Metamorfosis Belalang – Penjelasan, Tahapan, dan gambarnya

Posted on

Metamorfosis Belalang – Penjelasan, Tahapan, dan gambarnya

Ekosistem.co.id – Siapa yang tidak pernah melihat hewan satu ini, ya belalang yang biasa kita temukan di sawah atau di taman yang sering hinggap di tanaman ini memang merupakan salah satu hewan yang memiliki ciri ciri khusus. Mungkin tak banyak yang tahu jika belalang dapat melakukan metamorfosis, meski metamorfosis belalang dikategorikan ke dalam metamorfosis tidak sempurna.

Mungkin selama ini kita hanya mengenal kupu kupu dan katak yang dapat melakukan proses metamorfosis, namun rupanya belalang pun termasuk ke dalam hewan yang dapat melakukan proses metamorfosis loh.

Belalang merupakan salah satu serangga yang mampu melalui proses metamorfosis di dalam hidupnya dan tergolong ke dalam jenis metamorfosis tidak sempurna dikarenakan belalang tidak mengalami fase kepompong atau pupa seperti yang dialami oleh kupu kupu.

Jika dilihat secara umum metamorfosis belalang sendiri hanya melalui tiga tahapan utama. Tiga tahapan ini adalah fase telur, fase nimfa dan fase belalang dewasa.

Metamorfosis Belalang

Belalang melakukan metamorfosis mengikuti urutan tahapan mulai dari fase telur, nimfa hingga fase belalang dewasa. Sementara itu skema proses metamorfosis tidak sempurna pada belalang sendiri dapat dijelaskan pada gambar dan ulasan yang ada di bawah ini.

 

Pertama : Tahap Stadium Telur

Tahap proses metamorfosis belalang diawali dengan fase telur yang dihasilkan dari pembuahan sel telur betina oleh spermatozoa belalang jantan. Belalang betina akan meletakkan telur yang dihasilkannya di dedaunan, batang tanaman hingga di dalam tanah.

Pada daerah sub tropis belalang betina biasanya hanya akan meletakkan telur di bawah tanah sekitar 3 hingga 4 cm dari permukaan tanah, hal ini sendiri dilakukan oleh belalang agar telur telurnya tidak rusak dikarenakan suhu yang terlalu dingin pada saat musim salju tiba.

Baca Juga :  Jaringan Ikat - Ciri Ciri, Fungsi, Struktur, Letak dan Gambarnya

Telur belalang akan menetas lebih cepat ketika di lingkungan tropis, sedangkan jika di lingkungan sub tropis, telur belalang akan mengalami masa dorman hingga 10 bulan pada musim dingin, sebelum akhirnya telur tersebut menetas di musim panas.

Berikut ini adalah gambar dari telur belalang yang bentuknya menyerupai dengan butir beras.

 

Kedua : Tahap Stadium Nimfa

Fase berikutnya adalah nimfa yang merupakan belalang kecil. Belalang kecil ini belum mempunyai sayap dan alat repdoduksi. Bentuknya sendiri kecil dan berwarna putih. Nimfa atau belalang muda ini akan berubah menjadi hijau atau coklat setelah terpapar sinar matahari dalam beberapa saat.

Fase nimfa pada tahap metamorfosis belalang ini sendiri pada umumnya hanya berlangsung sekitar 25 hingga 40 hari dan selama fase ini nimfa atau belalang muda akan memakan daun daun muda dan mengalami pertumbuhan berupa pergantian kulit atau instar sebanyak 4 hingga 6 kali tergantung pada suhu dan kelembapan lingkungannya hingga jenis belalangnya.

Pada instar ke enama yang berlangsung antara 30 hingga 40 hari, nimfa pada umumnya akan mulai mempunyai sayap kecil di tubuhnya sehingga belalang muda pun siap ke fase berikutnya di dalam proses metamorphose untuk menjadi belalang dewasa dan siap untuk terbang.

 

Ketiga : Tahap Stadium Belalang Dewasa

Setelah berhasil melewati fase nimfa selama 1 bulan, proses metamorfosis balalang yang selanjutnya adalah fase belalang dewasa, belalang dewasa ini merupakan belalang dengan bentuk fisik yang bisa kita temukan. Memiliki sayang yang dapat digunakan untuk terbang. Pada fase ini belalang juga mulai memiliki alat untuk melakukan sistem reproduksi sehingga siap digunakan untuk berkembang biak dan menghasilkan telur telur balalang yang baru dengan cara melalui proses pembuahan bersama dengan pasangan.

Baca Juga :  Sistem Ekskresi Pada Manusia Dan Jenis-Jenis Gangguan Pada Alat Eksresi

 

Berdasarkan penjelasan di atas mengenai daur hidup metamorfosis belalang yang dijelaskan di atas, bisa disimpulkan jika metamorfosis dari belalang termasuk metamorfosis yang tidak lengkap karena hanya melalui tiga fase dan tidak melalui fase kepompong atau yang biasa disebut dengan fase pupa.

Selain itu dapat disimpulkan dari proses metamorfosis belalang ini juga terdapat pada rentang waktu yang dilalui oleh belalang untuk melakukan metamorfosis sejak awal pertama kali telur diletakkan hingga menjadi belalang dewasa sendiri sangatlah beragam, dan waktu paling lama yang dihabiskan pada fase telur adalah sekitar 10 bulan.

Artikel Lainnya :

Cara Merawat Telinga – Ciri Ciri Telinga Yang Baik Dan Sehat

Fungsi Usus Besar Penjelasan Dan Pemaparannya

Trombosit – Batas normal, Batas rendah, dan batas berbahaya