Mikroba – Pengertian, Jenis Yang Banyak Digunakan Untuk Bioremediasi Di Air Laut

Diposting pada

Mikroba – Pengertian, Jenis Yang Banyak Digunakan Untuk Bioremediasi Di Air Laut

Mikroba adalah organisme yang berukuran sangat kecil sehingga hanya dapat dilihat oleh mikroskop. Mikroba ada yang bersel tunggal (uniseluler) dan ada juga yang bersel banyak (multiseluler). Mikroba yang bersel tunggal misalnya bakteri, protozoa, dan virus. Mikroba juga ada yang berupa jamur dan ganggang. Mikroba berperan sebagai pengurai bahan-bahan organik. Mikroba dapat bermanfaat di bidang pangan, pengobatan, dan industri. Namun ada juga beberapa mikroba yang merugikan karena bisa menyebabkan penyakit.

Ada beberapa mikroba yang digunakan untuk bioremediasi lingkungan.  Bioremediasi  merupakan penggunaan mikroba untuk menyelesaikan masalah-masalah lingkungan atau untuk mengurangi polutan yang mencemari lingkungan, baik lingkungan tanah, lumpur, maupun air laut. Hal tersebut dilakukan agar lingkungan kembali bersih dan sehat. Pada saat bioremediasi, mikroorganisme atau mikroba memproduksi enzim-enzim yang bisa mengubah struktruk kimia dari polutan beracun, proses ini disebut biotransformasi. Kemudian selanjutnya terjadi biodegradasi di mana struktur kimia polutan beracun menjadi tidak kompleks dan akhirnya polutan tersebut menjadi tidak beracun lagi. Pada akhirnya polutan yang ada di lingkungan bisa dikurangi atau bahkan dihilangkan.

Air laut merupakan salah satu lingkungan yang penting bagi manusia. Air laut bisa kita manfaatkan untuk tempat rekreasi atau wisata, sebagai pembangkit tenaga listrik, sebagai jalur transportasi air, tempat sumber makanan bagi manusia, sumber air minum, bahkan sebagai cadangan air di bumi. Pencemaran air laut  tentu sangat merugikan kita. Pencemaran air laut disebabkan oleh beberapa polutan, misalnya sampah plastik, minyak, pestisida dan lain sebagainya. Polutan-polutan tersebut harus kita hilangkan agar pemanfaatan air laut bisa maksimal untuk menunjang kehidupan umat manusia. Untuk itulah, beberapa ahli melakukan berbagai cara agar lingkungan laut kembali bersih dan sehat, salah satunya menggunakan mikroba untuk proses bioremediasi. Berikut ini jenis-jenis mikroba yang banyak digunakan untuk bioremediasi di air laut.

Baca Juga :  Folikel Rambut – Struktur, Dan Fungsi, Beserta Cara Merangsangnya

Jenis-Jenis Mikroba yang Banyak Digunakan Untuk Bioremediasi di Air Laut

  1. Pseudomonas Sp

Bakteri Pseudomonas sp adalah salah satu mikroba yang digunakan untuk bioremediasi di air laut. Pseudomonas Sp termasuk bakteri hidrokarbonoklastik yang mampu mendegradasi berbagai jenis hidrokarbon.  Saat ini air laut banyak dicemari oleh hidrokarbon dari minyak bumi. Pencemaran tersebut menimbulkan dampak yang sangat buruk bagi mahkluk hidup. Untuk itulah, Pseudomonas Sp digunakan untuk bioremediasi di air laut.

  1. Bacillus

Bakteri Bacillus termasuk mikroba bersel tunggal, berbentuk batang dan pendek mirip seperti rantai.  Bakteri ini panjangnya bisa mencapai 3-5 mikrometer dan lebarnya bisa mencapai 1,0-1,2 mikrometer. Bacillus bisa menjadi solusi atas pencemaran minyak bumi di air laut. Bakteri ini bisa merombak hidrokarbon yang berasal dari minyak bumi dengan cepat. Ada banyak jenis Bacillus, misalnya Bacillus cereus, Bacillus subtilis, dan Bacillus laterospor.

  1. Alcanivorax borkumensis

Bakteri Alcanivorax borkumensis merupakan salah satu mikroba laut yang diklasifikasikan sebagai “hidrokarbonoklastik”, yaitu bakteri yang menggunakan hidrokarbon sebagai sumber energi. Bakteri ini bisa mendegradasi hidrokarbon sehingga minyak akan hilang dari permukaan perairan. Alcanivorax borkumensis menyebar di semua lautan dan berkembang biak dengan cepat terutama di daerah yang mengandung banyak senyawa minyak.

 

Tanpa Adanya Mikroba Manusia Akan Punah

Fakta ini di ungkapkan oleh dua orang ilmuwan yang membuat jurnal di PLOS biology dan mempertanyakan bagaimana jika manusia hidup tanpa adanya mikroba pada Desember 2014 silam. Memang hal ini tak begitu dirasakan oleh seseorang dikarenakan ukuran mikroba yang sangat kecil atau bahkan tak kasat mata karena tak bisa dilihat dengan mata telanjang akan tetapi jika tidak ada mikroba hidup manusia pastinya akan terancam.

Baca Juga :  Simbiosis Komensalisme - Pengertian, Penjelasan, dan 10 Contohnya

Seperti contoh tanpa bakteri yang hidup di saluran pencernaan kita maka pencernaan manusia akan terganggu karena mungkin mikroba dalam tubuh tidak terlalu jadi masalah jika ditemukan obatnya namun faktanya bakteri juga dibutuhkan oleh manusia, hewan bahkan tumbuhan.

Beberapa hewan yang menjadi bahan makanan bagi manusia saja contohnya seperti sapi membutuhkan mikroba di dalam tubuhnya karena jika tidak maka sapi akan lebih dulu punah dan hal ini akan menyebabkan manusia kehilangan bahan makanan penting dalam kehidupannya. Selain itu bakteri juga bisa menangkap nitrogen, jika tak ada bakteri maka tumbuhan akan punah karena tak bisa tumbuh di tanah. Karena penguraian di tanah akan berhenti dan nutrisi yang seharusnya menjadi ‘nyawa’ dari tumbuhan akan hilang. Dengan fakta ini saja sudah menjelaskan bahwa hidup manusia akan terancam tanpa adanya mikroba.

 

Sejumlah Ilmuwan pun telah memberikan prediksi, apbila tidak ada mikroba, manusia akan punah dengan cara yang mengerikan. Manusia akan kelaparan serta terserang berbagai penyakit. Bumi tidak akan ‘hijau’ lagi dan bisa menyebabkan sesak napas massal. Dari hal itu saja, bisa terjadi kerusuhan, perang saudara, anarkis yang dapat mengikis kehidupan manusia.

 

Pemanfaatan mikroba yang bisa mendegradasi hidrokarbon merupakan cara yang sangat aman dan efektif untuk menguraikan polutan minyak yang ada di air laut. Mikroba-mikroba tersebut bekerja secara alami sehingga tidak akan merusak ekosistem yang ada di sekitarnya. Demikianlah penjelasan tentang mikroba dan jenis-jenis mikroba yang banyak digunakan untuk bioremediasi di air laut. Semoga artikel ini memberikan manfaat.

Baca Juga Artikel terkait :

Baca Juga :  Sistem Saraf – Saraf Pusat, Saraf Tepi Beserta Fungsinya
Rate this post