Fermentasi Alkohol – Pengertian, Proses, Reaksi, Faktor, dan Manfaat

Posted on

Fermentasi Alkohol – Pengertian, Proses, Reaksi, Faktor, dan Manfaat

Kalian pasti tidak asing dengan alkohol kan, paling tidak kalian pernah mendengar mengenai alkohol. Meskiupun alkohol sering dikira sebagai salah satu zat yang berbahaya dan tidak memiliki manfaat sama sekali, padahal sebenarnya alkohol juga mempunyai segudang manfaat kok. Berikut ini penjelasan mengenai fermentasi alkohol mulai dari pengertian, proses, reaksi hingga manfaat yang belum banyak diketahui.

Sebagai zat yang bisa melemahkan serta memperlambat fungsi vital yang ada pada tubuh. Alkohol sendiri dikenal memiliki sifat depresan yang bisa membuat seseorang menjadi cadel, kemampuan presepsinya yang terganggu serta gerakan tubuh yang goyah.

Meski pada proses pembuatan alkohol sendiri cukup rumit yang biasa disebut fermentasi. Proses ini adalah cara untuk mengekstrak ragi untuk menjadi alkohol.

Apa Itu Fermentasi Alkohol

Jika dilihat dari pengertiannya, fermentasi alkohol sendiri memiliki pengertian sebagai sebuah proses yang memiliki perubahan dan biasanya terjadi pada glukosa. Zat ini akan diubah untuk menjadi etanol serta karbondioksida.

Proses ini membutuhkan bakteri sebagai organisme yang biasa digunakan untuk membuat tape di Indonesia. Roti hingga minuman keras.

Nama dari bahan ini sendiri sebenarnya adalah Saccharomyces Cerevisae. Sementara itu untuk proses fermentasi dapat digolongkan ke dalam respirasi anaerob sebab dalam prosesnya membutuhkan oksigen.

Proses Fermentasi Alkohol

Untuk proses fermentasi pada alkohol ini sendiri akan dimulai pada pecahnya satu molekul glukosa. Lalu akan dilanjutkan dengan glukosa yang diubah untuk menjadi dua molekul asam piruvat.

Baca Juga :  Sistem Endokrin – Fungsi, Organ Dan Gambarnya

Pada saat proses ini terjadi maka akan terbentuk 2 ATP yang nantinya akan ditambah dengan 2 NADH.

CO2 atau nama lain dari karbondioksida ini akan dibebasakan. Maka dari itu di setiap asam piruvat yang ada akan diproses lalu diubah menjadi asetil dehid. Lalu etanol akan didapatkan dari perbuhana asetil dehid serta NADH+ yang adalah hasil dari NADH yang mana pada keduanya yaitu etanol serta NAD+ akan digunakan lagi pada proses glikolisis.

Bisa dibilang proses ini merupakan proses fermentasi yang paling banyak dan paling sering dilakukan oleh manusia semenjak dulu kala. Oleh sebab itu fermentasi alkohol lebih sering digunakan untuk makanan sejak ribuan tahun silam, misalnya dalam pembuatan roti.

Reaksi Fermentasi Alkohol

Etanol yang diubah menjadi etil alkohol akan dilakukan oleh asam piruvat yang merupakan proses dari fermentasi ini. Nah, proses ini sendiri akan dilakukan selama dua kali.

Yang pertama adalah pembebasan CO2 karbondioksida yang dilakukan dari asam piruvat dan membuat asetal dehid menjadi terbentuk. Yang kedua adalah pada saat NADH memproduksi asetal dehid untuk diubah menjadi alkohol. Kemudian NADH akan digunakan lagi pada proses glikolisis.

Untuk sel ragi dan bakteri sendiri proses respirasi akan dilakukan dengan menggunakan proses respirasi anaerob. Karenanya dari proses fermentasi ini menghasilkan karbondioksida yang bisa digunakan sebagai pengembang adonan roti.

Selain itu karbondioksida juga akan digunakan lagi untuk membentuk pori-pori pada roti dan melakukan proses fermentasi.

Faktor Keberhasilan Proses Fermentasi

Ada beberapa faktor yang akan menjadi faktor penentu keberhasilan proses fermentasi. Maka dari itu tak heran, jika roti atau alkohol yang dibuat tidak berhasil atau tidak jadi dikarenakan tidak memenuhi syarat-syarat fermentasi.

Baca Juga :  Pencemaran Tanah – Penyebab, Dampak, Solusi, Dan Contoh

Berikut ini faktor keberhasilan proses fermentasi :

  1. Mikroba

Karena proses ini menggunakan bakteri dan organisme di sekeliling, maka salah satu faktor penentu dari proses ini adalah keberadaan mikroba.

  1. Suhu

Setiap mikroorganisme mempunyai suhu pertumbuhan yang maksimal dan pertumbuhan yang minimal, untuk pertumbuhan yang optimal adalah pada suhu yang pas dan tepat.

  1. Oksigen

Seperti yang sudah dibahas di atas jika proses fermentasi menggunakan respirasi anaerob yang sangat bergantung pada keberadaan oksige. Apabila tidak ada oksigen maka respirasi anaerob tidak akan terjadi dan proses fermentasi pun akan mengalami kegagalan atau tidak optimal.

Manfaat Alkohol

Jika selama ini banyak yang salah paham tentang fungsi dan manfaat dari alkohol yang sebenarnya, maka berikut ini adalah fungsi yang dimiliki oleh alkohol.

Alkohol dapat digunakan sebagai :

  1. Bahan pelarut.
  2. Anti septik.
  3. Bahan bakar.
  4. Kosmetik
  5. Bahan peledak.
  6. Minuman keras
  7. Bahan plastik.
  8. Dan masih banyak lagi.

 

Demikian pembahasan mengenai fermentasi alkohol mulai dari pengertian, proses, reaksinya, faktor yang mempengaruhi hingga manfaat apa saja yang dimiliki oleh alkohol.

Artikel Lainnya :

  1. Siklus Batuan – Penjelasan, Contoh, Lengkap Dengan Gambar
  2. Awan Cumulonimbus – Ciri-ciri, dan Dampak yang Terjadi
  3. Hujan Orografis – Proses, Dampak, Gambar
  4. Proses Terjadinya Gempa Bumi
  5. Penyebab Tanah Longsor – Ciri-ciri dan Cara Menanggulanginya