.

Jadi sekarang sahabat biologi sudah mengerti kan, apa itu Patofisiologi dan penjelasan lengkapnya mulai dari pengertian, definisi hingga perbedaannya dengan patogenesis. Semoga bermanfaat ya.

Artikel Lainnya :

  1. Gambar Kultur Jaringan – Lengkap Dengan Penjelasannya
  2. Apa Yang Dimaksud Dengan Daur Air, Pengertian, Proses dan Gambar
  3. Pencemaran Tanah – Penyebab, Dampak, Solusi, Dan Contoh