Ciri – Ciri Akar Serabut dan Akar Tunggang

Posted on

Ciri Ciri Akar Serabut dan Akar Tunggang

Ekosistem.co.id – Pernahkah kamu melihat akar pada pohon pisang dan akar pada pohon mangga? Keduanya berbeda bukan? Untuk mengetahui apakah itu akar serabut atau akar tunggang, maka kamu harus tahu ciri-ciri akar serabut dan akar tunggang terelebih dahulu.

Akar merupakan bagian tumbuhan yang masuk ke dalam tanah dan memiliki peran untuk menyerap air dan mineral yang kemudian dibagikan dalam tumbuhan. Seperti yang kita tahu bahwa ada dua jenis akar, yaitu akar serabut dan akar tunggang. Keduanya memiliki perbedaan dan ciri masing-masing.

Akar Serabut

Akar serabut merupakan akar yang keluar dari bagian pangkal batang bentuknya seperti serabut dan tidak mengalami perkembangan (pembesaran). Akar ini seperti benang dan menyebar ke dalam tanah. Adapun ciri-ciri akar serabut adalah sebagai berikut:

  1. Berbentuk mirip seperti serabut
  2. Ukuran akar serabut terbilang relatif kecil dan hampir semuanya memiliki ukuran yang sama
  3. Tempat tumbuh akar serabut berada di pangkal batang
  4. Tempat tumbuhnya tidak begitu dalam menancap ke tanah
  5. Memiliki akar yang bercabang-cabang atau tidak beraturan
  6. Sistem perakaran serabut terbilang lemah, sehingga pohon dengan akar serabut pohonya mudah tumbang jika ditiup angin kencang.

Berdasarkan ciri-ciri tersebut akar serabut bisa digolongkan kedalam beberapa jenis lagi sesuai dengan bentuk karakter dan fisiknya:

  1. Akar tombak (fusi form) batang akarnya berbentuk melebar dibagian pangkal dan ujung akarnya meruncing tajam disertai serabut. Akar serabut jenis ini berfungsi sebagai tempat cadangan makanan.
  2. Akar gasing (napi form) bentuk pangkal batang akarnya membesar dan melebar berbentuk bulat seperti telur, akar serabutnya meruncing ke bawah. Fungsi akar serabut jenis ini juga sama yaitu sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.
  3. Serabut akar, berbentuk gerombolan akar yang berada pada bonggol tumbuhan yang besar. Fungsi akar serabut jenis ini sebagai penopang dan pondasi berdirinya batang tumbuhan, sebagai penyerap air dan mineral serta mampu mencegah erosi pada tanah.
Baca Juga :  Echinodermata –Habitat, Struktur, Klasifikasi Beserta Dengan Manfaatnya

Umumnya akar serabut hanya dimiliki oleh tumbuhan yang berkeping satu (monokotil). Di Indonesia sendiri mudah ditemui tumbuhan yang berakar seraput, seperti padi (oryza sativa), kelapa (cocos nucifera), pisang (musa paradisiaca), rumput (poa annua), tebu (saccharum officinale), pepaya (carica papaya), salak (salacca edulis), jagung (zea mays), pohon pinang (areca catechu) dan anggrek (orcidaceae).

Akar Tunggang

Akar tunggang merupakan akar tanaman yang berupa akar pokok (primer) yang berasal dari biji. Ciri-ciri akar serabut dan akar tunggang memiliki perbedaan, dari pertumbuhannya saja akar tunggang tumbuh melewati dua fase, yaitu fase pertumbuhan primer dan fase pertumbuhan sekunder. Lebih lanjut ciri-ciri akar tunggang sebagai berikut:

  1. Akarnya kuat dan mampu menopang berdirinya tanaman sehingga kokoh meski diterjang angin kencang
  2. Tidak mempunyai tudung akar
  3. Akar dan batangnya memiliki kambium
  4. Batangnya bercabang-cabag dan beruas-ruas
  5. Mempunyai akar primer atau akar pokok

Akar tunggang hanya terdapat pada tumbuhan yang berkeping dua (dikotil). Di Indonesia tanaman dengan akar tunggang bisa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, seperti mangga, jeruk, melinjo, rambutan, belimbing dan jambu.

Perbedaan Akar Serabut dan Akar Tunggang

Terdapat perbedaan antara akar serabut dan akar tunggang yang cukup signifikan. Adapun perbedaan antara akar serabut dan akar tunggang adalah sebagai berikut:

  1. Jumlah lengan

Akar serabut (monokotil) mempunyai jumlah lengan proto xilem lebih dari 13 buah sedangkan akar tunggang (dikotil) jumlah lengan proto xilemnya terbatas hanya sekitar 2 sampai 6 buah saja.

  1. Kandungan kambium

Pada akar serabut (monokotil) tidak mempunyai kambium sedangkan pada akar tunggang terdapat jumlah kambium yang sangat banyak (dikotil).

  1. Empulur (pusat akar)

Pada akar serabut (monokotil) memiliki empulur sedangkan akar tunggang (dikotil) tidak memiliki empulur.

  1. Letak xilem

Letak xilem pada akar serabut (monokotil) tersusun rapih dengan floem dan berbentuk menyilang sedangkan pada akar tunggang (dikotil) letak xilem berada dalam floem.

Baca Juga :  Organel Sel Hewan – Bagian, Model, Beserta Gambar

Dari penjelasan ciri-ciri akar serabut dan akar tunggang di atas maka jelas keduanya memiliki perbedaan. Selain itu baik akar serabut dan akar tunggang sama-sama memiliki peran penting bagi hidupnya tumbuhan.

Artikel Lainnya :

Bagian Bagian Daun – Pengertian, Struktur, Fungsi, dan Gambarnya

Metabolisme Protein – Pengertian Dan Proses Terjadinya Pada Tubuh

Alat Pernapasan Manusia – Penjelasan Dan Fungsinya