Jaringan Penyokong Pada Hewan – Penjelasan, Fungsi dan Gambar

Posted on

Jaringan Penyokong Pada Hewan

Ekosistem.co.id – Jaringan Penyokong pada hewan akan kita bahas pada kesempatan kali ini beserta dengan fungsi dan gambarnya.

Setiap makhluk hidup entah itu manusia ataupun hewan pasti memiliki jaringan penyokong pada tubuhnya. Menurut sahabat biologi jaringan penyokong itu apa sih?

 

Pengertian Jaringan Penyokong

Jaringan penyokong atau bisa disebut jaringan penunjang memiliki arti sesuai namanya. Yaitu jaringan yang berfungsi untuk menguatkan yang ada di dalam tubuh hewan. Jaringan ini jika ada pada manusia disebut juga sebagai jaringan ikat.

Jaringan penyokong pada hewan memiliki keistimewaannya tersendiri. Yaitu sel-sel penyusun jaringan yang ada pada hewan ini tidak rapat yang menyebabkan adanya celah antar sel yang disebut matriks.

Matriks adalah celah yang ada di antara sel-sel pada hewan. Antar sel pada jaringan penyokong diisi oleh suatu substansi yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi kelompok jaringan penyokong itu sendiri.

 

Ciri-ciri Jaringan Penyokong pada Hewan

Jaringan penyokong pada hewan memiliki fungsi seperti di bawah ini :

1.) Jaringan penyokong selalu memiliki sel penyusun yang posisinya tidak rapat.

2.) Pada jaringan penyokong selalu ditemukan hubungan di antara selnya atau terdapat sela.

3.) Sela sela pada jaringan penyokong dikenal dengan istilah matriks.

4.)  Pada antar sel diisi dengan substansi yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi atau mengelompokkan jaringan penyokong pada hewan.

 

Jenis-jenis Jaringan Penyokong, Fungsi dan Gambarnya

Jaringan penyokong pada hewan di bagi menjadi beberapa bagian, yaitu :

1.) Jaringan Darah

Darah adalah cairan yang ada pada makhluk hidup. Sebagian besar isi dari tubuh makhluk hidup adalah darah. Tugas jaringan darah ini sangat penting bagi siklus kehidupan sel yang menyusun tubuh hewan.

Baca Juga :  Gerak Pada Tumbuhan – Pengertian, Jenis-jenis Beserta Gambar

Jaringan darah ini secara substansial adalah bagian jaringan penyokong yang berbentuk cair. Komponen yang menyusun jaringan darah adalah :

Plasma darah, bagian terbesar dalam tubuh yang berupa air yang memiliki peranan penting seperti, menyebarkan nutrisi makanan pada tubuh hewan, mengangkut hormon, membantu antibodi, membantu mengalirkan zat sisa keluar tubuh, dll.

Keping darah atau trombosit, berfungsi untuk mempercepat pembekuan darah. Seperti jika hewan terluka dan mengeluarkan darah, trombosit akan berperan menahan aliran darah yang keluar agar darah pada tubuh hewan itu tidak banyak keluar.

Sel darah, sel darah terbagi menjadi dua bagian, yaitu sel darah merah dan sel darah putih. Sel darah merah atau eritrosit berfungsi untuk mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh hewan.

Sedangkan sel darah putih atau leukosit berperan untuk penangkal gangguan bakteri atau benda asing yang masuk pada tubuh hewan.

 

Jaringan Darah dibagi ke dalam beberapa bagian seperti berikut ini :

1.) Sel darah merah atau etrosit yang memiliki tugas sebagai pengangkut oksigen.

2.) Sel darah putih atau lekosit yang bertugas untuk melawan segala macam benda asing yang masuk ke dalam tubuh.

3.) Keping-keping darah atau trombosit memiliki fungsi untuk membantu proses pembekuan darah.

 

2.) Jaringan Getah Bening (Limfe)

Jaringan getah bening atau bisa disebut dengan limfosit tersebar di setiap penjuru tubuh hewan melalui pembuluh limfe.

Jaringan limfe berasal dari bagian darah yang dikeluarkan oleh pembuluh darah, dengan komponen paling besar dari jaringan limfe adalah air. Air ini pun mudah larut dengan zat cair seperti garam, glukosa dan asam lemak.

Sedangkan komponen seluler dari limfe adalah limfosit.

Adapun bagian utama dari jaringan getah bening adalah limfosit. Komponen terbanyak yang menyusun  jaringan getah bening yaitu cairan yang mengandung zat asam lemak, garam dan glukosa““““`.

Baca Juga :  Proses Terjadinya Gempa Bumi

Fungsi dari jaringan getah bening sendiri adalah untuk membawa air ke dalam jaringan menuju sistem pembuluh darah yang tersebar di tubuh hewan.

 

3.) Jaringan Tulang

Komponen utama dari jaringan tulang adalah osteon yang ada pada matriks. Sebagian besar zat yang menyusun matriks adalah kolagen dan garam mineral.

Jaringan tulang terdiri atas struktur sel tulang atau disebut juga dengan osteon yang disimpan di dalam matriks. Karena matriks sendiri terdiri atas zat perekat kolagen dan juga endapan garam mineral. Terutama garam kalsium atau kapus.

Bisa dibilang tulang menjadi komponen utama dan penting pada kerangka tubuh hewan. Dan bertugas sebagai pelindung organ organ vital tubuh serta menjadi tempat untuk melekatkan otot kerangka.

Tulang berfungsi bagi hewan untuk bergerak, sama halnya dengan manusia yang memanfaatkan tulang untuk bergerak.

Adanya jaringan tulang juga berfungsi untuk melindungi organ bagian dalam dari ancaman luar.

Tulang juga menjadi tempat menempelnya otot-otot yang ada pada tubuh hewan. Jaringan tulang dibagi menjadi dua bagian, yaitu :

1.) Tulang Spons, komponen penyusunnya mempunyai celah, contoh : tulang pendek.

2.) Tulang Keras, komponen penyusunnya tidak mempunyai celah, contoh : tulang pipa.

 

4.) Jaringan Ikat

Komponen utama yang menyusun jaringan ikat pada hewan adalah sel, serabut dan cairan ekstraseluler. Tugas jaringan ini adalah menghubungkan berbagai jaringan agar membentuk suatu organ dan dari organ tersebut membentuk sebuah sistem organ.

Jaringan ikat di bagi menjadi dua macam, yaitu :

– Jaringan ikat padat.

– Jaringan ikat longgar.

 

5.) Jaringan Kartilago (tulang rawan)

Jaringan tulang rawan pada anak kecil asalnya dari jaringan embrional yang juga disebut dengan istilah mesenkim. Sedangkan pada orang yang sudah dewasa jaringan ini asalnya dari selaput tulang rawan atau disebut juga dengan perikondrium.

Baca Juga :  Pencemaran Suara – Gambar, Ciri-Ciri, Dampak, Solusi Mengatasinya

Di dalam perikondrium ada banyak kondroblas atau disebut juga dengan pembentuk sel pada tulang rawan.

Tugas utama jaringan tubuh ini adalah untuk mendukung rangka tubuh pada hewan. Jaringan ini dibagi menjadi 3 golongan, yaitu :

– Kartilago elastik.

– Kartilago fibrosa.

– Kartilago hialin.

 

6.) Jaringan Lemak

Jaringan lemak atau jaringan adiposa berfungsi sebagai tempat cadangan makanan, lemak yang di dapatkan dari makanan akan di simpan dalam tubuh hewan. Selain itu jaringan ini juga berfungsi sebagai penghilang panas dari tubuh hewan.

 

 

Itulah ringkasan mengenai jaringan penyokong pada hewan. Semoga bermanfaat dan dapat menambah ilmu pengetahuan kita ya.

Artikel Lainnya :