Komponen Pembekuan Darah – Macam-Macam dan Fungsinya

Posted on

Komponen Pembekuan Darah – Macam-Macam dan Fungsinya

Ekosistem.co.id – Pada kesempatan kali ini, kita akan memberikan ulasan lengkap mengenai pembekuan darah, mulai dari macam macam dan fungsinya. Apa sih, pembekuan darah ini? Sahabat biologi pastinya pernah kan, mengalami luka yang diakibatkan oleh beberapa faktor, seperti jatuh atau terkena benda tajam yang membuat darah keluar dari balik kulit sahabat biologi.

Namun jika luka yang sahabat biologi alami tidak terlalu parah, maka tidak membutuhkan proses penyembuhan yang lama, luka pun akan segera sembuh dengan sendirinya dan darah yang keluar akan berhenti karena mengalami proses pembekuan darah yang secara alami terjadi pada saat tubuh kita terluka dan mengeluarkan darah.

Apa Itu Pembekuan Darah?

Pembekuan atau koagulasi ini bagian yang penting dari hemostasis, adalah penambalan dinding pembuluh darah yang rusak oleh trombosit atau keping darah dan faktor koagulasi(mengandung fibrin) untuk menghentikan pendarahan dan memulai penyembuhan, nih.

Pembekuan darah ini terjadi karena tubuh Sahabat Biologi langsung memberi sinyal ke otak untuk melakukan koagulasi. Nah, sebelum itu, Sahabat Biologi harus tahu nih, apa saja macam-macam komponen pembekuan darah atau koagulasi dan fungsinya.

Yuk, disimak baik-baik, ya.

Macam – Macam Pembekuan Darah dan Fungsinya

1. Trombosit

Keping darah ini merupakan elemen di dalam darah yang berbentuk cakram. Trombosit ini di golongkan sebagai sel darah, lho, Sahabat Biologi. Nah, Trombosit ini ternyata masuk ke dalam bagian sum-sum tulang belakang yang biasanya di sebut megakaryocytes.

Baca Juga :  Organ Tubuh – Bagian bagian, Fungsi, Beserta Gambar

Trombosit ini punya fungsi yang sangat penting untuk pembekuan darah, memperlambat dan menghentikan darah serta dalam proses penyembuhan luka.

2. Plasma Darah

Dia ini adalah komponen darah yang berupa cairan, mengisi 55% dari volume darah di dalam tubuh. Dalam plasma darah ini, zat-zatnya terlarut bersama dengan air, loh. Plasma darah ini punya fungsi mengatur keseimbangan osmosis darah di dalam tubuh, loh, Sahabat Biologi.

3. Vitamin K

Vitamin K ini memiliki fungsi untuk membantu tubuh dalam menghasilkan pembekuan darah. Makanya orang yang kekurangan Vitamin K lebih rentan untuk terkena pendarahan.

4. Sel Endotel

Sel ini punya tanggung jawab untuk memicu pembekuan darah dan membatasi ke lokasi luka. Tanpa adanya sel ini, darah baik bakal susah utuk menggumpal kalau di perlukan loh atau malahan menggumpal seluruhnya pada pembuluh darah di tubuh.

Wah, agak seram ya, Sahabat Biologi. Sel ini juga mensintesis protein yang biasanya di sebut faktor trombin, ini terlibat di produksi trombin yang merupakan agen utama pembekuan darah.

5. Fibrinogen

Nah, Sahabat Biologi, fibrinogen ini masuk ke dalam faktor koagulasi yang 1. bagian ini adalah salah satu protein yang di sintesis oleh hati yang adalah reaktan fase akut dengan bentuk globulin beta. Bagian ini punya fungsi untuk membantu proses hemostasis dengan menstimulasi pembentuka trombus, loh.

6. Trombokinase

Protein yang terdapat di jaringan sub-endotelial, keping darah dan sel darah putih, juga penting untuk reaksi kimiawi yang mengubah zimogen berupa protrombin jadi trombin. Fungsi bagian ini untuk memberi pertolongan pertama pada luka demi membantu membekunya darah dan menghindari masuknya virus, loh.

7. Proakselerin

Metabolit berupa protein yang di temukan di plasma darah yang adalah prekursor dari akselerin. Proakselerin ini punya fungsi untuk mempercepat proses konversi protrombin menjadi trombin, Sahabat Biologi.

Baca Juga :  Fungsi Garam Mineral - Bagi Tubuh, Bagi Sel, Beserta Zatnya

8. Fibrin

Fibrin ini adalah protein yang berupa serat benang yang tidak larut dalam plasma pada proses pembekuan darah. Bagian ini punya fungsi untuk membuat jaringan baru menggantikan gumpalan atau pembekuan dan luka akan menutup, deh.

 

Itu tadi macam-macam dan fungsi komponen dari pembekuan darah atau koagulasi yang terjadi di makhluk hidup. Wah, banyak sekali rupanya komponen yang berperan ya.

Seandainya jika komponen tersebut tidak berfungsi dengan baik mungkin yang terjadi adalah saat kita terluka dan luka itu mengeluarkan darah, pastinya akan sangat sulit untuk membeku dan tentu saja hal ini sangat berbahaya. Maka dari itu Sahabat Biologi harus bersyukur karena tubuh Sahabat Biologi mampu beroperasi dengan normal.

Namun, jika terjadi pembekuan terus-menerus juga tidak baik, loh, ternyata. Karena itu, Sahabat Biologi harus senantiasa menjaga kesehatannya ya.

Semoga dengan membaca bahasan mengenai komponen pembekuan darah dan penjelasan lengkapnya bisa membuat pengetahuan Sahabat Biologi jadi bertambah. Semoga bermanfaat dan sampai bertemu di lain kesempatan.

 

Artikel Lainnya :