Jenis Hujan – Pengertian Dan Contoh Lengkapnya

Posted on

Jenis Hujan – Pengertian Dan Contoh Lengkapnya

Hujan merupakan suatu unsur yang dapat memepengaruhi cuaca dan juga iklim, di Indonesia sendiri kita mengenal ada dua jenis musim yakni musim kemarau dan musim hujan. Nah, artikel kali ini akan membahas mengenai jenis hujan serta penjelasan lengkapnya. Apa itu hujan?

Jenis Hujan

Pengertiannya Dan Contohnya Terlengkap

Hujan merupakan bentuk awan yang bergerak terus naik ke atas, awan ini sendiri memiliki kandungan uang air yang mampu mengubah dirinya menjadi butir-butir air yang pada akhirnya jatuh ke permukaan bumi, butir-butir air ini lah yang biasa kita kenal dengan hujan. Ada banyak sekali manfaat yang dimiliki oleh hujan, salah satu manfaat yang paling besar adalah untuk memberikan kehidupan bagi manusia yang ada di bumi. Huja bisa menyiram tanah yang gersang dan menjadikan pertanian subur jika curah hujan cukup dan bagus.

Akan tetapi hujan juga bisa menjadi bencana yang tak bisa dihindari, hal ini biasanya dipengaruhi oleh manusia itu sendiri yang telah merusak lingkungan sehingga membuat perubahan pada iklim di bumi. Perubahan lingkungan yang mengakibatkan banjir dan perubahan iklim yang mengakibatkan hujan badai merupakan salah satu bencana yang bisa disebabkan oleh hujan.

Berikut Ini Adalah Jenis Hujan Dan Contohnya

Pada dasarnya hujan telah dibagi menjadi tiga jenis dan pembagian ini sendiri didasarkan dari proses terjadinya hujan itu sendiri, yakni hujan orografis (hujan relief), hujan konveksi (hujan zenith) dan juga hujan konvergen (hujan frontal). Ketiga jenis hujan di atas merupakan fenomanea alami sementara ada jenis hujan yang diakibatkan oleh ulah manusia yang disebut dengan hujan asam. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

  1. Hujan Orografis (Hujan Relief)
Baca Juga :  Tulang – Contoh Tulang dan Fungsi Masing-Masing

Hujan orografis merupakan hujan yang biasanya terjadi di kawasan pegunungan dan juga kawasan perbukitan yang sejuk dan memiliki curah hujan tinggi. Karena hujan ini biasanya terjadi akibat adanya penguapan yang berada di daerah lautan. Udara yang hangat di kawasan tersebut mengandung uap air yang cukup banyak, dan ketika udara tersebut bergerak ke kawasan pegunungan atau perkebunan yang memiliki udara lebih rendah atau dingin, awan tersebut menjadi mengembun hingga akhirnya menciptakan bulir-bulir air yang jatuh dan berubah menjadi hujan. Hujan ini sendiri biasanya jatuh di lereng gunung yang banyak terdapat angin. Untuk lereng yang menjadi kawasan jatuhnya hujan disebut dengan daerah hujan, sementara kawasan lereng yang tak dituruni hujan biasa disebut dengan daerah bayangan hujan.

 

  1. Hujan Konveksi (Hujan Zenith)

Hujan konveksi juga bisasa disebut dengan hujan zenith ini merupakan hujan yang terjadi di kawasan yang berada di 23,50 LU atau LS. Hujan ini sendiri biasa terjadi dikarenakan pemanasan udara yang berada di atas daratan terjadi akibat adanya sebuah proses yang disebut dengan proses konduksi. Udara yang diakibatkan oleh pemanasan tersebut akan menjadi mengembang sehingga mengapung untuk kemudian naik ke atas. Udara yang naik ke atas biasanya memiliki suhu yang lebih tinggi jika dibanding dengan suhu udara yang ada di sekitarnya sehingga ketika suhu udara berkurang, maka akan mengakibatkan pengembunan yang terjadi pada daerah tertentu. Pengembunan ini lah yang kemudian menghasilkan titik air atau juga es jika di daerah yang memiliki iklim sub tropis untuk kemudian turun ke bumi dan disebut dengan hujan. Hujan konveksi ini sendiri biasanya berlangsung tak terlalu lama. Tak jarang juga matahari masih muncul dan cerah untuk menyinari daerah yang sedang dilanda oleh hujan konveksi ini. Hujan ini biasanya muncul disertai dengan kilatan petir dan suara guntur.

Baca Juga :  Sel Darah Putih - Pengertian, Fungsi, Kekurangan dan Kelebihan Sel darah putih

 

  1. Hujan Konvergen (Hujan Frontal)

Hujan konvergen atau yang biasa disebut dengan hujan frontal ini biasa terjadi di kawasan yang memiliki iklim tropis. Hujan ini biasanya diakibatkan oleh pertemuan dua udara, yakni udara panas dan udara sejuk. Hujan akan terjadi ketika udara panas yang massanya lebih ringan bergerak naik ke atas udara yang memiliki massa lebih berat. Pergesekan yang terjadi di antara kedua udara panas ini lah yang nantinya akan menyebabkan adanya pengembunan yang biasa diakibatkan oleh udara panas yang memiliki kandungan uap air. Sehingga ketika berada di ketinggian tertentu embun tersebut akan jatuh menjadi hujan yang biasa disebut dengan hujan konvergen. Hujan ini biasanya turun dalam intensitas yang cukup lebat dan juga disertai dengan guntur dan angin kencang.

 

  1. Hujan Asam

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, dari semua jenis hujan di atas tiga di antaranya merupakan hujan yang disebabkan oleh faktor alam dan cuaca, namun hujan ini berbeda dengan hujan lainnya. Hujan yang disebut dengan hujan asam ini adalah hujan yang diakibatkan oleh ulah tangan manusia. Hujan ini sendiri biasanya terjadi akibat lingkungan yang tercemar oleh asap limbah industri sehingga air yang dikandung oleh hujan ini sangat berbahaya karena merupakan air kotor yang mengandung zat-zat tercemar. Apabila hujan ini turun dan mengani besi, maka besi tersebut pun akan mengalami korosi. Hal ini dikarenakan tingkat keasaman yang dikandung oleh hujan asam ini memiliki kandungan ion hydrogen (H+). Salah satu penyebab hujan asam adalah penggunaan bahan bakar minyak dan batu bara untuk menjalankan sebuah industri.

Sudah tahu kan, apa saja jenis hujan dan penjelasan lengkap mengenai contoh hujan. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan pengetahuan bagi kamu semua.

Baca Juga :  Fungsi Retikulum Endoplasma Halus – Lengkap Dengan Gambar
Jenis Hujan – Pengertian Dan Contoh Lengkapnya
5 (100%) 3 vote[s]