Energi Dalam Ekosistem – Proses dan Contohnya

Posted on

Energi Dalam Ekosistem

Ekosistem.co.id – Energi dalam ekosistem mungkin merupakan salah satu materi yang jarang sekali dibahas. Namun pada kesempatan kali ini kami akan membahasnya secara lengkap.

Setiap organisme yang hidup pasti membutuhkan energi untuk bertahan hidup. Pada sebuah ekosistem terdapat siklus energi atau aliran energi yang terjadi dari satu organisme ke organisme lainnya.

Satu-satunya organisme yang mampu menghasilkan energi hanyalah tumbuhan. Dalam ekosistem tumbuhan biasa disebut sebagai produsen artinya tumbuhanlah yang memproduksi energi.

Aliran energi ini biasanya dapat digambarkan berupa jaring-jaring makanan atau piramida makanan.

Selama tidak ada yang merusak atau mengganggu kehidupan pada ekosistem tersebut maka aliran energi akan tetap seimbang.

Apabila sebuah ekosistem terganggu maka akan ada sebuah organisme yang mati atau berkembang dengan jumlah yang melebihi bataskeseimbangan.

Kira-kira sahabat biologi sudah tahu belum ya bagaiman proses terjadinya aliran energi di sebuah ekosistem? Apa saja ya jenis-jenis aliran energi yang bisa terjadi pada sebuah ekosistem? Simak penjelasan berikut ini ya.

 

 

Proses Aliran Energi

Tahapan proses aliran energi meliputi :

1.) Sumber utama energi di dunia ini adalah matahari. Matahari akan memancarkan cahaya nya untuk masuk ke dalam sebuah ekosistem yang nantinya akan dimanfaatkan oleh tanaman.

2.) Sebagai produsen, tumbuhan bertugas untuk mengubah cahaya matahari menjadi sebuah energi. Tumbuhan merubah cahaya matahari menjadi senyawa kimia berupa glukosa melalui proses fotosintesis. Selain cahaya matahari, tumbuhan juga memerlukan karbon dan senyawa organik dan anroganik dari tanah untuk melakukan proses fotosintesis ini. Tumbuhan di darat memerlukan waktu yang lebih lama untuk melakukan siklus karbon dibandingkan dengan tumbuhan air.

3.) Setelah tumbuhan selesai melakukan tugasnya sebagai produsen, nantinya tumbuhan akan dikonsumsi oleh hewan herbivora atau predator tingkat I. Energi yang telah terkumpul di dalam tanaman tadi kini berpindah ke hewan herbivora yang mengonsumsi tumbuhan. Namun energi yang dapat berpindah tidak 100 % melainkan hanya sebanyak 10 %.

Baca Juga :  Penggolongan Tanaman Contoh Beserta Penjelasannya

4.) Selanjutnya hewan herbivora ini akan dimangsa oleh hewan karnivora atau konsumen tingkat II. Saat hewan karnivora mengonsumsi hewan herbivora maka akan terjadi perpindahan energi kembali dari hewan herbivora ke hewan karnivora. Energi yang mengalir dalam proses ini juga hanya sebesar 10 % dari total energi.

5.) Terakhir adalah di saat organisme lain membusuk maka jasad dari organisme tersebut akan diurai oleh bakteri pengurai atau akan terjadi proses dekomposi. Artinya organisme akan diurai menjadi bahan organik dan dilepaskan kembali ke ekosistem untuk dimanfaatkan kembali oleh tanaman.

 

 

Jenis Jenis Aliran Energi

Aliran energi akan dibedakan berdasarkan bagaimana prosesnya atau organisme apa saja yang berperan di dalamnya.

Berikut ini merupakan contoh dari jenis aliran energi :

 

1.) Tingkat Trofik

Tingkat trofik merupakan tingkatan dari sekelompok organisme yang hanya memiliki sumber makanan tertentu. Dalam sebuah ekosistem biasanya terdapat beberapa tingkat trofik. Tingkat trofik ini hanya dikelompokkan menjadi 3 yaitu produsen, konsumen dan pengurai.

Berikut penjelasannya :

Produsen

Produsen adalah semua organisme yang memiliki kandungan klorofil sehingga bisa melakukan proses fotosintesis. Sehingga organisme ini bisa membuat atau memproduksi makanannya sendiri. Produsen di dalam ekosistem ini disebut dengan organisme autotrof.

Contohnya : pohon bakau yang merupakan produsen yang ada di dalam ekosistem hutan mangrove.

Konsumen

Konsumen merupakan sekumpulan organisme yang mampu memproduksi atau membuat makanannya sendiri.

Sehingga konsumen sendiri diklasifikasi ke dalam beberapa tingkat yang pertama adalah konsumen primer yang merupakan semua organisme yang merupakan pembakan tumbuhan atau disebut dengan herbivora.

Lalu ada konsumen sekunder yang merupakan pemakan daging atau disebut dengan karnivora.

Hingga konsumen tersier adalah kelompok pemakan segalanya, baik tumbuhan mau pun daging yang disebut dengan istilah omnivora.

Baca Juga :  Fungsi Tulang Betis

Dekomposer

Dekomposer merupakan organisme pengurai dan disebut pula dengan istilah detritivor yang bisa mendapatkan energi cara memakan detribus mau pun materi organik yang berasal dari organisme lain yang sudah mati.

Contohnya : cacing tanah, kepitingdan siput.

 

2.) Rantai Makanan

Rantai makanan adalah proses perpindahan energi dari suatu organisme ke  organisme lain yang berlangsung pada proses makan dan dimakan yang berlangsung secara satu arah.

Keseimbangan dari siklus rantai makanan dipengaruhi jumlah organisme yang ada.

Apabila ada salah satu organisme yang hilang, maka pemangsa dari organisme tersebut juga akan terancam keberadaannya.

Sementara organisme yang dimangsa oleh organisme yang hilang tersebut akan semakin meningkat perumbuhannya hingga terjadi ketidak seimbangan.

 

3.) Jaring Makanan

Jaring jaring makanan merupakan kumpulan dari beberapa rantai makanan sehingga membentuk suatu siklus yang lebih kompleks.

Dalam jaring makanan biasanya satu organisme bisa dimangsa oleh lebih dari satu organisme dan suatu organisme juga memiliki opsi makanan lain sehingga tidak hanya bergantung dengan satu organisme saja.

 

4.) Siklus Biogeokimia

Daur biogeokimia sendiri adalah proses perpidahan yang terjadi pada suatu senyawa kimia yang berasal dari lingkungan ekosistem. Dan senyawa ini bentuknya adalah komponen abiotik yang berasal dari sebuah organisme yang merupakan komponen biotik. Untuk kemudian dikembalikan lagi ke komponen abiotik.

Siklus biogeokimia ini ada beberapa jenis, yaitu siklus nitrogen, fosfor, karbon dan oksigen.

Berikut penjelasannya :

Siklus Nitrogen

Nitrogen ini diikat dan berbentuk amonia yang berasal dari penguraian jaringan mati yang dihasilkan dari bakteri.

Siklus Fosfor

Fosfat organis ini bisa ditemukan pada tubuh dari tumbuhan mau pun hewan yang telah mati lalu diurai oleh detritivor. Sehingga mengubahnya menjadi fosfat anorganik.

Baca Juga :  Soal Biologi Kelas 9

Siklus Karbon dan Oksigen

Karbondioksida dimanfaatkan oleh tumbuhan dalam melakukan fase fotosintesis yang nantinya akan menghasilkan oksigen. Oksigen ini sangat penting perannya bagi makhluk hidup. Seperti manusia yang harus bernapas agar bisa terus hidup.

 

 

Sekarang sahabat biologi sudah tahu kan tentang aliran energi dalam sebuah ekosistem, baik proses maupun jenis nya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan see you later.

 

Artikel Lainnya :

  1. Rangkuman Jaringan Hewan – Pengertian, Struktur, Gambar, dan Contoh
  2. Gambar Daur Litik – Lengkap dengan Proses Reproduksi, Perbedaan dengan Lisogenik
  3. Organ dan Sistem Organ Pada Hewan