Klasifikasi Jamur – Penjelasan Lengkapnya

Posted on

Klasifikasi Jamur – Penjelasan Lengkapnya

Klasifikasi Jamur : Jamur memiliki karakteristik yang hampir sama dengan tumbuhan akan tetapi jamur tidak memiliki kloroful, maka dengan begitu jamu tidak dapat melakukan fotosintesis dan menghasilkan bahan organik dari karbondioksida dan air. selain itu jamur atau fungi memiliki organisme heterotof dan memiliki sifat hampir sama dengan hewan.

Kata jamur sendiri berasal dari bahasa latin yaitu fungi yang memiliki sifat eukariotik dan tidak berklorofil, jamur ini juga bereproduksi dengan cara aseksual dengan menghasilkan spora, kuncup dan fragmentasi, sementara dengan cara seksual jamur berepoduksi dengan zigospora, askospora, dan basidiospora.

Jamur dapat hidup di tempat tempat lembap, air laut, air tawar bahkan di tempat asam dan bersimbiosis dengan ganggang yang berbentuk lumut.

Klasifikasi Jamur

Jika berdasarkan struktur, tubuh dan cara bereproduksi, fungi atau jamur ini dibagi menjadi 4 klasifikasi dan berikut ini adalah penjelasannya :

Divisi Zygomycota

Divisi ini bisa membentuk alat reproduksi dengan cara seksual yang berupa zigosporangium dengan bentuk dindinga yang tebal sehingga bisa tahan dengan kondisi kering mau pun yang ada pada lingkungan buruk, selain itu juga secara metabolis tidak aktif sehingga bisa tahan di kondisi beku dan juga kering.

Namun setelah kondisi lingkungannya membaik maka sporangium yang memiliki kandungan zigospora ini akan berkecambah dengan cara menghasilkan sporangium yang di dalamnya terdapat spora seksual.

Jamur Rhizopus sp. memiliki rizoid dengan fungsi yang mampu menyerap nutrisi dan juga hifa horizontal yang disebut dengan stolon. Contoh jamur yang masuk ke dalam divisi ini adalah jamur temped an jamur roti.

Baca Juga :  Fungsi Vakuola – Penjelasan Beserta Gambarnya

Divisi Ascomycota

Divisi ini memiliki ciri ciri saprofit, parasit atau bersimbiosis dan merupakan uniseluler seperti Saccharomyces namun ada juga yang multiseluler dengan hifa bersekat dan juga bercabang – cabang. Fungi ini bereproduksi aseksual dengan cara membentuk konidiospora yang dihasilkan oleh struktur yang biasa disebut dengan konidiym sementara reproduksi seksual melakukan reproduksi dengan cara membentuk askospora yang ada di dalam askus. Secara umum askus tersebut dibentuk di dalam tubuh dan buah yang disebut dengan askokarp.

Divisi Basidimycota

Divisi ini memiliki anggota setidaknya sekitar 25.000 spesies, selain itu jenis jamur ini juga sangat mudah untuk dikenali karena secara umum mempunyai tubuh buah yang sama seperti payung, meskipun sebagian jamur di dalam divisi ini bisa dikonsumsi dan memiliki rasa yang lezat, namun ada beberapa jamur yang dianggap sangat mematikan sehingga tak dapat dikonsumsi sembarangan.

Beberapa anggota dari genus ini memiliki kandungan racun yang sangat mematikan, selain itu beberapa jenisnya juga bisa sangat membahayakan tumbuhan, contohnya seperti menyebabkan kematian pada tanman ladang, contohnya seperti Auricularia polytricha atau jamur kuping, Volvariella volvaceae atau jamur merang, dan juga Ganoderma.

Divisi Deuteromycota

Divisi jamur ini bereproduksi secara askesual dengan cara menghasilkan konidia atau pun menghasilkan hifa khusus yang biasa disebut dengan konidiofor. Jamur ini memiliki sifat saprofit di banyak jenis materi organik, sebagai parasot yang ada pada tanaman tingkat tinggi dan juga perusak tanaman budidaya dan tanaman hias, jamur ini juga bisa menjadi penyebab dari penyakit yang ada pada manusia.

Yakni dermatokinosis atau kurap dan panu yang menimbulkan pelapukan yang terdapat pada kayu. Salah satu contoh dari jenis jamur ini adalah monilia sitophila yang merupakan jamur oncom. Umumnya jamur ini digunakan untuk pembuatan oncom dan yang berasal dari bungkil kacang, monilia ini juga bisa tumbuh pada roti, sisa sisa makanan, tongkol jagung, pada sisa rumput terbakar bahkan pada tonggak tonggak yang memiliki kandungan konodium yang sangat banyak dan berwarna jingga.

Baca Juga :  Fungsi Asam Nukleat - Lengkap Dengan Struktur nya

Fase pembiakan yang terdapat pada monilia sp yakni dengan menggunakan cara vegetative yang kemudian diteliti ternyata juga memiliki fase generatif. Setelah fase generatif ini diketahui maka jamur ini dimasukkan ke golongan ascomycocetes yang kemudian diganti namanya menjadi Neurospora sitophilla atau Neurospora crassa.

Reproduksi secara geneartif monilia sp ini melakukannya dengan cara menghasilkan askospora, askus askus yang tumbuh di tubuh buah yang diberi nama peritesium, setiap askus mengandung delapan spora. Contohnya seperti jamur yang tak dikerahui alat reproduksi seksualnya di antara lain seperti : Chalado sporium, curvularia, gleosporium, dan diploria. Biasanya digunakan fungisida seperti lekanol dithane M – 45 dan copper Sandoz untuk memberantas jamur ini.

 

Sudah tahu kan, apa saja klasifikasi jamur beserta dengan penjelasan lengkapnya. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada pembahasan berikutnya.

Artikel Lainnya :

  1. Daur hidup Nyamuk Terlengkap, Cara Berkembang, Wabah penyakit, dan Gambarnya
  2. Bunga – Fungsi Tangkai Bunga, dan Fungsi Benang Sari, dan 10 Fungsi lainnya Dilengkapi Gambar
  3. Spermatogenesis dan Oogenesis
  4. Proses Spermatogenesis
  5. Jumlah Kromosom Manusia