Fungi – Pengertian, Struktur Dan Klasifikasinya

Posted on

Fungi – Pengertian, Struktur Dan Klasifikasinya

Ekosistem.co.id – Apakah anda pernah mendengar mengenai fungi? Jika belum maka pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai fungi mulai dari pengertian, ciri – ciri hingga strukturnya.

Pengertian

Fungsi atau cendawan merupakan organisme Heterotrofik yang membutuhkan senyawa organic yang digunakan sebagai pemasukan nutrisi. Pada organisme yang keberlangungan hidupnya bergantung pada organic mati yang larut maka akan disebut dengan sporofit.

Ciri-Ciri Fungi

Di dalam struktur pembentukannya fungi mempunyai ciri – ciri sebagai berikut ini :

  1. Tidak mempunyai klorofil yang bersifat Heterotrof
  2. Hidup sebagai Saprofit, Parasit, dan Simbiosis
  3. Mempunyai sifat Eukarion atau Terdapat Inti Sejati
  4. Mempunyai sel tunggal namun ada juga yang mempunyai banyak sel
  5. Berkembangbiak dengan cara Vegetative dan Generative

Struktur Tubuh Fungi

 

Jamur adalah salah satu dari golongan organisme yang terpisah dari kingdom tumbuhan sehingga menjadi bagian dari kelompok organisme fungsi.

Kelompok jamur uniseluler yang mempunyai tubuh yang berbeda – beda dengan diameter sekitar 1 – 5 mikrometer dan mempunyai panjang sekitar 5 – 30 mikrometer.

Kelompok jamur banyak sel yang mempunyai tubuh yang tersusun atas benang – benang yang disebut sebagai hifa dan beberapa jenis jamur di dinding hifa memiliki kandungan selulosa namun pada umumnya hifa ini hanya mengandung Nitrogen Organik yang disebut dengan Kitin.

Pertumbuhan Fungi

Jika dilihat secara sistematis maka perkembangbiakan fungsi atau jamu dibedakan atas dua macam pertumbuhan yakni :

  1. Berkembangbiak Aseksual

– mempunyai fragmentasi hifa

– mempunyai pembentukkan terhadap tunas

Baca Juga :  Simbiosis Parasitisme,20 Contoh, Pengertian, dan Gambar Lengkap

– mempunyai pembentukan pada spora aseksual yang berupa Konidiaspora, dan Klamidospora

  1. Berkembangbiak Seksual

– Sogami

Anisogami

Oogami

Gametangiogami

Somatogami

Spermatisasi

Klasifikasi Fungi

Di dalam jenis organisme fungi ini sendiri terdiri atas 2 macam klasifikasinya, dan berikut ini adalah klasifikasi pada fungi :

  1. Divisi Zygomycotina

Zygomycotina adalah suatu organisme yang membentuk seperti spora dan memiliki dinding tebal yang disebut dengan zigospora, oragnisme ini secara umum tumbuh serta hidup di daratan sebagai saprofit yang tak mempunyai klorofil.

Mempunyai hifa yang tak mempunayi sekat atau septum dan mempunyai banyak sekali inti serta berkembang biak dengan cara Vegetative dengan membentuk aplanospora yang hidup dan tumbuh di daratan dan zoospore yang hidup dan tumbuh di perairan, sementara sedangkan Zygomycotina sendiri berkembangbiak dengan cara generative atau cara membentuk Oogami atau Gametaniogami. Contoh dari Zygomycotina ini adalah :

  • Pilobolus
  • Mucor Muceedo
  • Rhizopus Nigricans
  • Rhizopus Oligosporus
  • Rhizopus Stoloniferus
  • Mucor Javanicus
  1. Divisi Ascomycotina

Divisi Ascomycotina adalah suatu organisme yang membentuk spora yang terbentuk dengan cara generative atau seksual dan spora ini terbentuk di dalam sel gelembung dan juga berwujud seperti kantung yang juga disebut dengan askus dan spora yang dihasilkannya ini disebut dengan askospora. Contoh dari Ascomycotina :

  • Penicillium Italicum
  • Penicillium Islandicum
  • Penicillium Notatum
  • Penicillium Chrysogenum
  • Penicillium Camembery
  • Xylaria Tabacina
  • Aspergillus Nidulans
  • Aspergillus Flavus
  • Fusarium
  • Claviceps Puepurea
  1. Divisi Basidiomycotina

Pada divisi Basidiomycotina termasuk ke dalam Basidiomycotina yang mempunyai bentuk tubuh yang sangat besar atau Makroskopis. Spora yang terbentuk didalam basidium ini umumnya akan memiliki basidispora. Basidiomycotina ini sendiri berkembang bisa dengan menggunakan cara Vegetative, yakni dengan cara membentuk Fragmentasi Hifa, sementara di perkembangbiakannya yang dilakukan dengan cara Generative adalah dengan cara membentuk Basidiospora pada Basidium.

Baca Juga :  Biologi – Pengertian, Cabang, Manfaat dan Ruang Lingkup

Pertumbuhan yang dilakukan oleh Basidiomycotina ini sendiri dimulai dari perkembangan spora Basidium atau Konidium, yang kemudian Spora Basidium tersebut akan berubah menjadi benang hifa yang memiliki sekat atau septum denga satu ini yang kemudian hifa akan membentuk berupa Miselium. Contoh Basidiomycotina adalah :

  • Volvariella Volvacea
  • Auricularia Polytricha
  • Puccinia Graminis
  • Amanita Phalloides
  • Agaricus Campertis
  • Lycoperdon
  • Lentinus Edodes
  • Ezobasidium Vexans

 

Demikian pembahasan kali ini yang membahas secara lengkap mengenai fungi, mulai dari pengertian, ciri – ciri, struktur hingga klasifikasi fungi. Semoga pembahasan kali ini bermanfaat bagi anda sampai jumpa pada pembahasan berikutnya.

Artikel Berikutnya :

 

 

Rate this post