Daur Air – Proses, Gambar, Urutan, dan Tahap Tahapnya

Posted on

Kita sangat membutuhkan air, air adalah senyawa yang mendukung adanya kehidupan di alam semesta ini. Manusia, Hewan, Tumbuhan sangat lah menggantungkan hidup kepada air.

Ketersediaan air di muka bumi ini dapat trus terjaga karena adanya proses alam melalui daur air.Daur air banyak memiliki manfaat yaitu dapat mengatur suhu lingkungan dan cuaca contohnya dapat menciptakan hujan.

 

Fungsi Air

Jika berbicara mengenai fungsi air, pastinya sahabat biologi sudah tidak perlu berpikir ulang mengenai apa saja fungsi yang dimiliki oleh air ya. Tidak hanya sahabat biologi sendiri yang membutuhkan air, tapi seluruh makhluk hidup yang ada di bumi kita.

Mulai dari sahabat biologi dan saya, hewan bahkan binatang semuanya membutuhkan keberadaan air.

Apa yang terjadi jika tidak ada air? Pastinya semua makhluk hidup akan mati termasuk saya dan sahabat biologi. Jadi sepenting inikah peranan air di hidup kita? Ya, sangat penting sekali.

Air tidak hanya dibutuhkan untuk minum, tapi juga bisa digunakan sebagai komponen penting di dalam mengirimkan zat-zat. Misalnya saja seperti N, S dan P yang ada di dalam siklus biogeokimia.

Berikut ini adalah fungsi air secara lengkap :

  1. Air berfungsi sebagai pelarut.
  2. Digunakan sebagai pengatur suhu pada tubuh.
  3. Dijadikan sebagai sarana untuk mengirimkan atau mentransportasikan zat yang ada pada tubuh yakni darah.
  4. Sebagai salah satu bahan baku proses fotosintesis.

 

Itulah beberapa fungsi penting yang dimiliki oleh air, namun bagi sahabat biologi dan saya, air adalah kehidupan yang tidak hanya digunakan untuk keperluan minum dan makan. Namun juga untuk segala kebutuhan yang lainnya.

Misalnya mandi, mencuci dan membersihkan semuanya membutuhkan bantuan air. Jadi bisa dibayangkan bagaimana kehidupan sahabat biologi tanpa adanya air? Yang pasti jangan hanya dipikirkan saja namun juga hindari kegiatan yang dapat merusak atau mencemari air.

 

Aktivitas yang Dapat Mempengaruhi Perubahan Daur Air

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, jika kita sebagai manusia harus senantiasa menjaga lingkungan termasuk ketersediaan air. Sahabat biologi pastinya sudah tahu jika air yang ada di bumi ini hanya bertukar posisi. Sejak dahulu hingga sekarang.

Jadi kita harus saling bahu membahu menjaga lingkungan dan air agar tidak tercemar dan dapat digunakan dalam waktu yang lama.

Dan berikut ini adalah aktivitas yang bisa berpengaruh dalam perubahan daur air sehingga harus kita hindari

Penebangan Hutan

Menebang hutan secara brutal bisa dibilang merupakan perbuatan yang sangat merugikan. Bukan hanya dapat berpengaruh pada proses daur air namun nyatanya penebangan hutan dapat berdampak buruk terhadap lingkungan.

Penebangan hutan secara liar tanpa terkendali pastinya dapat mempengaruhi ekosistem hutan. Pohon-pohon berkurang yamg dapat mengakibatkan penyerapan karbondioksida atau CO2 menjadi berkurang. Hal ini akan membuat CO2 menjadi menumpuk pada permukan atmosfer.

Hal ini akan membuat CO2 menjebak panas matahari yang masuk ke bumi. Sehingga membuat bumi memiliki temperatur yang tinggi. Kejadian ini sendiri biasa disebut dengan pemanasan global. Pastinya kejadian ini dapat berpengaruh terhadap siklus air. Terutama pada proses kondensasi dan evaporasi.

Karena suhu bumi yang memanas dapat menpercepat proses evaporasi namun memperlambat proses kondensasi.

Penebangan hutan liar juga dapat membuat pohon berkurang hingga air tidak dapat terserap. Hal ini mampu menyebabkan berbagai macam bencana alam. Mulai dari banjir hingga erosi. Jadi masih mau menebang pohon secara sembarangan?

Baca Juga :  Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbarui

Jika pun ingin menebang pohon, pilihlah pohon yang sudah siap untuk ditebang dan digunakan. Lalu jangan lupa untuk menanam kembali lahan agar tidak gundul. Dengan begitu pohon pohon baru akan tumbuh dan bisa menghindari erosi, banjir mau pun mengganggu proses daur air.

Selain itu kita juga memiliki pasokan kayu baru yang didapat dari pohon yang sahabat biologi tanam kembali.

 

Kebakaran Hutan

Pemanasan global juga dapat menyebabkan bencana lain seperti kebakaran hutan. Memang kebakaran hutan dapat terjadi secara alami. Namun hal ini juga terjadi akibat temperatur suhu yang naik secara meningkat.

Sehingga membuat hutan menjadi kering dan mudah terbakar. Jika sudah begini, kebakaran hutan bukan hanya dapat berpengaruh pada proses daur air. Namun juga dapat berpengaruh pada kehidulan makhluk yang ada di dalam hutan. Atau mengganggu ekosistem hutan.

Banyak makhluk yang bisa mati diakibatkan oleh kebakaran hutan, baik hewan mau pun tumbuhan. Dan hal ini pun bisa berdampak pula pada keberlangsungan hidup sahabat biologi dan saya.

Sebab manusia sangat bergantung pada hewan dan tumbuhan yang bisa dijadikan sebagai bahan makanan utama untuk bertahan hidup. Jadi menjaga lingkungan hutan tidak hanya baik untuk menjaga proses daur ulang namun juga keberlangsungan hidup semua makhluk yang ada di bumi.

 

Pembangunan

Tidak bisa dipungkiri pembangunan sekarang ini semakin pesat dan semakin menggila. Padahal penebangan pohon yang dilakukan lalu diubah menjadi jalan beraspal atau jalan-jalan bersemen justru membuat air tidak bisa masuk ke tanah. Sehingga proses daur air pun dapat terhambat karena hal ini.

Proses infiltrasi pada saat terjadinya presipitasi akan menjadi terhambat. Hal ini pun akan membuat air tanah menjadi lebih langka. Sebab proses infiltrasi yang terhambat akan membuat laju runoff menjadi semakin meningkat.

Maka air akan cenderung terbuang ke perairan dan tidak terserap ke tanah. Itulah kenapa di daerah perkotaan memiliki air tanah yang langka. Sehingga pemerintah daerah terpaksa mencari alternatif air lain.

Dan membuat air menjadi barang mahal sebab tidak bisa didapatkan dengan mudah dan harus membeli. Berbeda dengan daerah perkampungan yang tidak banyak memiliki jalan beraspal. Air bersih bisa dengan mudah ditemukan, cukup dengan membuat sumur.

 

Pembuatan Saluran Irigasi

Saluran irigasi sebenarnya dibuat di daerah yang dekat dengan sungai atau di daerah yang memiliki sumber air yang banyak. Lalu dibuatlah saluran irigasi yang dimaksudkan untuk mengairi lahan pertanian. Meski hal ini dianggap cukup bermanfaat sebab memudahkan para petani.

Namun siapa sangka jika hal ini juga memberikan pengaruh yang cukup besar pada siklus daur air. Sebab keberadaan saluran irigasi justru dapat membuat laju runoff menjadi berkurang. Tapi justru dapat membuat lahu infiltrasi menjadi meningkat secara signifikan.

Permasalahan ini terjadi dikarenakan air teralihkan ke lahan pertanian yang mana biasanya lokasinya cukup jauh. Hal ini pun akan membuat air menjadi sangat sulit untuk diserap oleh tanaman.

Atau pun diserap oleh pohon serta lahan yang ada di sekitar daerah pembangunan irigasi tersebut.

 

Penggunaan Air yang Boros

Tentu saja penggunaan air yang berlebihan atau boros dapat membuat siklus daur air terganggu. Oleh sebab itu ada baiknya jika kamu berusaha untuk lebih hemat dalam menggunakan air.

Hanya gunakan air untuk kegiatan penting dan jangan membuang-buang air. Sahabat biologi tahu dong, jika di beberapa daerah keberadaan air cukup langka loh. Sehingga terkadang air menjadi mahal.

Baca Juga :  Bentuk Muka Bumi - Penjelasan Terlengkapnya

Hal ini biasanya terjadi karena siklus daur air yang terganggu, jadi jika kamu terus mengulangi kebiasaan buruk seperti boros dalam penggunaan air. Maka mungkin saja suatu hari air di daerah sahabat biologi tinggal menjadi langka dan mahal.

 

Gambar Urutan Daur Air

Tahapan Daur Air

 

Cobalah simak gambar urutan daur air yang ada di atas. Lalu sahabat biologi bisa menyimak penjelasannya di bawah ini :

Pertama air akan melalui prose evaporasi atau penguapan atau bisa juga disebut transpirasi. Proses ini terjadi ketika air yang berada di lautan, di sungai mau pun air yang juga ada di darat menguap ke udara. Lalu menuju ke atmosfer dan kemudian akan berubah menjadi awan.

Jika uap air sudah penuh maka awan akan berubah menjadi bintik-bitik yang akan mengeluarkan air. Jika berada di suhu normal maka air akan turun menjadi hujan. Sedangkan turun di daerah yang udaranya dingin maka air akan berubah menjadi hujan salju atau es.

Pada dunia meteorology presipitasi biasa disebut dengan satu kelas pada hydrometeor. Fenomena ini menghasilkan atmosferik yang merupakan kondensasi uap air yang ada pada atmosfer.

Fenomena ini biasanya terjadi ketika air menjadi jenuh atau terkondensasi. Serta keluar dari larutannya.

Sementara itu kondensasi atau yang juga disebut dengan proses pengembunan merupakan sebuah perubahan ke wujud yang lebih padat. Misalnya saja uap yang berubah menjadi cairan.

Proses ini sendiri akan terjadi pada saat uap yang menjadi dingin dan berubah menjadi cairan dengan menggunakan proses kompresi. Maka cairan tersebut akan menjadi uap yang akhirnya dinamakan sebagai kondensat.

Air laut yang mengalami proses pemanasan dari sinar matahari adalah salah satu kunci sukses dari siklus daur air atau hidrologi. Karena siklus ini akan terjadi terus menerus dan terus berulang.

Yang mana air akan bisa berevaporasi lalu akan jatuh serta berpresipitasi menjadi berbagai macam bentuk. Mulai dari : hujan, salju, kabut hingga gerimis.

 

Proses urutan dan tahap tahap daur air

1.) Evaporasi

Proses ini adalah proses penguapan air yang ada di permukaan bumi karena adanya energi panas yang berasal dari sinar matahari. Air yang ada di lautan, danau, sungai, hingga air yang ada di dalam tanah akan berubah menjadi uap air.

Kemudian naik keatas lapisan atmosfer. Semakin besar energi panas matahari yang sampai ke permukaan bumi maka laju eveporasi juga akan semakin besar.

evaporasi

 

2.) Transpirasi

Penguapan di dalam siklus daur air yang ada di permukaan bumi tidak hanya berasal dari sumber air secara langsung saja loh. Akan tatapi juga ada yang berasal dari jaringan tumbuhan loh. Proses ini pun adalah proses yang bisa sahabat biologi sebut sebagai transpirasi.

Proses ini sendiri terjadi ketika akar dari tanaman yang menyerap ke dalam air. Untuk kemudian mendorongkan menuju ke daun yang dapat digunakan untuk melakukan proses fotosinstesi.

Lalu tanaman pun akan mengeluarkan air sebagai uap air lewat stomatanya.

 

Transpirasi

 

3.) Sublimasi

Proses berikutnya yang juga wajib sahabat biologi ketahui adalah sublimasi. Siklus ini sendiri merupakan sebuah proses yang mana akan membuat es berubah menjadi uap air. Meskipun tanpa melalui fase pencairan. Lapisan es yang ada pada kutub selatan dan kutub utaralah yang menjadi sumber air utama pada proses ini.

Proses ini sendiri terbilang merupakan suatu siklus yang prosesnya berjalan cukup lambat. Jika dibandingkan dengan proses penguapan.

 

sublimasi

 

4.) Kondensasi

Proses ini adalah sebuah proses yang terjadi ketika air naik dan menguap lalu menuju ke lapisan atas atmosfer bumi kita. Lalu ketika sudah mencapai ketinggian tertentu. Uap air pun akan mulai berubah bentuk menjadi partikel partikel kecil berupa es. Hal ini terjadi karena suhu di sekitar daerah tersebut yang rendah.

Baca Juga :  Rotasi Bumi – Pengertian, Penyebab dan Akibatnya

Dari partikel es yang saling berkedekatan antara satu dengan yang lainnya ini kemudian akan menjadi satu. Dan dari sinilah mulai terbentuk awan beserta dengan kabut yang ada di langit.

 

kondensasi

 

5.) Pengendapan atau Presipitasi

Awan atau pun uap air yang terkondensasi ini kemudian turun ke permukaan bumi sebagai hujan. Hal ini dikarenakan sebuah pengaruh angin, pengaruh panas atau pun dikarenakan pengaruh perubahan suhu.

Apabila suhu di sekitar sangat rendah hingga mencapai 0 derajat. Maka tetesan air pun akan berubah menjadi salju saat jatuh ke bumi. Lewat salah satu proses inilah air akan masuk lagi pada lapisan litosfer bumi.

 

presipitasi

 

6.) Adveksi

Adveksi adalah sebuah proses yang merupakan perpindahan dari awan dengan cara horizontal. Biasanya dari lokasi satu ke lokasi yang lain karena adanya tenakan udara. Atau pun bisa juga diakibatkan oleh adanya angin.

 

7.) Run Off atau Limpasan

Run Off atau istilah yang lebih mudah adalah limpasan ini merupakan sebuah prose yang terjadi pada saat air hujan mengalir ke sungai, danau, samudera hingga pada saluran air yang lain.

Proses ini ditandai dengan perpindahan dari air. Air sendiri biasanya akan bergerak dari tempat yang lebih tinggi menuju ke tempat yang lebih rendah. Air akan mengalir menuju ke saluran-saluran air yang ada.

Misalnya air akan masuk ke dalam got, mengalir ke sungai atau turun ke danau, hingga air mengalir menuju samudera yang luas.

Setelah melalui proses ini, maka air pun akan kembali mengalami siklus daur air, ditandai dengan penguapan air dan menuju ke lapisan udara atau hidrosfer. Dan akhirnya akan dibawa untuk turun lagi ke bumi. Dan akan begitu terus berulang-ulang.

 

8.) Infiltrasi

Infiltrasi bisa dibilang sebagai proses paling air dari siklus hidrologi atau daur ulang. Proses ini terjadi setelah air hujan, yang mana ternyata tidak semua air bisa ikut ke tahap limpasan. Biasanya air akan mengalir dan bergerak menjauh ke dalam tanah.

Nah, air inilah yang sahabat biologi sebut sebagai air infiltrasi yang mana air biasanya akan merembes ke dalam tanah paling bawah. Air inilah yang bisa sahabat biologi sebut sebagai air tanah.

Sahabat biologi bisa menyebut proses ini sebagai penyerapan air ke dalam tanah.

 

 

Nah, sekarang sahabat biologi sudah tahu kan, bagaimana proses siklus hidrologi berlangsung. Dari sini sahabat bisa mengetahui jika proses hidrologi berlangsung secara terus menerus dan akan terus terulang.

Artinya prosesnya akan berjalan dari awal hingga selesai dan jika prosesnya sudah selesai maka akan dimulai dari awal lagi. Hal ini membuat air di bumi tidak akan bertambah mau pun berkurang.

Namun air di bumi bisa tercemar atau tidak bisa digunakan lagi untuk melakukan berbagai macam aktifitas seperti untuk minum, membersihkan dan menyuburkan tanaman.

Oleh sebab itu kita tidak boleh mencemari air agar proses daur air dapat berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan. Semoga ada pelajaran yang bisa dipetik dari ulasan di atas oleh sahabat biologi semua, Wassalam….