Fungsi Ekonomis Hutan Mangrove

Posted on

Hutan Mangrove

Ekosistem.co.id – Fungsi Ekonomis Hutan Mangrove sangat banyak sekali karena selain dinilai mampu melestarikan lingkungan laut. Hutan Mangrove memiliki banyak fungsi yang membuatnya patut untuk tetap dilestarikan.

Hutan Mangrove memiliki fungsi ekologis untuk melindungi pantai dari abrasi laut, sebagai habitat hewan laut hingga menjadi tempat penyimpanan cadangan makanan.

Hutan Mangrove menjadi tempat ikan ikan kecil, kepiting hingga lobster berlindung dari predator. Hutan Mangrove disebut juga dengan sebutan Hutan Bakau jika di Indonesia dan biasa tumbuh di atas rawa dengan air payau.

Hutan bakau juga bisa tumbuh di area pelumpuran dan akan muncul pada akumulasi bahan organik, seperti di teluk atau pun area yang banyak terkena gempuran ombak.

Ekosistem hutan bakau sendiri memiliki sifat yang khas, selain karena keberadaan lumpur yang membuat risiko abrasi tanah menjadi berkurang. Selain itu salinitas tanah yang tinggi dan daur ulang yang dialami oleh penggenangan pasang surut air laut menjadi salah satu faktor yang membuat ekosistem hutan bakau menjadi lebih unik dibanding dengan ekosistem lainnya.

Selain itu kamu pastinya juga sudah tahu kenyataan jika hanya ada sedikit saja jenis tumbuhan yang mampu bertahan hidup di daerah yang air payau. Maka dari itu makhluk hidup yang dapat tinggal di dalam ekosistem hutan bakau hanyalah beberapa makhluk hidup dengan sifat khas hutan bakau yang uni. Dan tentunya sudah mengalami proses evolusi selama beberapa waktu untuk bisa beradaptasi dengan lingkungannya.

Baca Juga :  Panca Indra – Pengertian, Fungsi Dilengkapi Dengan Gambarnya

 

Ciri-ciri Hutan Mangrove

1.) Hutan mangrove didominasi satu tumbuhan yakni pohon bakau.

2.) Mempunyai akar pohon yang tak beraturan dan mempunyai biji yang sifatnya vivipara. Atau bisa berkecambah di pohonnya.

3.) Biasa tumbuh di kawasan air payau mau pun perairan yang saling tercampur antara air asin, dan juga air tawar. Biasanya di area muara atau rawa.

4.) Dipengaruhi pasang surut air laut.

5.) Tanah berlumpur dan selalu tergenang air.

 

Seperti yang sudah kami singgung di atas, jika hutan bakau atau hutan mangrove memiliki fungsi yang sangat penting bagi lingkungan dan makhluk hidup di sekitarnya. Tidak hanya memiliki fungsi ekologis, hutan mangrove juga memiliki fungsi ekonomis loh.

Nah, untuk fungsi ekologisnya sendiri kalian pasti lah sudah tahu kan, bahwa hutan mangrove merupakan habitat atau tempat hidup dari berbagai macam binatang laut. Binatang ini tak hanya berlindung di dalam hutan mangrove saja namun juga mencari makanan dan berkembang biak di hutan mangrove.

Selain itu fungsi ekologis lain yang dimiliki oleh hutan mangrove adalah, hutan ini mampu melindungi pantai dari risiko abrasi laut. Banyak juga yang percaya jika hutan mangrove mampu mengurangi risiko tsunami.

Lalu apa fungsi ekonomis hutan mangrove? Berikut ini ulasannya.

 

Fungsi Ekonomis Hutan Mangrove

Tidak hanya memiliki fungsi ekologis yang sangat bermanfaat bagi lingkungan, namun hutan mangrove juga memiliki fungsi ekonomis seperti di bawah ini :

 

1.) Kayu Bakau

Kayu bakau adalah salah satu produk unggulan dari hutan bakau dan merupakan fungsi ekonomisnya.

Kayu dari pohon mangrove atau bakau jika dijadikan sebagai kayu bakar. Maka akan memiliki kualitas yang tinggi.

Baca Juga :  Burung Pipit - Jenis, Beserta Pengertian Burung Pipit Yang Tinggal di Sawah

Sehingga nilai jualnya pun juga melambung cukup tinggi, dan menjadika kayu bakau sebagai salah satu bagian dari hutan mangrove yang memiliki manfaat ekonomis.

Hal inilah yang disebut dengan fungsi ekonomis dari hutan mangrove. Karena kayu dari pohon mangrove bisa digunakan sebagai kayu bakar dan sebagai bahan baku pembuatan arang.

Tak hanya itu saja, kayu dari pohon bakau juga bisa digunakan sebagai bahan pembuatan kertas. Hal ini lah yang membuat kayu bakau memiliki nilai yang tinggi jika dijual.

 

2.) Hasil Hutan

Hutan mangrove merupakan hutan yang dihuni oleh berbagai macam makhluk hidup yang juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Tak hanya kayu bakau saja yang bisa dijual dengan harga tinggi, namun seluruh makhluk yang ada di dalam hutan bakau juga memiliki nilai jual yang sangat tinggi.

Karena hutan mangrove menjadi tempat tinggal banyak sekali hewan laut, misalnya ikan, kepiting dan lobster yang memiliki nilai jual tinggi. Dan pastinya jika dijual harganya sangat mahal. Contohnya seperti kepiting bakau yang sudah terkenal sangat lezat sehingga nilai jualnya cukup tinggi.

Selain itu di dalam hutan bakau, bisa ditemukan sarang lebar yang memang gemar membuat sarang di sana. Madu dari sarang lebah ini juga bernilai jual tinggi dan menjadi salah satu fungsi ekonomis hutan bakau yang lainnya.

Selain itu hutan mangrove juga ditinggali oleh berbagai macam tumbuhan obat yang sangat bernilai harganya.

 

3.) Objek Wisata

Baru baru ini hutan mangrove dijadikan sebagai objek wisata yang sangat menarik, beberapa pengelola hutan mangrove sengaja membuat rumah pohon hingga jembatan kayu yang melintasi di atas hutan mangrove. Tempat wisata ini sangat menarik dan menjadi salah satu objek wisata kekinian yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Baca Juga :  Hutan Lingdung - Fungsi, Manfaat, dan Contoh

 

Fungsi Ekologis Hutan Mangrove

Selain fungsi ekonomis, hutan mangrove juga memiliki fungsi ekologis di antaranya adalah :

1.) Sebagai pelindung pantai dari adanya abrasi ombak lautan yang bisa mengikis bibir di pantai.

2.) Menjadi tempat tinggal dan berlindungnya berbagai macam habitat seperti biawak air, kepiting bakau, siput bakau, udang lumpur hingga ikan ikan kecil di dalamnya.

 

Nah, sekarang sudah tahu kan, apa saja fungsi ekonomis hutan mangrove. Karena ternyata hutan mangrove tidak hanya memiliki nilai ekologis namun juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Artikel Lainnya :