Otot Jantung – Fungsi Beserta Gambarnya

Posted on

Otot Jantung

 

Ekosistem.co.id – Otot jantung adalah penyusun dinding jantung dan berfungsi sebagai pompa darah yang menuju ke jantung dan sebaliknya. Hal ini mengakibatkan adanya sirkulasi darah di dalam tubuh kita.

Di dalam jantung dapat ditemukan syaraf khusus yang memiliki peran untuk mengatur keseragaman irama detak jantung agar dapat memompa jantung. Sehingga menjaga sirkulasi darah agar dapat berjalan dengan baik.

Jantung sendiri adalah salah satu organ vital yang ada di dalam tubuh kita, dengan adanya jantung maka sirkulasi darah dapat tersu berjalan optimal. Dan untuk melakukan pekerjaannya, jantung dibantu oleh otot yang disebut otot jantung.

Mungkin sebelumnya kita sudah banyak membahas mengenai persamaan dan perbedaan otot. Tapi khusus kali ini kita akan lebih fokus membahas mengenai otot jantung.

 

Pengertian Otot Jantung

 

Otot jantung juga disebut dengan Myocardium yang terdiri dari kata myo yang artinya otot dan cardium yang artinya jantung. Otot jantung ini akan membuat jantung berpacu dengan cepat dan lambat tergantung kondisi tubuh. (bedetak) dan di pengaruhi oleh sel pacujantung.

Sel pacu jantung sendiri biasanya disebut  cardiaomyocyteatau sel otot myocardiocyteal. Di dalam sel pacu jantung ini biasanya berisikan satu, dua, tiga atau bahkan empat inti sel. Meskipun sebenarnya jarang juga jantung yang memiliki tiga atau empat sel.

 

Fungsi Otot Jantung

1.) berfungsi dan berperan penting untuk membantu jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh. 

2.) Sel otot jantung membantu kontraksi sel lainnya.

3.) Meremas darah agar darah keluar dari jantung.

4.) Mengeluarkan dan membersihkan zat hasil metabolisme jantung (Karbondioksida)

 

Baca Juga :  Sistem Endokrin – Fungsi, Organ Dan Gambarnya

Sifat dan Bentuk Otot Jantung

Otot jantung merupakan salah satu dari ketiga macam jenis otot, dua lainnya adalah otot polos dan otot lurik. Otot jantung merupakan otot yang sangat  kuat daripada jenis otot lainnya.

 

Sifat Otot Jantung

Ini karena otot jantung memiliki banyak kesamaan sifat dari masing – masing sel. Mau tahu sifat – sifat otot jantung, yuk simak hal yang berikut ini :

1.) Otot jantung memiliki banyak inti sel yang berada di bagian tengah, hal ini sama dengan halnya otot lurik.

2.) Otot jantung memiliki daerah yang terang dan gelap.

3.) Bergerak secara tidak sadar dan tidak terkontrol (Involunteer) seperti halnya otot polos.

4.) Memiliki serabut bercabang.

5.) Mempunyai diskus pembatas antar sarkomer (interkalaris).

 

Bentuk Otot Jantung

Sekarang kita akan berpaling dari sifat otot jantung menuju bentuk dari otot jantung itu sendiri. Tentunya kalian ingin tahu bukan mengenai bentuk dari otot jantung?

Yuk baca dengan teliti yah, agar kalian bisa membayangkan bentuk dari otot jantung dalam tubuh kita ini.

Otot jantung berbentuk silinder atau bulat memanjang bercabang dan menyatu, memiliki serabut jantung sepanjang 50 µm sampai 100 µm(satuan mikrometer), dengan diameter 14 µm.

Jumlah serabut otot jantung kurang lebih 1500 fillamen, serabut otot jantung berupa sarkolema(kulit luar urat yang sangat tipis seperti pembuluh darah dan terdiri dari myofibril – myofibril(struktur silindris sepanjang sel otot) yang berdampingan.

Sudah bisa membayangkan bentuk dari otot jantung? Jika belum bisa, tenang saja, akan lampiran gambar otot jantung dalam artikel ini.

 

 

Cara Kerja Jantung

Oh iya, kalian harus tahu hal penting ini! Jantung yang di bantu oleh otot jantung adalah organ pekerja keras, yang bekerja terus menerus tanpa henti. Agar bisa memompa darah ke seluruh tubuh untuk menjaga keseimbangan kerja sistem dan organ dalam tubuh lainnya,  otot jantung bekontraksi 70 x/menit setiap hari.

Baca Juga :  Fungsi Tulang Telapak Tangan

Jika gerakan memompa dari jantung ototterhenti, itu artinya kehidupan kita juga akan berhenti, karena darah juga berhenti mengalir ke tubuh kita. Seperti yang kamu sampaikan di atas, tubuh manusia bagaikan mesin yang butuh bensin untuk menggerakannya, bensin untuk manusia adalah darah.

Wah, ternyata otot jantung sangat berperan penting dan juga memiliki posisi yang tinggi dalam sistem tubuh ini ya! Untuk itu kita harus menjaga tubuh kita dan menghargai kerja keras dari berbagai organ. Dan sistem dalam tubuh kita yang berusaha untuk membuat kita tetap hidup dan sehat.

Jangan sampai penyakit Kardiomiopati (otot jantung menebal dan membesar tanpa alasan yang jelas yang menyebabkan pergerakan jantung melambat).

 

Jenis-jenis Penyakit Otot Jantung

 

Jantung memiliki fungsi yang sangat penting untuk menjalankan kerja jantung, sehingga tidak jarang otot jantung rentan terhadap gangguan kesehatan. Dan hal ini pun dapat berdampak pada sirkulasi darah yang ada di dalam tubuh kita.

Ketika terjadi kelainan pada otot jantung atau disebut dengan kardiomiopati yang merupakan menurunnya kekuatan otot jatung. Dan membuat darah tidak dapat dialirkan ke seluruh tubuh.

Terdapat empat tipe kardiomiopati, yang wajib sahabat belajar ketahui. Berikut ini penjelasannya :

1.) Kardiomiopati Dilatasi

Merupakan jenis gangguan pada otot jantung yang paling terjadi dikarenakan otot jantung mengalami pembesaran atau peregangan. Hal ini membuat serat otot menjadi lebih tipis sehingga tidak dapat berkontraksi dengan baik.

Gejala ini dapat terjadi karena faktor genetik hingga penyakit jantung, gangguang katup jantung, serangan jantung, darah tinggi hingga kolesterol.

2.) Kardiomiopati Hipertropik

Kardiomiopati hipertropik muncul karena adanya penebalan di otot jantung yang terjadi secara abnormal. Terutama pada bagian ventrikel atau bilik kiri jantung sehingga jantung tidak dapat memompa darah dengan normal.

Gejala ini biasanya terjadi karena faktor keturunan atau penyakit lain seperti diabetes, hipertensi hingga gangguan tiroid.

3.) Kardiomiopati Restriktif

Kardiomiopati jenis ini terbilang jarang terjadi dan lebih sering dialami oleh lansia, biasanya timbul karan kurangnya elastisitas otot jantung. Membuat jantung tak bisa mengembang dengan baik.

Baca Juga :  Anatomi Tubuh Manusia terlengkap - Bagian beserta fungsi dan gambarnya

Sehingga aliran darah ke jantung menjadi berkurang atau bahkan berhenti ama sekali. Dan penyebab dari kondisi ini pun belum banyak diketahui namun beberapa penelitian menunjukkan. Kondisi ini hadir juga karena adanya kondisi tertentu atau penyakit tertentu.

4.) Aritmogenik Displasia Ventrikel Kanan

Gangguan ini terjadi karean adanya pergantian otot bilik kanan dengan jaringan parut. Pergantian ini mengakibatkan dinding ruang jantung menjadi renggang dan tipis dan membuat irama jantung menjadi tak beraturan. Sehingga aliran darah ke tubuh menjadi terganggu.

 

Menjaga Kesehatan Otot Jantung

 

Meski sampai saat ini penyebab gejala kardiomiopati masih belum ditemukan dengan pasti. Akan tetapi beberapa gejala atau kondisi pada jantung bisa menjadi penyebab utamanya.

Seperti kekurangan vitamin dan mineral, gaya hidup tidak sehat, efek samping obat dan kemoterapi, atau bahkan riwayat keluarga dengan penyakit jantung. Obesitas hingga penyalahgunaan narkoba.

Meski penyakit ini terbilang sangat berbahaya namun terdapat beberapa cara untuk mencegahnya. Terutama bagi mereka yang memiliki faktor genetik, sehingga dapat mengurangi risiko gejala ini dengan melakukan beberapa kegiatan bermanfaat seperti :

1.) Tidak mengkonsumsi beralkohol.

2.) Batasi konsumsi kafein.

3.) Rajin olahraga.

4.) Mengelola stress dengan baik.

5.) Tidak merokok.

6.) Mengatur berat badan agar ideal dengan mengatur pola makan sehat.

7.) Istirahat cukup jangan sering begadang.

 

Demikian pembahasan kali ini mengenai otot jantung yang sudah kami ulas secara lengkap hanya untuk sahabat biologi, jangan malas belajar meski hanya di rumah ya!

Artikel Piihan :