Klasifikasi Mahluk Hidup – Tujuan, Macam – Macam, dan Contoh

Posted on

Klasifikasi Mahluk Hidup – Tujuan, Macam – Macam, dan Contoh

Hai sahabat biologi! Tahukah kalian mengenai taksonomi? Taksonomi berasal dari bahasa Yunani kuno “taksi” yang berarti pengaturan dan “-nomia” yang berarti metode, jadi, taksonomi adalah ilmu tentang penamaan, mendefinisikan, dan mengklasifikasikan kelompok organisme biologis berdasarkan karakteristik yang dimiliki bersama.

Nah, setelah sahabat biologi sudah tahu mengenai ilmu mengklasifikasikan kelompok organisme atau taksonomi, pasti sahabat juga penasaran kan apa tujuan, macam-macam, dan contohnya kan? Maka dari itu, kami akan mengulaskan dan menjelaskan semua poin-poin materi klasifikasi makhluk hidup di atas khusus untuk sahabat biologi. Berikut sahabat biologi kita bahas satu persatu :

Tujuan dari Klasifikasi Mahluk Hidup

Seperti yang sudah sahabat biologi ketahui bahwa klasifikasi adalah pengelompokan makhluk hidup berdasarkan ciri, struktur tubuh, maupun karakteristiknya. Tujuan dari klasifikasi makhluk hidup yaitu untuk mempermudah kita untuk mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Maksud dari membandingkan artinya kita mencari persamaan dan perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup itu.

Selain daripada itu, ada beberapa tujuan lain dari klasifikasi makhluk hidup.

  1. Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-cirinya.
  2. Mencari tahu ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup agar bisa dibedakan dengan makhluk hidup jenis lain.
  3. Memberi nama suatu jenis makhluk hidup yang belum diketahui nama atau belum memiliki namanya.
  4. Untuk mengetahui hubungan kekerabatan antar makhluk hidup serta mengetahui evolusi makhluk hidup atas dasar kekerabatannya.

Macam Macam Klasifikasi Mahluk Hidup

Sistem klasifikasi digolongkan menjadi tiga yaitu, sistem natural/alami, artifisial/buatan, dan modern (filogenetik). Berikut adalah penjelasannya :

  1. Sistem Natural atau Alami

Sistem klasifikasi yang mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan kesamaan ciri-ciri dari struktur tubuh eksternal (morfologi) dan struktur tubuh internal (anatomi) secara alami.

Baca Juga :  Sel Hewan Dan Sel Tumbuhan – Pengertian, Fungsi, Perbedaan Dan Gambar

Para peneliti lebih menganut pada struktur sistem alami makhluk hidup. Salah satu penganut sistem ini yang terkenal adalah Carolus Linnaeus pada abad ke 18. Linnaeus mempunyai pendapat bahwa setiap masing-masing tipe makhluk hidup memiliki bentuk yang berbeda. Oleh karena itu, dengan jalan inilah, Carolus Linnaeus dapat mengenali 10.000 jenis tanaman dan 4.000 jenis hewan.

  1. Sistem Artifisial atau Buatan

Sistem klasifikasi buatan dibandingkan dengan sistem klasifikasi alami memang lebih baik, sempurna, dan lebih mudah dipahami. Sistem klasifikasi buatan adalah sistem pengelompokanmakhluk hidup berdasarkan kesamaan ciri-ciri yang telah ditetapkan oleh peneliti sendiri. Misalnya seperti ukuran, bentuk, dan habitat makhluk hidup. Maksudnya berarti para peneliti akan membuat sendiri kriteria apa saja yang akan dibandingkan antara makhluk hidup satu dengan makhluk hidup yang lain.

Penganut sistem ini yang terkenal adalah ilmuan seperti Aristoteles dan Theophratus yang telah digunakan sejak lama (370 SM).

  1. Sistem Modern atau Filogenetik

Sistem modern atau filogenetik adalah sistem klasifikasi makhluk hidup yang berdasarkan pada hubungan kekerabatan secara evklusioner. Sistem ini juga menggunakan beberapa parameter yang lebih kompleks dalam klasifikasi ini sebagai berikut :

  • Persamaan struktur tubuh diketahui secara eksternal dan internal.
  • Menggunakan biokimia perbandingan dalam tubuh. Misalnya seperti pada hewan Limuluspolyphemus, karena sistem ini lebih detail dalam menentukan hubungan kekerabatan pada suatu jenis makhluk hidup, pada hewan ini yang dulunya dimasukkan ke dalam golongan rajungan (crab) karena bentuknya yang mirip, pada akhirnya tidak lagi dapat dimasukkan ke dalam golongan rajungan setelah dianalisis dan terbukti struktur biokimia dari darah hewan ini lebih dekat ke dalam kelompok laba-laba (spider).
  • Genetika modern atau gen juga digunakan untuk melakukan klasifikasi makhluk hidup. Adanya persamaan gen menunjukkan hubungan kekerabatan.
Baca Juga :  Fungsi Daun Pada Tumbuhan

Contoh klasifikasi Mahluk Hidup

  • Ayam (Gallusgallus)

Kingdom : Animalia

Filum      : Chordata

Kelas      : Aves

Ordo       : Galliformes

Famili     : Pasoanidae

Genus    : Gallus

Spesies  : Gallusgallus

  • Belalang (Acridaconica)

Kingdom : Animalia

Filum      : Arthropoda

Kelas      : Insecta

Ordo       : Orthoptera (semua jenis belalang)

Famili      : Acrididae

Genus     : Acrida

Spesies   : Acridaconica

  • Domba (Ovisaries)

Kingdom : Animlia

Filum      : Chordata

Kelas      : Mamalia

Ordo       : Artiodactyla

Famili      : Bovidae

Genus     : Ovis

Spesies   : Ovisaries

  • Cumi-Cumi (Mastigoteuthisflammea)

Kingdom : Animalia

Filum      : Mollusca

Kelas      : Cephalopoda

Ordo       : Teuthida (semua jenis cumi-cumi)

Famili     : Mastigoteuthidae

Genus    : Mastigoteuthis

Spesies  : Mastigoteuthisflammea

  • Bintang Laut

Kingdom : Animalia

Filum      : Echinodermata

Kelas      : Asteroidea (semua jenis bintang laut)

Ordo       : Forcipulatida

Famili     : Asteriidae

Genus    : Pisaster

Spesies  : Pisasterochraceus

 

Sahabat biologi, bagaimana? Sudah mengertikan tujuan, macam-macam, dan contoh klasifikasi makhluk hidup? Semoga saja artikel yang kami sampaikan bisa dimengerti dengan jelas oleh sahabat biologi dan yang pasti bisa membantu sahabat biologi untuk belajar. Sekian dari kami terima kasih.

Artikel Lainnya :