Gambar Daur Litik – Lengkap dengan Proses Reproduksi, Perbedaan dengan Lisogenik

Posted on

Gambar Daur Litik – Lengkap dengan Proses Reproduksi, Perbedaan dengan Lisogenik

Ekosistem.co.id – Rasanya hampir semua sahabat biologi pernah terjangkit sebuah virus, dan mungkin sahabat biologi salah satu yang pernah mengalaminya. Virus sendiri merupakan sebuah penyebab dari beberapa penyakit yang dapat menular. Misalnya saja penyakit influenza hingga cacar.

Penyebaran virus ini sendiri dapat terjadi melalui dua daur yakni daur litik atau siklus litik dan daur lisogenik atau siklus lisogenik.

Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas lebih lanjut mengenai salah satu daur yang menyebabkan virus menyebar atau menular yaitu daur litik.

Apa Itu Daur Litik atau Siklus Litik?

Daur litik sendiri merupakan salah satu siklus reproduksi atau pun replikasi genom virus yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian untuk sel inang mau pun tempat virus tersebut hidup.

Virus sendiri hanya bisa melakukan replikasi pada siklus litik ini atau disebut dengan virus virulen.

Gambar Daur Litik

 

 

 

 

Lalu bagaimana proses reproduksi daur litik pada virus? Berikut ini ulasan lengkapnya!

Proses Reproduksi Daur Litik pada Virus

Virus adalah makhluk mikroorganisme yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop, bersifat parasit  yang menginfeksi sel organisme biologis untuk dijadikan sel inangnya. Virus dapat mereproduksi diri dan bereplikasi dengan dua daur atau siklus. Salah satunya adalah daur litik.

Baca Juga :  Spermatophyta – Pengertian, Macam – Macam dan Manfaatnya

Daur litik merupakan daur reproduksi virus yang dengan cara menghancurkan sel inangnya. Adapun tahap ataupun fase-fase daur litik adalah sebagai berikut:

1.Tahap Adsorpsi

Tahap adorpsi merupakan tahap pertama dalam daur litik  ini, yaitu diawali dengan reseptor sel menempel pada dinding sel inangnya. Selanjutnya virus akan mengeluarkan enzim lisozim untuk membuat lubang di dinding sel inang untuk tahap penetrasi.

2. Tahap Penetrasi

Di tahap kedua ini, setelah dinding sel inangnya berlubang, virus memasukkan materi genetiknya (DNA/RNA) ke dalam sitoplasma sel inangnya.

3.Tahap Sintesis

Pada tahap yang ketiga ini, atau tahap sintesis, virus membunuh DNA sel inangnya sehingga tidak berfungsi lagi. Kemudian DNA virus akan mengambil alih mengendalikan kehidupan sel inangnya secara utuh. Lalu DNA virus akan mereplikasi dirinya secara terus menerus hingga dalam jumlah yang banyak. Dalam tahap ini terjadi pembentukan berbagai komponen tubuh virus seperti ekor, rambut ekor, dan kepala.

4.Tahap Perakitan

Pada tahap keempat ini, komponen tubuh virus yang terpisah-pisah terdiri dari ekor dan kepala serta rambut ekor dirakit menjadi kapsid. Kemudian DNA masuk ke dalam kapsid, maka terbentuklah virus baru yang utuh.

5.Tahap Lisis

Pada tahap terakhir ini virus mengeluarkan enzim lisozim, lalu virus melisiskan sel inangnya. Kemudian virus-virus itu keluar dari sel inang yang telah ia buat hancur. Nantinya virus-virus baru tersebut akan menginfeksi dan kemudian bereplikasi lagi bersama sel inang yang lain.

 

Perbedaan Daur Litik dengan Daur Lisogenik pada Virus

Virus dapat bereproduksi dengan cara daur litik ataupun daur lisogenik. Dari namanya yang berbeda, kita dapat menyimpulkan bahwa kedua daur tersebut berbeda. Tentu saja, daur litik mempunyai banyak perbedaan dengan daur lisogenik, yaitu sebagai berikut:

  1. Tahap pada daur litik adalah adsorpsi, penetrasi, sintesis, perakitan, dan lisis. Sedangkan tahap-tahap daur lisogenik adalah adsorpsi, penetrasi, penyisipan gen virus, dan pembelahan.
  2. Daur litik bersifat non virulen, yaitu masuknya DNA virus kepada sel hidup tidak diikuti dengan pembentukan virus-virus yang baru. Sedangkan daur lisogenik bersifat virulen, yaitu masuknya DNA virus pada sel hidup tidak selalu diikuti dengan pembentukan virus-virus yang baru.
  3. Pada daur litik, nantinya sel inang akan mati. Sedangkan pada daur lisogenik sel inang akan tetap hidup dan tidak akan mati.
  4. Daur litik menghasilkan virus ganas (virulent). Sedangkan, replikasi daur lisogenik menghasilkan virus biasa saja.
  5. Daur litik mengalami tahap lisis atau penghancuran. Sedangkan daur lisogenik tidak mengalami tahap lisis atau penghancuran.
  6. Daur litik tidak mengalami fase penggabungan dan fase pembelahan. Sedangkan daur lisogenik mengalami fase penggabungan dan fase pembelahan.
  7. Pada daur litik DNA virus menghancurkan DNA sel inangnya, kemudian mengambil alih perannya. Sedangkan pada daur lisogenik DNA virus akan bergabung dan menyatu dengan DNA sel sehingga tidak merusak sel.
  8. Daur litik tidak bisa berubah menjadi daur lisogenik, walaupun sel inangnya sudah mati. Sedangkan daur lisogenik dapat berubah menjadi daur litik, bila vilurensi (derajat kemampuan untuk menyebabkan penyakit) sel inangnya hilang.
  9. Pada daur litik virus mereplikasi diri dan menghasilkan keturunan sel inangnya (bakteriofage). Sedangkan pada daur lisogenik, hasil replikasi virus tidak dalam keturunan sel inang.
  10. Reproduksi pada daur litik tidak terikat pada kromosom inangnya (bebas). Sedangkan pada daur lisogenik reproduksinya terikat pada kromosom inangnya (tidak bebas).
  11. Pada daur litik, ada gejala infeksi virus. Sedangkan pada daur lisogenik, tidak ada gejala infeksi virus.
  12. Waktu reproduksi daur litik lebih singkat daripada daur lisogenik. Sedangkan reproduksi daur lisogenik lebih lama daripada daur litik.
Baca Juga :  Bioteknologi – Pengertian, Jenis, Contoh dan Manfaat

 

Nah, itu dia gambar daur litik beserta dengan penjelasan lengkapnya khusus untuk sahabat biologi semua, sampai jumpa pada pembahasan berikutnya, selamat belajar teman – teman.

Artikel Lainnya :

  1. Fungsi Garam Mineral – Bagi Tubuh, Bagi Sel, Beserta Zatnya
  2. Sendi Sinartrosis – Pengertian, Perbedaan Dengan Sinkondrosis, Beserta Contoh
  3. Gambar Sel Tumbuhan dan Fungsinya