Daur Hidup Capung – Penjelasan Proses Metamorfosis Beserta Gambarnya

Posted on

Daur Hidup Capung

 

Ekosistem.co.id – Daur hidup capung juga menarik untuk dibahas pada kesempatan kali ini. Mengingat capung merupakan hewan dengan bentuk dan kebiasaan hidup yang unik.

 

Capung Adalah

Capung disebut sebagai serangga purba yang sudah hidup sejak 300 juta tahun yang lalu loh. Capung yang memiliki nama lain sibar-sibar ini adalah serangga yang masuk kelompok odonata.

Serangga satu ini memiliki kebiasaan hidup yang unik yakni tidak jauh jauh dari keberadaan air. Sebab mereka akan bertelur di permukaan air dan menghabiskan masa pra-dewasa hingga anak-anaknya di permukaan air.

Sehingga tidak heran jika hewan cantik satu ini tidak bisa jauh dari air.

 

Klasifikasi Capung

Nama ilmiah Anisoptera
Lama hidup 6 bulan
Klasifikasi lebih tinggi Odonata
Tingkatan takson Subordo
Kelas Insecta
Filum Arthropoda

 

 

Ciri-ciri Capung

Capung memiliki bentuk tubuh yang unik dan cantik bahkan dari capung inilah dipercaya desain halikopter terlahir. Apa saja ciri-ciri yang dimiliki hewan dengan sayap cantik ini :

1.) Capung memiliki mata yang sangat besar bahkan hampir memenuhi kepalanya, mata ini disebut dengan istilah mata majemuk.

2.) Capung memiliki sepasang sayang yang dapat digunakan untuk terbang.

3.) Bentuk sayap capung sangat beragam ada yang transparan namun tidak sedikit juga jenis capung yang memiliki warna sayap yang solid.

4.) Capung memiliki ekor dengan bentuk panjang yang sangat tegak, pada capung jarum bentuk ekornya bahkan sangat kecil dan lebih tipis.

5.) Capung memiliki kaki sebanyak 3 pasang atau 6 buah kaki.

6.) Kepala yang dimiliki capung sangat besar hal ini digunakan untuk mengimbangi mata majemuknya yang sagat besar. Sehingga bentuk tubuh capung lebih kecil dari kepalanya.

7.) Mata majemuk yang dimiliki capung selain besar juga memiliki bentuk yang mengkilap.

8.) Warna capung sangatlah beragam dengan warna dan corak yang indah mulai dari hijau seperti tentara hingga merah menyala, bahkan ada capung berwarna kuning.

 

Baca Juga :  Fungsi Trakea Pada Hewan Serangga dan Manusia

Habitat Capung

Habitat dari capung ini tersebar luas mulai dari persawahan, kebun, sungai, hutan dan di dekat danau. Capung juga mudah ditemukan di pekarangan rumah yang ada di pedesaan dengan kondisi alam yang masih asri.

Capung bahkan bisa ditemukan mulai dari tepi pantai hingga di ketinggian lebih dari 3.000 m dpl loh. Namun dengan rusaknya lingkungan seperti sekarang ini, jika dulu kita bisa menemukan capung dengan mudah di halaman rumah.

Akan tetapi sekarang ini capung cukup sulit ditemukan dan mungkin hanya bisa ditemukan di wilayah yang masih belum terjamah banyak manusia.

 

Metamorfosis atau Siklus Hidup Capung

Capung mengalami daur hidup atau siklus hidup yang cukup panjang yakni hingga 6 bulan dan sebagian besar hidupnya dihabiskan di permukaan air. Sejak masih berbentuk telur, larva, nimfa hingga akhirnya menjadi capung dewasa.

Barulah capung ini akan keluar dari permukaan air dan mulai memiliki sayap untuk terbang. Tapi meski begitu, capung tidak akan terbang jauh dan hanya berada di sekitar permukaan air.

Karena ketika mereka melakukan perkawinan, capung betina kemudian akan mengeluarkan telurnya kembali di permukaan air.

Capung yang hanya mengalami empat tahap perubahan atau metamorfosa membuat hewan ini masuk ke dalam proses metamorfosa tidak sempurna.

 

Fase Daur Hidup Capung

Daur hidup capung dimulai ketika menjadi telur, lalu menjadi larva, nimfa hingga kemudian berubah menjadi capung yang cantik dengan sayap dan mampu terbang.

Berikut ini adalah fase daur hidup capung beserta dengan penjelasan dan gambarnya :

Langkah Pertama – Telur Capung

Telur capung ditutupi dengan lendir yang licin apabila disentuh. Telur capung diinkubasi dalam larva setelah dua hari hingga satu minggu. Di negara-negara dengan iklim yang sangat dingin, telur capung membutuhkan waktu lebih lama untuk menetas.

Baca Juga :  Jaringan Penyokong Pada Hewan – Penjelasan, Fungsi dan Gambar

 

Langkah Dua – Larva Capung

Begitu telur capung menetas, maka larva akan keluar dari telur dan mulai hidup di dasar air serta akan tumbuh dan berkembang di sana. Larva ini menggunakan insang internal untuk bernapas.

Meski hidup di dalam air, namun larva capung bisa dikeluarkan dari air dan masih hidup selama bebeberapa jam. Selama fase ini capung akan mulai mengganti kulit dan melepaskannya.

Hingga akhirnya mereka mengalami metamorfosis dan berubah menjadi nimfa.

 

Langkah Tiga – Nimfa Capung

Siklus hidup capung sebagian besar dihabiskan dalam bentuk nimfa (dapat bertahan hingga 4 tahun). Nimfa Capung dengan kemampuannya dapat berenang cepat dan gesit, menjadikannya hewan air yang ganas.

Nimfa capung cukup besar dibandingkan dengan nimfa serangga lainnya. Bahkan nimfa capung dapat menangkap berudu dan ikan.

Jika mangsa sulit ditemukan, nimfa capung tidak ragu untuk makan sesamanya atau kanibal. Seperti ketika menjadi larva, nimfa capung sering berganti kulit (hingga 12 kali).

 

Langkah Keempat – Capung Dewasa

Langkah terakhir dalam siklus hidup capung adalah untuk tumbuh dewasa. Setelah pertumbuhan sempurna, jika cuaca memungkinkan, nimfa muncul dari air untuk mencari batu atau tanaman untuk menyelesaikan metamorfosis mereka dan menjadi capung dewasa.

Nimfa akan mengelupaskan kulit tua dan itu akan berubah menjadi capung muda. Kulit nimfa yang ia tinggalkan disebut exuvia. Hal inilah yang membuat serangga satu ini dianggap mengalami metamorfosis tidak sempurna.

Karena berbeda dengan kupu-kupu yang menjalani fase pupa atau kepompong terlebih dahulu sebelum menginjak menjadi kupu-kupu dewasa.

Sedangkan capung tidak harus melewati fase pupa, dan berubah menjadi capung dewasa setelah fase nimfa.

Baca Juga :  Sistem Saraf – Saraf Pusat, Saraf Tepi Beserta Fungsinya

Capung dapat hidup selama 2 bulan setelah dewasa. Jika beruntung, capung dewasa dapat hidup hingga 4 bulan lamanya.

Capung dewasa, meskipun tidak seganas nimfa, namun pemangsa serangga kecil, seperti nyamuk.

Namun pada fase ini, capung dewasa menjadi mangsa bukannya predator. Musuh utama capung di alam adalah bunglon, salamander, kadal air, dan belalang.

 

Demikian pembahasan daur hidup capung yang dilengkap dengan penjelasan beserta gambar, semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan kita.

 

Artikel Terkait :