Jaringan Saraf – Ciri Ciri, Fungsi, Struktur, Letak dan Gambarnya

Posted on

Jaringan Saraf

Ekosistem.co.id – Jaringan saraf adalah salah satu sistem paling penting di dalam tubuh manusia. Makhluk lain seperti hewan juga memiliki jaringan ini.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai jaringan saraf, sahabat biologi pastinya pernah dong mendengar tentang jaringan saraf. Karena manusia sendiri memiliki jaringan saraf yang berfungsi untuk mengatur seluruh kegiatan di dalam tubuh manusia.

Tak hanya manusia saja yang memiliki jaringan saraf, seluruh makhluk hidup juga memiliki jaringan saraf.

Untuk itu pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai jaringan saraf mulai dari ciri ciri, fungsi hingga strukturnya lengkap untuk sahabat biologi semua. Namun sebelum itu mari kita cari tahu apa itu jaringan saraf.

 

Pengertian Jaringan Saraf

Jaringan saraf merupakan sebuah jaringan yang terdapat pada makhluk hidup sebagai penghantar impuls atau biasa juga disebut dengan rangsangan. Rangsangan yang diterima oleh sistem saraf tepi akan dibawa ke sistem saraf pusat dan begitu juga sebaliknya.

Saraf sendiri dibedakan menjadi dua yakni sistem saraf pusat atau sum – sum tulang belakang dan otak serta sistem saraf tepi.

Sum–sum tulang belakang akan mengambil semua tindakan yang dilakukan oleh manusia dan hewan yang diperintahkan oleh otak yang berpikir. Untuk kemudian memberikan respon pada semua tindakan bergerak yang dilakukan oleh manusia dan hwan tingkat tinggi.

Baca Juga :  Fungsi Sentriol – Pengertian Dan Strukurnya

Sehingga semua aktivitas yang dilakukan sahabat biologi semua ini akan dikendalikan melalui sistem saraf.

 

Ciri–ciri Sel Saraf

Sel saraf sendiri memiliki beberapa ciri yang dapat sahabat biologi kenali, di antaranya adalah sebagai berikut :

1.) Sel saraf terdapat pada manusia sementara pada hewan hanya terdapat sebagian dan hanya ditemukan pada hewan tingkat tinggi.

2.) Sel saraf bertugas untuk mengirim rangsangan dan menerima rangsangan.

3.) Sel saraf saling ketergantungan antara strukturnya.

4.) Sel saraf mempunyai inti sel atau yang biasa disebut juga dengan nucleus.

5.) Semua aktivitas sel saraf dilakukan melalui otak dan dilanjutkan ke sum – sum tulang belakang.

 

 

Fungsi Sel Saraf

Jika dlihat dari fungsinya, maka sel saraf memiliki fungsi antara lain sebagai berikut ini :

1.) Berfungsi untuk menerima rangsangan.

2.) Berfungsi untuk memberikan respon.

3.) Berfungsi untuk mengolah rangsangan.

4.) Berfungsi untuk memberikan tanggapan terdapat rangsangan.

 

 

Struktur Jaringan Saraf

Jaringan saraf tersusun atas beberapa bagian yang masing masing memiliki tugas yang penting dan berikut ini adalah struktur dari jaringan saraf yang wajib untuk sahabat biologi ketahui :

1.) Badan Sel

Struktur pembentuk jaringan saraf yang pertama adalah badan sel yang merupakan bagian dari jaringan yang paling besar.

Di dalam badan sel ini terdapat inti sel atau nukleus. Fungsi dari badan sel adalah untuk menerima impuls atau rangsangan yang diberikan oleh sitoplasma bercabang dan akan diteruskan menuju ke akson.

 

2.) Inti Sel (Nukleus)

Inti sel atau nukleus ini memiliki fungsi sebagai regulator dari seluruh aktivitas yang dilakukan oleh sel saraf. Inti sel atau nukleus ini terletak di dalam badan sel dan mengambang di antara sitoplasma.

Baca Juga :  Sumber daya Alam Hayati – Pengertian, Contoh, Sifat, Cara Melestarikan

 

3.) Sitoplasma

Sitoplasma merupakan bagian dari jaringan saraf yang mempunyai protein yang sangat tinggi, sitoplasma sendiri dibungkus oleh sel neurologia yang dapat membantu sel di dalam memperoleh suplai makanan.

 

4.) Dendrit

Dendrite merupakan bagian dari saraf yang berbentuk sekumpulan serabut sel saraf pendek yang bercabang–cabang halus. Dendrite ini juga merupakan perluasan dari badan sel dan berfungsi untuk menerima impuls serta menyampaikan impuls yang diterimanya menuju ke badan sel.

 

5.) Neurit (Akson)

Neurit atau apson merupakan bagian selaput sel saraf yang merupakan perluasan dari badan sel dan berfungsi untuk mengirimkan impuls yang diperolehnya dari badan sel menuju pada sel saraf melalui sinapsis.

Akson ini sendiri dilindungi oleh selubung melin yang terbuat dari lemak dan memiliki fungsi untuk melindungi akson dari kerusakan.

 

6.) Sel Schwann

Sel Schwann merupakan sel penyokong dari bagian aksin. Sel ini memiliki fungsi untuk menyediakan uplai makanan untuk metabolisme akson dan membantu regenerasi akson.

 

7.) Sinapsis

Bagian terakhir adalah sel safar sinapsi yang meruoakan ujung dari akson. Fungsi dari sinapsis ini adalah untuk meneruskan impuls menuju ke neuron yang lainnya. Sinapsis dari satu neuron ke yang lainnya dihubungkan dengan dendrite dari neuron lainnya.

 

 

Letak Gambar Jaringan Saraf

Jaringan saraf sendiri dapat ditemukan pada sistem saraf pusat dan sum sum tulang belakang. Berikut ini adalah gambar jaringan saraf.

 

 

Berbagai Jenis Penyakit Saraf

Terdapat beberapa gangguan yang dapat menyerang sistem saraf manusia antara lain :

1.) Meningitis

Disebut juga dengan radang otak, gangguan ini adalah penyakit saraf yang biasa dialami oleh bayi, anak-anak hingga remaja. Penyakit ini terjadi ketika selaput otak mengalami infeksi akibat virus atau bakteri.

Baca Juga :  Fungsi Badan Golgi – Penjelasan Beserta Gambar

Tapi ada juga yang dikarenakan alergi obat atau sarkoidosis.

 

2.) Stroke

Stroke adalah penyakit yang menyebabkan kematian terbesar di dunia yang terjadi akibat terganggunya pasokan darah ke otak. Biasanya hal ini diakibatkan oleh penyimbatan hingga pecahnya pembuluh darah.

 

3.) Multiple Sclerosis

Multiple sclerosis merupakan jenis penyakit saraf yang mengenai otak dan sumsum tulang belakang. Secara umum penyakit ini bisa menyerang manusia antara usia 20 hingga 30 tahun.

 

4.) Epilepsi

Dikenal dengan istilah ayan, gejala ini timbul akibat aktivitas listrik yang ada di otak tidak normal sehingga mengakibatkan penderita mengalami kejang kejang yang terus berulang tanpa adanya pemicu yang jelas.

 

5.) Bell’s Palsy

Bell’s palsy merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kelemahan hingga lumpuhnya otot otot di wajah yang terhadi sementara. Dan biasanya hal ini dikarenakan saraf perifer yang merupakan pengontrol otot wahag mengalami pembengkangan, peradangan hingga penekanan.

 

Demikian pembahasan kali ini mengenai jaringan saraf yang terdapat pada manusia dan makhluk tingkat tinggi.

 

Artikel Lainnya :

  1. Cara Merawat Telinga – Ciri Ciri Telinga Yang Baik Dan Sehat
  2. Fungsi Usus Besar Penjelasan Dan Pemaparannya
  3. Trombosit – Batas normal, Batas rendah, dan batas berbahaya