Gas Alam – Manfaat, Proses Pembentukan, Jenis, dan Gambar

Posted on

Gas Alam – Manfaat, Proses Pembentukan, Jenis, dan Gambar

Apa yang Anda ketahui tentang gas alam? Gas alam sendiri termasuk ke dalam sumber daya alam yang banyak di bumi ini namun keberadaannya tidak bisa diperbarui, hal ini karena gas alam berasal dari fosil sama seperti batu bara dan minyak bumi. Selain itu gas alam juga memiliki daya tekan yang sangat tinggi. Sumber daya ini juga memiliki sumber daya ledak yang sangat tinggi dan berat jenis spesifik yang sangat rendah.

Gas alam terbuat dari proses pelapukan jasad renik (mikroorganisme) yang tertimbun di bawah tanah dalam rentang waktu berjuta-juta tahun yang lalu. Jasad renik yang mati akan membusuk dan menumpuk sampai tertutup oleh sedimen dari sungai atau bebatuan dari pergerakan bumi. Kemudian selama berjuta-juta tahun akibat adanya tekanan-tekanan yang tinggi maka terbentuklah apa yang disebut sebagai gas alam.

Gas alam terletak pada pori-pori batuan sedimen laut dengan daerah bernaungnya disebut antiklinal atau cekungan. Pada bagian paling atas antiklinal terdapat gas bumi, bagian tengah diisi oleh minyak bumi, dan lapisan terbawah berisi air.

Nah untuk selanjutnya, kami akan membahas mengenai materi gas alam dari mulai manfaat, proses pembentukan, hingga jenis-jenisnya secara lengkap dan ringkas. Berikut adalah ulasan gas alam untuk Anda.

 

Manfaat dari Gas Alam

Setelah Anda mengetahui apa itu gas alam, sekarang tahukah Anda apa saja manfaat gas alam yang dihasilkan oleh bumi kita? Gas alam merupakan salah satu komponen yang dihasilkan langsung oleh bumi. Gas alam juga termasuk ke dalam kategori sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui lagi karena proses terbentuknya gas alam memerlukan waktu yang sangat panjang hingga ratusan tahun.

Baca Juga :  Gambar Aliran Energi – Di dalam Ekosistem Beserta Contohnya

Sementara itu, manfaat dari gas alam sendiri ternyata sangat banyak sebagai sumber energi dalam kehidupan manusia. Berikut merupakan  manfaat gas alam bagi kehidupan manusia yang perlu Anda ketahui :

  1. Gas Alam Digunakan sebagai Bahan Bakar untuk Kendaraan

Gas alam juga digunakan sebagai bahan bakar lingkungan alternatif untuk kendaraan. Ketika nantinya bensin dan solar sulit didapatkan, gas alam bisa kita manfaatkan untuk menggantikan kedua bahan bakar tersebut karena gas alam tidak menghasilkan emisi berbahaya bagi kesehatan manusia.

  1. Gas Alam Digunakan sebagai Sumber Pembangkit Listrik

Tak hanya sebagai bahan bakar kendaraan, gas alam ternyata bisa dimanfaatkan sebagai energi alternatif pembangkit listrik ramah lingkungan selain air dan angin. Melalui penggunaan turbin gas dan uap, gas alam bisa menghasilkan energi listrik yang jauh lebih baik daripada batu bara dan minyak bumi. Bahkan hasil buangan yang dikeluarkan oleh gas alam memiliki kemampuan untuk membersihkan polusi udara dan tentunya tidak membahayakan manusia.

  1. Gas Alam sebagai Sumber Energi Domestik Rumah Tangga

Di Indonesia, gas alam sering kita gunakan untuk bahan bakar energi LPG. Saat ini keberadaan LPG menjadi sumber energi yang disangat diunggulkan oleh masyarakat. Gas alam menjadi sumber energi yang lebih baik dibandingkan minyak tanah dan solar.

  1. Gas Alam Digunakan sebagai Kesehatan Lingkungan

Kesehatan lingkungan sangat dipengaruhi oleh baik-buruknya kualitas udara. Jika kualitas udara di sekitar kita buruk nantinya akan mempengaruhi kesehatan manusia. Maka dari itu, gas alam yang memiliki sifat bersih bisa mengurangi emisi dari pemakaian bahan bakar lain dalam kehidupan karena gas alam aman dari zat polutan yang berbahaya.

  1. Gas Alam sebagai Bahan Baku Industri

Manfaat gas alam dalam sektor industri bisa kita manfaatkan untuk bahan baku dalam industri pengolahan plastik (LDPE). Bukan cuma itu, beberapa industri juga menggunakan gas alam sebagai bahan baku seperti pada industri pupuk, industri pengolahan baja, industri rekayasa hujan, industri pengolahan metanol, dan industri pengolahan bahan untuk pemadaman api.

  1. Gas Alam Mendukung Kemajuan Proses IPTEK

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi atau IPTEK akan terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Salah satunya yang akan mendukung kemajuan IPTEK adalah gas alam karena sumber energi ini akan terus dimanfaatkan.

Baca Juga :  Fungsi Ekonomis Hutan Mangrove

 

Proses Pembentukan Gas Alam

Jika dilihat secara umum, gas alam sendiri dapat terbentuk akibat proses di bawah ini :

1. Proses Biologis

Proses yang pertama adalah proses biologis. Proses ini mulanya terjadi karena adanya dekomposisi zat organik yang dibentuk oleh mikroba anaorobik. Mikroba anaerobik mampu bertahan pada lingkungan dengan kandungan sulfur yang tinggi dan mampu hidup tanpa oksigen.

Proses ini terbentuk pada kedalaman 760-4880 meter. Namun pada kedalaman di bawah 2900 meter akan membentuk gas yang mengandung cairan hidrokarbon. Proses pembentukan gas alam secara biologis menempati 20 persen keseluruhan cadangan gas di bumi.

2. Proses Thermal

Minyak bumi akan mengalami ketidakstabilan pada kedalaman 4.880 meter sehingga bahan utama hidrokarbon berubah menjadi gas metan yang terbentuk melalui hasil cracking cairan hidrokarbon di sekitarnya.

 

Jenis-jenis dari Gas Alam

Ada beberapa gas alam yang perlu kita ketahui, berikut adalah jenis-jenis dari gas alam :

1. Petro Gas yang dicairkan (LPG)

Liquefied petroleum gas merupakan gas bumi yang dicairkan dengan komponen utama propana dan butana. LPG bisa didapatkan melalui proses penyulingan minyak mentah atau juga dari kondensasi gas bumi dalam kilang pengolahan gas bumi.

2. Gas alam yang dicairkan (LNG)

Liquefied natural gas merupakan gas bumi dengan komposisi 90% adalah metana yang dicairkan pada tekanan atmosferik dan suhu -163 derajat Celsius. Gas akan dimurnikan terlebih dahulu sebelum dicairkan untuk membersihkan kandungan C2H4 seperti karbon dioksida, air, dan hidrokarbon berat. Dalam proses ini volume gas akan berkurang hingga 600 kali sehingga LNG dapat didistribusikan dalam jumlah banyak.

 

Demikian penjelasan lengkap mengenai gas alam beserta manfaat, proses pembentukan, jenis, dan gambarnya. Semoga ulasan artikel ini bermanfaat untuk Anda.

Baca Juga :  Perbedaan Spermatogenesis dan Oogenesis

Artikel Lainnya :

  1. Tulang Belakang – Bagian, Fungsi, Lengkap dengan Gambar
  2. Minyak Bumi – Manfaat, Fraksi, Komposisi, Sejarah
  3. Respirasi Anaerob – Pengertian, Skema, Tahapan, Perbedaan Dengan Aerob
  4. Fermentasi Alkohol – Pengertian, Proses, Reaksi, Faktor, dan Manfaat