Jaringan Kolenkim

Posted on

Ekosistem.co.id – Hai sahabat biologi, Guru di sini untuk memberikan ulasan menarik mengenai jaringan kolenkim. Ulasan kali ini pun akan kami hadirkan secara lengkap dan menarik untuk dipelajari.

Kami akan mengulas mulai dari pengertian jaringan kolenkim, lalu apa saja ciri ciri yang dimiliki oleh jaringan ini. Semuanya akan dikemas secara lengkap dan pastinya secara jelas.

Untuk itu jangan diskip ya, ulasan Guru kali ini! Karena akan sangat bermanfaat sekali bagi sahabat biologi. Terutama untuk bidang ilmu biologi yang secara khusus mengenai tumbuhan.

Tumbuhan memiliki jaringan dewasa yang termasuk di dalamnya adalah jaringan penguat. Fungsi dari jaringan yang satu ini pun memang diciptakan secara khusus untuk tumbuhan.

 

Pengertian Jaringan Penguat

Dari sini kita bisa melihat bahwa jaringan penguat ini merupakan salah satu penyusun yang sangat penting bagi sebuah tumbuhan. Jaringan ini pun juga bisa disebut dengan jaringan penyokong.

Karena fungsi dari jaringan ini adalah untuk memperkuat tubuh dari tumbuhan atau menjadi penyokong. Agar tumbuhan dapat tumbuh dengan kuat dan berkembang hingga besar.

 

Jenis Jaringan Penguat

Jika didasarkan dari sifat mau pun bentuknya, jaringan penguat dibagi ke dalam dua jenis. Jenis pertama disebut dengan kolenkim dan kedua adalah sklerenkim.

Nah, seperti yang sudah kami jelaskan sebelumnya bahwa untuk kali ini kami akan lebih fokus pada jaringan kolenkim. Sejenak melupakan pembahasan mengenai jenis jaringan yang satunya.

Baca Juga :  Protista – Klasifikasi, Cara Hidup, Tabel dan Gambar

Hal ini agar kita bisa lebih fokus dalam mempelajari materi yang satu ini, jadi langsung saja simak ulasannya di bawah ini ya!

 

Pengertian Jaringan Kolenkim

 

Seperti yang sahabat biologi ketahui tadi, jika kolenkim adalah salah satu dari jenis jaringan penguat. Kolenkim terdapat di organ muda, khususnya organ yang masih berkembang.

Sebab kolenkim merupakan jaringan yang tersusun dari sel yang masih hidup. Hal ini mebuat jaringan ini bersifat kaku karena sel nya masih aktif. Dengan begini jaringan ini bertugas untuk menjalankan proses metabolisme. Jaringan kolenkim terletak di bawah jaringan epidermis.

Sahabat biologi dapat menemukan kolenkim di tumbuhan dikotil. Meski tetap saja terdapat beberapa gymnospermae batang, buah mau pun buah yang semuanya masih tumbuh secara aktif.

Jaringan ini pun juga tidak akan bisa sahabat biologi temukan di pada tumbuhan berjenis tumbuhan monokotil. Pada jaringan yang masih muda, sahabat akan menemuka kloroplas di dalamnya.

Kandungan kloroplas dalam kolenkim ini membantu proses fotosintesis.

 

Ciri – Ciri Kolenkim

 

Sama halnya dengan jaringan yang lainnya, jaringan kolenkim ini pun bisa dilihat berdasarkan dengan ciri-cirinya. Dan pastinya ciri-ciri yang dimiliki oleh jaringan kolenkim ini berbeda dengan jaringan lainnya ya.

Jadi apa saja ciri cirinya? Sahabat biologi bisa lihat di bawah ini :

1.) Dinding sel pada jaringan kolenkim ini tidak mengandung lignin akan tetapi mengandung pektin, selulosa dan juga hemiselulosa.

2.) Beberapa sel jaringan kolenkim memiliki kloroplas yang membuatnya bisa melakukan proses fotosintesis.

3.) Jaringan kolenkim bekerja pada organ tumbuhan yang masih aktif.

4.) Secara umum jaringan ini dapat sahabat biologi temukan di tumbuhan yang usianya masih muda. Seperti di bagian daun, tangkai hingga ranting.

Baca Juga :  Jenis-jenis Manusia Purba

5.) Antar sel jaringan kolenkim bentuknya rapat sehingga ruang kosong yang tersedia pada jaringan ini sangatlah kecil.

6.) Jaringan kolenkim mengandung protoplasma.

7.) Jaringan ini memiliki vakuola yang memiliki ukuran besar dan menonjol dikarenakan mempunyai isi sekretori. Sitoplasma granula dapat ditemukan di sekitaran vakuola. Sedangkan di dalam vakuola sahabat belajar juga bisa menemukan inti sel yang biasa disebut dengan istilah nukleus.

8.) Jaringan ini mempunyai bentuk memanjang dan sejajar dengan pusat organ yang ditempatinya.

Di dinding sel kolenkin secara umum biasanya mengalami penebalan setempat.

 

Macam-Macam Jaringan Kolenkim

1.) Angular (Sudut)

Kolenkim angular mengalami penebalan pada bagian sudut, sehingga jenis ini disebut juga jaringan sudut. Contohnya bisa dilihat dari jaringan yang ada pada daun dengan tekstur bergelombang.

Nah, inilah yang disebut dengan angular sudut.

2.) Lamellar (Tangensial)

Kolenkim lamellar atau papan mengalami penebalan di dinding sel yang tangensial saja, kolenkim ini mempunyai dinding sel yang tebal hanya pada saat sejajar dengan permuaan struktur.

Jaringan ini bisa menjadi kuat akibat adanya penebalan yang lebih besar. Sehingga jaringan ini pun mendapatkan dungan di lapisan paling luar dari struktur tumbuhan.

3.) Annular

Anular merupakan jenis jaringan terlangka dengan sedikit contoh yang bisa sahabat lihat dan pelajari. Tapu untuk menemukannya sahabat biologi bisa melihatnya pada dun wortel.

Pada daun wortel sahabat bisa melihat dinding sel yang seluruhnya rata dan bentuknya menebal. Hal ini dipercaya karena adanya dukungan yang diberikan ke seluruh arah, tidak hanya dari satu sisi saja.

Jadi berbeda dengan jaringan lainnya yang memiliki struktur berbeda pada beberapa bagian.

4.) Lacunate (Lakunar)

Jika terdapat penebalan pada permukaan ruang di antara sel satu dengan sel lainnya. Maka jaringan lakunar inilah penyebabnya sebab jaringan ini hanya mengisi ruang yang ada di bagian tanaman yang kosong. Atau dianggap rentan dan kekurangan jaringan.

Baca Juga :  Metabolisme Karbohidrat – Macam Macam Dan Pengertiannya

 

Dari pembahasan jaringan kolenkim di atas, kini sahabat belajar dapat menambah ilmu pengetahuan khususnya di bidang biologi. Secara khusus pada tumbuhan dan materi jaringan.

Artikel Lainnya :