Komponen Darah – Jenis dan Fungsi

Posted on

Komponen Darah – Jenis dan Fungsi

Ekosistem.co.id – Darah merupakan sebagian cairan yang mengisi tubuh makhluk hidup. Selain air, darah juga berfungsi untung menghantarkan oksigen dan sari makanan ke dalam tubuh.

Perlu sahabat biologi ketahui, darah juga memiliki komponen yang menyusunnya agar bisa bekerja lebih optimal. Apakah komponen yang menyusun darah pada manusia? Yuk kita simak penjelasannya!

Jenis Komponen Komponen Darah Beserta Fungsinya

Darah merupakan kombinasi antara sel-sel darah dan plasma darah. Sel darah dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sel darah merah, sel darah putih dan trombosit atau keping darah. Semua komponen darah tersebut memiliki tugas masing-masing yang mendukung kerja darah dalam tubuh.

Plasma Darah

Plasma darah adalah komponen utama penyusun darah yang berbentuk cairan. Plasma darah terdiri dari air yang bercampur dengan protein, ion, nutrisi dan zat buangan. Plasma darah ini mengisi sekitar 55-60% di dalam tubuh manusia dan mengandung 90% air juga 10% karbondioksida, glukosa, asam amino, lemak, garam mineral dan vitamin.

Cairan plasma darah berwarna kuning dan dapat bertahan sekitar 1 tahun jika dibekukan terlebih dahulu, biasanya hal tersebut di lakukan jika sahabat biologi ingin menyimpan plasma darah tersebut untuk keperluan donor darah. Tugas utama plasma darah sendiri adalah mengangkut sel-sel darah ke seluruh tubuh. Adapun fungsi lain dari plasma darah :

  • Mengontrol tekanan darah
  • Membawa mineral ke otot
  • Mensuplai protein

 

Sel Sel Darah

Plasma darah mengisi sekitar 55-60% dalam tubuh, sedangkan sel darah mengisi sekitar 40-45% yang dibagi menjadi 3 jenis yaitu:

Baca Juga :  Tumbuhan Berpembuluh - Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, dan Contohnya

  1. Sel darah merah

Sel darah merah atau eritrosit merupakan sel darah yang berwarna merah pekat dengan jumlah selnya paling banyak di dalam darah dan berbentuk bulat dengan adanya cekungan di tengahnya. Keunikan dari sel darah merah adalah sel ini dilengkapi dengan sebuah protein khusus yang dinamakan hemoglobin.

Hemoglobin membuat sel darah merah memiliki warna merah yang khas, hemoglobin juga membantu mengedarkan oksigen ke paru-paru yang nantinya akan di edarkan ke seluruh tubuh dan mengangkut kembali karbondioksida dari seluruh tubuh ke paru-paru untuk dikeluarkan.

Sel darah manusia ini memiliki ukuran sekitar 7-8 mikrometer dan tidak mempunyai mitokondria dan inti sel atau nukleus saat dewasa. Sel darah merah ini memiliki umur sekitar 120 hari, jika sel sudah rusak atau sudah tua maka sel darah merah yang rusak itu akan dihancurkan di hati dan di produksi lagi di tulang sumsum

  1. Sel darah putih

Sel darah putih atau leukosit adalah sel darah yang jumlahnya paling sedikit dibandingkan dengan sel darah merah. Walaupun memiliki jumlah yang sedikit ternyata leukosit memiliki tugas yang penting juga yaitu untuk melawan infeksi bakteri, virus dan jamur yang dapat memicu adanya perkembangan penyakit. Sel darah putih sendiri di produksi oleh sumsum tulang dan dibagi menjadi beberapa jenis yaitu neutrofil, limfosit, monoctyes, basofil dan eosinofil.

  1. Trombosit atau keping darah

Komponen darah ini berperan sebagai proses pembekuan darah. Saat manusia terluka dan mengeluarkan darah, keping darah ini bisa membantu untuk membekukan darah yang keluar tersebut agar manusia tidak mengeluarkan darah terus menerus. Trombosit juga bisa digunakan untuk penyembuhan kerusakan sumsum tulang, leukimia, transplantasi organ dan kemoterapi.

Baca Juga :  Metabolisme Protein – Pengertian Dan Proses Terjadinya Pada Tubuh

Sebenarnya trombosit itu bukan sebuah sel tapi sebuah fragmen sel yang berukuran kecil, jumlah trombosit normal yang ada di dalam darah adalah sekitar 150.000-400.000 trombosit per mikroliter darah yang ada di dalam tubuh. Jika jumlahnya melebihi batas normal maka akan terjadi pembekuan darah yang tidak diperlukan dan bisa menimbulkan serangan jantung dan stroke, dan jika trombosit yang ada memiliki jumlah yang kurang di dalam tubuh maka akan menyebabkan pendarahan terus menerus.

 

Menurut sahabat biologi di manakah darah di produksi? Darah di produksi didalam sumsum tulang. Proses produksi darah dan pengembangan darah ini disebut hematopoesis. Jika di baca dengan saksama darah merupakan komponen penting yang ada dalam tubuh manusia, tanpa adanya komponen darah tersebut, manusia tidak akan bisa hidup dengan normal.

Yuk kita jaga kesehatan kita dengan melakukan pola hidup sehat agar terhindar dari berbagai macam penyakit yang merugikan. Semoga pembahasan mengenai komponen komponen darah di atas dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan sahabat biologi semua.

Artikel Lainnya :