Metamorfosis Kupu Kupu

Posted on

Metamorfosis Kupu Kupu

Ekosistem.co.id – Metamorfosis kupu-kupu bisa dibilang sebagai proses metamorfosis sempurna karena hewan cantik ini mengalami proses metamorfosis yang cukup lengkap dan panjang.

Oleh sebab itu pada kesempatan kali ini kami akan memberikan pembahasan mengenai proses metamorfosis pada kupu-kupu. Simak ya!

 

Kupu-kupu Adalah

Kupu kupu merupakan serangga yang masuk dalam kategori Ordo Lepidoptera. Atau bisa juga disebut dengan serangga bersisik. Kupu-kupu aktif di siang hari dan memiliki sayap yang sangat cantik.

Namun tahukah, di balik kecantikan yang dimiliki oleh kupu-kupu, terdapat sebuah perjuangan dan proses yang panjang. Proses ini disebut dengan metamorfosis.

 

Proses Metamorfosis Kupu-Kupu

Kupu kupu merupakan hewan dengan umur yang singkat karena kupu kupu dewasa hanya bisa hidup selama satu minggu hingga 1 tahun tergantung dengan jenis spesiesnya.

Sebagain besar dari semua jenis kupu kupu melalui tingkat larva yang cukup lama, ada juga yang menjadi dorman pada saat tingkat pupa atau telur untuk dapat bertahan di musim dingin.

Kupu kupu sendiri termasuk ke dalam proses metamorfosis sempurnya yang melewati telur, ulat atau larva, kepompong atau pupa dan kuku kupu dewasa atau imago.

 

Tahapan dalam Metamorfosis Kupu-kupu

Metamorfosis kupu-kupu terbilang lengkap dan membutuhkan proses yang cukup panjang dibanding dengan daur hidup hewan lainnya seperti kecoa dan nyamuk.

Berikut ini adalah tahapan dalam metamorfosis kupu-kupu beserta dengan penjelasannya :

Baca Juga :  Simbiosis – Pengertian, Mutualisme, Parasitisme, Komensalisme, Amensalisme Beserta Contoh

1.) Stadium Telur

Pada fase awal metamorfosis kupu kupu akan berbentuk telur yang terlindungi oleh kulit berabung keras dengan lapisan anti lilin, setiap telur kupu kupu memiliki pori pori yang berbentuk corong halus pada salah satu bagian ujung atau mikropil yang menjadi tempa masuknya sperma untuk bergabung dengan sel telur.

Telur kupu kupu akan melekat di daun yang memilki perekat khusus yang dapat mengeras dan jika telah mengeras kontraksi dan membengkokkan bentuk telur.

Telur ini akan bertahan selama beberapa minggu dan akan keluar sebelum musing dingin terutama yang tinggal di wilayah sub tropis, telur ini akan beristirahat dan hanya akan menetas pada musim semi.

Kupu kupu dapat bertelur setiap tahun dan jumlah telurnya dipengaruhi oleh iklim tempat kupu kupu tinggal, kupu kupu yang tinggal di daerah tropis cenderung dapat menghasilkan telur lebih banyak setiap tahunnya.

 

2.) Stadium Ulat (Larva)

Fase yang kedua dari proses metamorfosis kupu kupu adalah stadium ulat. Telur kupu kupu atau pupa yang menetas akan menjadi ulat atau larva yang bertahan hidup dengan cara memakan daun pada tumbuhan dan menghabiskan seluruh waktu hidupnya sebagai pencari makanan atau beluncas.

Sebagian besar ulat memakan daun namun ada juga yang memakan jenis serangga, beberapa larva yang masuk ke golongan Lycaenidae akan menjalin hubungan yang saling menguntungkan atau simbiosis mutualisme dengan semut untuk bertahan hidup.

Larva akan menggunakan getaran yang dipancarkan melalui substrat di bagian samping untuk merembeskan sinyal kimia pada semut, untuk membalas kebaikannya, semut akan melindungi larva ini.

Beluncas akan mulai membesar melalui serangkaian tingkat yang disebut dengan instar dan pada saat menjelang akhir di setiap instar larva ini akan mengalami proses yang disebut dengan apolis yang membuat kulit ari atau lapisan luar yang keras dan terbuat dari campuran kitin dan protein yang dikeluarkan secara khusus dari jaringan epidermis yang lembut di bagian bawah sehingga jaringan epidermis tersebut akan membentuk kulit ari yang baru di bagian bawah.

Baca Juga :  Klasifikasi Mahluk Hidup – Penjelasan Terlengkapnya

Ulat atau larva dari kupu kupu memiliki 3 pasang kaki yang tetap di segmen toraks dan mempunyai 6 pasar prokaki yang tumbuh di segmen abdomen, di bagian ini larva memiliki gegelang kait halus yakni krusye yang digunakan untuk membantu beluncas untuk dapat menggenggam substrat.

 

3.) Stadium Kepompong (Pupa)

Di stadium yang ketiga, ulat atau larva akan mulai berubah menjadi kepompong atau pupa yang mempunyai struktur kulit halus yang keras dan memiliki warna coklat tapi ada juga yang berwarna hijau agar dapat berkamuflase dengan lingkungan di sekitarnya.

Di stadium kepompong ini ulat akan terlihat sedang beristirahat namun sebenarnya di dalam kepompong tersebut sedang mengalami pembentukan sebagai kupu kupu dewasa atau imago selama 7 hingga 20 hari tergantung pada jenis spesiesnya.

 

4.) Kupu-Kupu Dewasa (Imago)

Di stadium akhir ini kepompong atau pupa ini akan berubah menjadi kupu kupu dewasa atau imago yang memiliki bentuk yang indah dengan sayap yang beraneka ragam dan warna yang indah.

Setelah keluar dari kepompong sayap dari kupu kupu dewasa ini akan terlihat basa, kecil dan juga kusut namun terkadang masih terdapat cangkang kepompong yang melekat di tubuhnya.

Cairan yang ada pada sayap kupu kupu ini disebut dengan Hemolympah yang memiliki fungsi untuk membantu cairan memperbesar tubuh dan sayap yang ada pada kupu kupu dewasa dan akan merangkak untuk mencari nektar bunga sebagai makanannya.

 

Habitat Kupu-kupu

Habitat kupu-kupu berada di taman, hutan atau bahkan padang rumput, hewan cantik ini juga bisa ditemukan di lereng gunung, puncak tebing hingga rawa. Asalkan tempat tersebut dipenuhi dengan bunga atau memiliki bunga.

Baca Juga :  Carnivora - Pengertian, Contoh, dan Ciri cirinya

Sebab kupu-kupu bertahan hidup dengan cara mengkonsumsi nektar yang diperolehnya dari bunga.

Di kehidupan sehari-hari kita bisa menemukan kupu-kupu dengan mudah karena hewan ini cukup mudah ditemukan di sekitar kita.

 

Untuk menjadi cantik ternyata kupu kupu membutuhkan waktu yang cukup lama dan proses yang panjang ya, itu lah dia penjelasan mengenai proses metamorfosis kupu kupu, semoga bermanfaat.

 

Artikel Lainnya :

  1. Apa yang dimaksud dengan ekosistem – Komponen Ekosistem, dan Contoh Ekosistem, Beserta Penjelasannya
  2. Proses Fotosintesis – Rumus, Proses Secara Sederhana, dan Proses Secara Lengkap
  3. Fungsi Trakea Pada Hewan Serangga dan Manusia
  4. Anatomi Tubuh Manusia
  5. Manfaat Reboisasi – Pengertian, Tujuan dan Fungsinya