Jaringan Ikat – Ciri Ciri, Letak, Jenis dan Fungsi Beserta Gambar

Posted on

Jaringan Ikat

 

Ekosistem.co.id – Jaringan ikat akan kami bahas pada kesempatan kali ini mulai dari pengertian, jenis hingga fungsi dan gambar jaringan ikat. Langsung saja dimak ulasan lengkapnya di bawah ini.

 

Pengertian Jaringan Ikat

Jaringan ikat adalah jaringan yang memiliki fungsi untuk mengikat, menunjang serta mengikat bagian atau pun organ yang lainnya. Susunan jaringan ikat ini merupakan sel yang terdiri di dalam matriks ekstraseluler serta susunannya tersebar.

Jaringan ikat adalah jaringan yang banyak sekali ditemukan di dalam tubuh dan mempunyai susunan sela yang jarang. Dan menyebar di dalam suatu matriks ekstraseluler, jaringan ikat ini sendiri dibentuk dari mesenkim yang berasal dari mesoderm.

Mesoderm sendiri merupakan lapisan tengah pada embrio, jaringan ikat pula disebut dengan jaringan penyokong atau pun jaringan penunjangnya.

 

Ciri-ciri Jaringan Ikat

Jaringan ikat sendiri memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan jenis jaringan lainnya, berikut ini adalah ciri-ciri atau karakteristik jaringan ikat :

1.) Sel jaringan ikat letaknya tidak saling berdekatan dan hanya terhubung pada ujung protoplasma.

2.) Jaringan ikat memiliki komponen intraseluler atau pun matriks.

3.) Berbentuk sela yang tidak beraturan dengan inti sel yang menggelembung.

 

Jenis-jenis Jaringan Ikat

Jaringan ikat sendiri terdiri dari beberapa jenis dan komponen seperti di bawah ini :

1.) Jaringan Ikat Sejati

Jenis jaringan ikat pertama adalah jaringan ikat sejati yang terdiri dari jaringan ikat padat dan juga jaringan ikat longgar. Jaringan ikat longgar pun memiliki komponen penyusun sel yang terbilang lebih banyak jika dibandingkan dengan serabut atau serat.

Jaringan ikat longgar ini memiliki fungsi sebagai pembungkus dari organ tubuh, saraf hingga pembuluh darah. Contoh dari jaringan ikat longgar adalah mesenterium atau selaput pembungkus organ yang ada di dalam perut manusia.

Baca Juga :  Manfaat Glukosa Bagi Tubuh Manusia dan Penjelasannya

Selain itu jaringan ikat padat padat adalah sebuah jaringan ikat yang komponennya terdiri dari penyusun sel yang lebih sedikit jumlahnya dibandingkan dengan serabut atau seratnya.

Jaringan ikat sendiri dibagi ke dalam dua jenis yakni :

1.) Jaringan Ikat Padat Tertatur yang terdiri dari tendon atau penghubung di antara tulang serta otot dan juga ligamen atau penghubung tulang dan tulang.

2.) Jaringan Ikat Padat Tidak Teratur bisa dilihat pada fasia atau selaput pembungkus otot.

 

2.) Jaringan Ikat Cair

Cairan ikat cair sendiri memiliki perbedaan dengan jaringan ikat padat karena jaringan ikat cair terdiri atas jaringan darah dan juga limfa. Fungsi dari jaringan darah ini pada proses transportasi adalah sebagai sistem kekebalan tubuh.

Sedangkan jaringan limfa memiliki tugas penting pada sistem imunitas tubuh.

 

3.) Jaringan Ikat Penyokong

Jaringan ikat penyokong merupakan suatu jaringan ikat dengan peran yang dalam membentuk serta menyokong tubuh. Jaringan ikat penyokong ini sendiri terdiri dari tulang rawan dan juga tulang keras.

Jaringan tulang rawan tersusun atas sel kondrosit dan jaringan tulang rawan ini memiliki tiga jenis jaringan rawan yakni :

– Hialin

– Elastin

– Fibrosa

Sedangkan jaringan tulang keras sendiri tersusun dari sel osteosit dan terdiri dari tulang kompak dan juga tulang berongga.

 

 

Fungsi Jaringan Ikat

Jaringan ikat atau jaringan penyambung ini memiliki banyak fungsi, di antaranya adalah :

1.) Sebagai Penyokong, Pengikat dan Pengisi

Jaringan epitel, jaringan saraf dan jaringan otot dihubungkan dengan jaringan penyambung atau jaringan ikat. Fungsi jaringan ikat selain menyambungkan beberapa jaringan juga mengisi antar ruang yang berada di antara sel.

Urat atau tendo adalah jaringan penyambung yang bertugas sebagai penyokong atau bertugas untuk menghubungkan antara jaringan otot dengan tulang.

Baca Juga :  Proses Pencernaan Pada Manusia

 

2.) Pembungkus

Jaringan ikat bertugas sebagai pembungkus jaringan lain, jaringan ikat sendiri biasanya memiliki bentuk selaput atau pun kapsul. Bentuknya akan mengelilingi organ tubuh seperti kapsula yang membungkus ginjal.

Atau pun meninges yang membungkus organ otak di kepala.

 

3.) Penyimpanan

Fungsi utama dari jaringan ikat adalah untuk menyimpan berbagai macam cadangan makanan. Seperti jenis lipida yang sangat penting sebagai penyimpanan cadangan makanan.

Cadangan makanan ini pun akan disimpan ke dalam bentuk adipose yang kaya akan glikosaminoglikan.

Jaringan ikat kendur memiliki fungsi untuk menyimpan cadangan air dan juga eletrolit. Utamanya ion Na+ dan juga sepertiga dari bagian protein plasma yang ada di dalam tubuh ini disimpan di dalam ruang ruang intraseluler yang ada pada jaringan ikat.

 

4.) Pertahanan

Tugas jaringan penyambung di dalam pertahanan tubuh tergantung pada komponen selulernya. Jaringan ikat sendiri memiliki kandungan sel sel fagositik yang disebut juga dengan istilah makrofag.

Makrofag memiliki kemampuan untuk melahap semua partikel partikel dan juga mikroorganisme yang masuk ke dalam tubuh.

Sel plasma sendiri bertugas untuk menghasilkan protein khusus dan disebut dengan istilah antibodi. Antibodi ini terbilang sangat penting bagi pertahanan tubuh.

Selain itu komponen matriks yang ada pada jaringan ikat juga adalah rintangan fisik yang mampu menjadi penghalang bagi proses penyebaran mikroorganisme.

Sehingga jaringan ikat ini akan menembus rintangan epitel dan sel sel limfosit dapat melintas pada kapiler darah, caranya dengan diapedisis.

Jaringan ikat juga bertugas pada perondaan tubuh.

 

5.) Perbaikan (Reparasi)

Jaringan ikat memiliki kemampuan regenerasi yang sangat tinggi sehingga bisa dengan mudah memperbaiki jaringan yang sedang mengalami kerusakan atau luka. Luka yang ada di jaringan yang sel nya tidak bisa dapat membelah diri lagi ini akan diisi dengan jaringan ikat.

Baca Juga :  Jenis-jenis Manusia Purba

 

6.) Transportasi

Kapiler darah memiliki hubungan yang sangat erat dengan jaringan ikat karena kedua pembuluh ini akan dihubungkan dengan jaringan ikat. Jaringan ikat pun akan membantu untuk membawa nutrisi dari pembuluh darah menuju jaringan lain.

 

7.) Nutrisi

Matriks yang ada pada jaringan ikat memiliki fungsi sebagai media yang menyimpan nutrien dan juga sampah metabolisme. Di jaringan ikat ini keduanya akan ditukarkan di antara sel dan suplai darah yang mengandung zat gizi.

 

 

Demikian pembahasan mengenai jaringan ikat mulai dari pengertian, ciri-ciri hingga fungsinya yang kami hadirkan khusus untuk sahabat bilogi. Selamat belajar…

 

Artikel Lainnya:

  1. Sel Darah Putih – Pengertian, Fungsi, Kekurangan dan Kelebihan Sel darah putih
  2. Jaringan Saraf : Pengertian, Ciri ciri, Jenis, Struktur, Fungsi dan Gambar
  3. Sistem Endokrin – Fungsi, Organ Dan Gambarnya