Metamorfosis Kupu Kupu

Posted on

Metamorfosis Kupu Kupu

Metamorfosis Kupu Kupu – Kupu kupu dan ngengat adalah salah satu dari jenis serangga yang termasuk ke dalam golongan Ordo Lepidoptera atau Serangga bersayap sisik. Kupu kupu sendiri memiliki perbedaan dengan ngengat atau kupu kupu malam yang dapat dilihat dari bentuk fisik dan aktifitasnya. Jika kupu kupu aktif di siang hari, ngengat justru aktif di malam hari.

Meski termasuk ke dalam jenis yang sama, namun kali ini kita akan membahas mengenai metmorfosis kupu kupu yang berasal dari ular dan menjadi kupu kupu yang cantik dan memiliki sayang yang indah.

Proses Metamorfosis Kupu-Kupu

Kupu kupu merupakan hewan dengan umur yang singkat karena kupu kupu dewasa hanya bisa hidup selama satu minggu hingga 1 tahun tergantung dengan jenis spesiesnya.

Sebagain besar dari semua jenis kupu kupu melalui tingkat larva yang cukup lama, ada juga yang menjadi dorman pada saat tingkat pupa atau telur untuk dapat bertahan di musim dingin.

Kupu kupu sendiri termasuk ke dalam proses metamorfosis sempurnya yang melewati telur, ulat atau larva, kepompong atau pupa dan kuku kupu dewasa atau imago.

  1. Stadium Telur

Pada fase awal metamorfosis kupu kupu akan berbentuk telur yang terlindungi oleh kulit berabung keras dengan lapisan anti lilin, setiap telur kupu kupu memiliki pori pori yang berbentuk corong halus pada salah satu bagian ujung atau mikropil yang menjadi tempa masuknya sperma untuk bergabung dengan sel telur.

Telur kupu kupu akan melekat di daun yang memilki perekat khusus yang dapat mengeras dan jika telah mengeras kontraksi dan membengkokkan bentuk telur.

Baca Juga :  Ciri ciri Ikan - Klasifikasi dan Habitat Beserta Gambarnya

Telur ini akan bertahan selama beberapa minggu dan akan keluar sebelum musing dingin terutama yang tinggal di wilayah sub tropis, telur ini akan beristirahat dan hanya akan menetas pada musim semi.

Kupu kupu dapat bertelur setiap tahun dan jumlah telurnya dipengaruhi oleh iklim tempat kupu kupu tinggal, kupu kupu yang tinggal di daerah tropis cenderung dapat menghasilkan telur lebih banyak setiap tahunnya.

  1. Stadium Ulat (Larva)

Fase yang kedua dari proses metamorfosis kupu kupu adalah stadium ulat. Telur kupu kupu atau pupa yang menetas akan menjadi ulat atau larva yang bertahan hidup dengan cara memakan daun pada tumbuhan dan menghabiskan seluruh waktu hidupnya sebagai pencari makanan atau beluncas.

Sebagian besar ulat memakan daun namun ada juga yang memakan jenis serangga, beberapa larva yang masuk ke golongan Lycaenidae akan menjalin hubungan yang saling menguntungkan atau simbiosis mutualisme dengan semut untuk bertahan hidup.

Larva akan menggunakan getaran yang dipancarkan melalui substrat di bagian samping untuk merembeskan sinyal kimia pada semut, untuk membalas kebaikannya, semut akan melindungi larva ini.

Beluncas akan mulai membesar melalui serangkaian tingkat yang disebut dengan instar dan pada saat menjelang akhir di setiap instar larva ini akan mengalami proses yang disebut dengan apolis yang membuat kulit ari atau lapisan luar yang keras dan terbuat dari campuran kitin dan protein yang dikeluarkan secara khusus dari jaringan epidermis yang lembut di bagian bawah sehingga jaringan epidermis tersebut akan membentuk kulit ari yang baru di bagian bawah.

Ulat atau larva dari kupu kupu memiliki 3 pasang kaki yang tetap di segmen toraks dan mempunyai 6 pasar prokaki yang tumbuh di segmen abdomen, di bagian ini larva memiliki gegelang kait halus yakni krusye yang digunakan untuk membantu beluncas untuk dapat menggenggam substrat.

  1. Stadium Kepompong (Pupa)

Di stadium yang ketiga, ulat atau larva akan mulai berubah menjadi kepompong atau pupa yang mempunyai struktur kulit halus yang keras dan memiliki warna coklat tapi ada juga yang berwarna hijau agar dapat berkamuflase dengan lingkungan di sekitarnya.

Baca Juga :  Pembelahan Mitosis Dan Meiosis

Di stadium kepompong ini ulat akan terlihat sedang beristirahat namun sebenarnya di dalam kepompong tersebut sedang mengalami pembentukan sebagai kupu kupu dewasa atau imago selama 7 hingga 20 hari tergantung pada jenis spesiesnya.

  1. Kupu-Kupu Dewasa (Imago)

Di stadium akhir ini kepompong atau pupa ini akan berubah menjadi kupu kupu dewasa atau imago yang memiliki bentuk yang indah dengan sayap yang beraneka ragam dan warna yang indah.

Setelah keluar dari kepompong sayap dari kupu kupu dewasa ini akan terlihat basa, kecil dan juga kusut namun terkadang masih terdapat cangkang kepompong yang melekat di tubuhnya.

Cairan yang ada pada sayap kupu kupu ini disebut dengan Hemolympah yang memiliki fungsi untuk membantu cairan memperbesar tubuh dan sayap yang ada pada kupu kupu dewasa dan akan merangkak untuk mencari nektar bunga sebagai makanannya.

 

Untuk menjadi cantik ternyata kupu kupu membutuhkan waktu yang cukup lama dan proses yang panjang ya, itu lah dia penjelasan mengenai proses metamorfosis kupu kupu, semoga bermanfaat.

Artikel Lainnya :

  1. Apa yang dimaksud dengan ekosistem – Komponen Ekosistem, dan Contoh Ekosistem, Beserta Penjelasannya
  2. Proses Fotosintesis – Rumus, Proses Secara Sederhana, dan Proses Secara Lengkap
  3. Fungsi Trakea Pada Hewan Serangga dan Manusia
  4. Anatomi Tubuh Manusia
  5. Manfaat Reboisasi – Pengertian, Tujuan dan Fungsinya