Ekosistem adalah – Pengertian, Jenis, Fungsi, Komponen

Posted on

Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk karena adanya interaksi atau hubungan timbal balik yang tidak dapat dipisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya. Bisa dikatakan ekosistem merupakan suatu kesatuan yang utuh dari lingkungan dan makhluk hidup yang saling memperngaruhi.

Pada dasarnya dalam sebuah ekosistem, setiap makhluk hidup akan berkembang secara bersama-sama dengan kondisi lingkungannya. Maksunya, makhluk hidup akan beradaptasi dengan lingkungannya begitupun sebaliknya makhluk hidup juga akan mempengaruhi kondisi lingkungannya untuk memenuhi keperluan hidup.

Hal ini sendiri dapat dilihat jika berdasarkan teori hipotesis Gaia yang mengatakan.  Jika Setiap organisme, khususnya mikroorganisme akan bersama-sama dalam menciptakan pengendalian sistem (system control) untuk menjaga kondisi bumi.

Jenis Ekosistem

Ada beberapa jenis ekosistem yang ada di dunia. Berikut adalah penjelasannya:

Ekosistem Laut

Ekosistem laut adalah jenis ekosistem akuatik (perairan) dengan permukaan yang sangat luas yang didominasi dengan kandungan garam yang cukup tinggi. Di dalam ekosistem laut terdapat biota laut. Seperti, lumba-lumba, ubur-ubur, terumbu karang, rumput laut dan lain sebagainya.

Selain dari biota laut maka mereka tidak bisa hidup atau tinggal di dalam laut. Hal ini karena keunikan ekosistem laut yang didominasi oleh kandungan larutan garam (NaCI) mencapai 75%.

Ekosistem Air Tawar

Ekosistem air tawar adalah ekosistem akuitik (perairan) yang memiliki kandungan garam sangat rendah. Sumber air dari ekosistem air tawar berasal dari mata air yang berasal dari bawah tanah.Ekosistem ini merupakan lawan dari ekosistem laut. Kondisi yang berbeda dengan ekosistem laut menjadikan makhluk hidup di dalamnya mampu hidup lebih baik.

Baca Juga :  Metamorfosis Tidak Sempurna – Pengertian, Fase Beserta Contoh

Jika dilihat dari produksi materi organiknya maka ekosistem air tawar bisa dibagi menjadi dua macam, yaitu:

  1. Danau Eutropik

Danau eutropik merupakan sebutan dari danau yang dangkal dan memiliki kandungan makanan yang cukup banyak.

  1. Danau Oligotropik

Danau oligotropik merupakan kebalikan dari eutropik. Danau yang dalam tapi memiliki kekurangan makanan.

Ekosistem Sungai

Secara umum ekosistem sungai juga hampir sama dengan ekosistem air tawar. Hanya saja lingkungannya lebih spesifik yaitu meliputi kawasan sungai saja. Ekosistem ini meliputi sepanjang wilayah atau daerah sungai. Jika diurutkan maka dari hulu sungai – badan sungai – hilir sungai – muara sungai.

Dari hulu sungai hinga muara sungai itulah yang disebut dengan ekosistem sungai. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki aliran sungai.

Maka, secara sederhana ekosistem sungai adalah ekosistem akuitik (perairan) yang lingkungannya meliputi kawasan atau wilayah sungai.Ada beberapa sungai yang terkenal, seperti sungai Musi, sungai Kapuas, sungai Mahakam dan lain sebagainya.

Selengkapnya https://ekosistem.co.id/ekosistem-sungai/

Ekosistem Danau

Ekosistem yang satu ini berbeda dengan ekosistem jenis akuitik lainnya. Meskipun hampir sama dengan ekosistem air laut, air tawar dan sungai. Hal ini karena ekosistem danau merupakan ekosistem buatan.

Ekosistem danau adalah jenis ekosistem akuitik yang mencakup pada keseluruhan lingkungan danau dan sekitarnya. Danau sendiri memiliki arti sekungan besar pada permukaan bumi yang digenangi oleh air dan dikelilingi oleh daratan. Bisa dikatakan ekosistem danau merupakan hubungan dari beberapa populasi (darat dan air).

Ekosistem Darat

Ekosistem darat adalah ekosistem yang lingkungannya didominasi oleh daratan. Kondisi seperti ini biasa disebut dengan bioma. Ada beberapa macam bioma berdasarkan pengaruh iklim dan letak geografisnya, di antaranya hujan tropis, padang rumput, padang savana, padang pasir (gurun), tundra, hutan gugur dan taiga.

Baca Juga :  Retikulum endoplasma - Jenis, Fungsi Beserta Gambar

Ekosistem Sawah

Jika pada jenis ekosistem akuitik ada yang disebut sebagai ekositem buatan maka sama halnya dengan ekosistem darat. Ekosistem sawah adalah ekosistem buatan yang lingkungannya berada di daratan. Tapi tidak semua daratan bisa dibuat menjadi ekosistem persawahan.

Hal ini dikarenakan ekosistem sawah memiliki ciri khas sendiri, yaitu dibangun oleh komponen biotik (tumbuhan primer, tumbuhan sekunder dan hewan) dan abiotik (cahaya, tanah dan air).

Selengkapnya https://ekosistem.co.id/ekosistem-sawah/

Ekosistem Hutan

Ada satu lagi macam-macam ekosistem. Ekosistem yang satu ini bisa dikatakan sebagai ekosistem yang paling penting keberadaannya. Ekosistem hutan adalah ekosistem yang berada di permukaan tanah (daratan) dan berada di sekitar hutan. Semua populasi yang berada di dalam hutan membentuk suatu kesatuan ekosistem yang dinamis.

Hutan juga sering disebut sebagai paru-paru bumi. Hal ini karena hutan memegang peran penting dalam mengatur dan menjaga kesehatan manusia dan bumi.

Fungsi Ekosistem

Sesuai dengan pengertiannya bahwa ekosistem adalah suatu sistem ekologi. Maka, secara fungsional ekosistem memiliki peran sebagai penunjang kehidupan.

Secara fungsional, maka ekosistem dapat dianalisa menggunakan faktor-faktor berikut:

  1. Lingkaran Energi

Sesuai dengan azas energi bahwa energi tidak dapat dihilangkan, dihancurkan atau diciptakan tetapi energi dapat diubah dari suatu bentuk ke bentuk yang lain.

Oleh karena itu, semua energi yang masuk ke dalam organisme hidup atau populasi (ekosistem) dapat dianggap sebagai energi yang tersimpan atau terlepaskan.

  1. Rantai Makanan

Rantai makanan adalah perpindahan energi makanan dari sumber daya tumbuhan atau melalui jenjang makanan. Semakain pendek rantai makanan maka semakin besar energi yang tersedia.

  1. Perkembangan dan Evolusi

Lingkungan yang secara fisik semakin baik maka memungkinkan terjadinya keanekaragaman biologi dalam suatu ekosistem dan menunjang sebuah populasi untuk berkembang.

  1. Pengendalian
Baca Juga :  Chordata Adalah - Karakteristik, Klasifikasinya

Suatu organisme dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan organisme juga dapat membuat lingkungan menyesuaikan kebutuhan biologisnya. Jika dicontohkan seperti tumbuhan yang dapat mempengaruhi tanah tempat tumbuhnya.

Komponen Ekosistem

Komponen ekosistem adalah bagian-bagian yang membentuk ekosistem. Secara umum, suatu ekosistem dibentuk oleh suatu kesatuan biotik dan abiotik yang saling berikteraksi. Lebih jelasnya komponen-komponen tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Komponen Biotik

Komponen biotik merupakan bagian yang hidup (organisme/makhluk hidup). Komponen biotik juga terdiri dari produsen, konsumen (heterotrof), pengurai (dekomposer) dan penghancur (detivritor).

  1. Komponen Abiotik

Komponen abiotik merupakan bagian fisik dan kimia (tidak hidup) yang memiliki peran sebagai medium atau tempat berlangsungnya kehidupan makhluk hidup (organisme). Komponen ini seperti, senyawa organik, anorganik dan beberapa faktor yang mempengaruhi distripbusi organisme (suhu, air, garam, cahaya matahari dan iklim).

Itulah tadi penjelasan mengenai pengertian ekosistem, jenis, fungsi dan komponennya. Berdasarkan penjelasan di atas ekosistem tidak akan bisa dilepaskan dari hubungan antara komponen biotik dan abiotik di dalamnya.

Artikel Lainnya :

Bagian Bagian Daun – Pengertian, Struktur, Fungsi, dan Gambarnya

Metabolisme Protein – Pengertian Dan Proses Terjadinya Pada Tubuh

Alat Pernapasan Manusia – Penjelasan Dan Fungsinya