Cara Bernafas Tumbuhan

Posted on

Cara Bernafas Tumbuhan

Ekosistem.co.id – Cara bernafas tumbuhan akan kita pelajari pada kesempatan kali ini. Cara materi ini sangatlah penting untuk ketahui agar bisa menambah ilmu pengetahuan kita.

Terutama mengenai tumbuhan dan bagaimana cara tumbuhan untuk bernafas. Tumbuhan sendiri sangat bergantung pada cahaya matahari untuk melalukan proes pernapasan atau fotosintesis. Sehingga tumbuhan hanya akan melakukan fotosintesis ketika ada cahaya matahari atau siang hari.

Tumbuhan menghirup CO2 dan mengeluarkan O2 yang sangat diperlukan oleh hewan atau manusia.

Di dalam proses fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan adalah dengan cara menyerap energi atau cahaya matahari. Lalu dengan energi yang didapat dari cahaya atau matahari inilah makanan akan diproduksi oleh tumbuhan dengan bantau karbondioksida yang terdapat pada atmosfer.

Respirasi atau pernafasan pada tumbuhan sangatlah berbeda dengan proses pernafasan yang dilakukan pada hewan atau manusia. Pernafasan pada tumbuhan sangatlah kompleks jika dibandingkan dengan hewan atau manusia.

Sebelum mengetahui lebih jauh tentang proses pernafasan pada tumbuhan , anda harus mengetahui terlebih dahulu mengenai apa saja alat pernafasan yang digunakan pada tumbuhan?

 

Alat Pernapasan pada Tumbuhan

Berikut ini penjelasan mengenai alat pernapasan pada tumbuhan :

1.) Stomata

Stomata merupakan alat pernapasan pada tumbuhan yang memiliki fungsi sebagai tempat pertukaran gas oksigen (O2) menjadi gas karbondioksida (CO2).

Stomata memiliki celah celah kecil yang fungsinya untuk mengatur buka dan tutupnya pada suatu tumbuhan, Karena memiliki kandungan ion kalium dan air di dalamnya.

Stomata akan membuka ketika terkena cahaya sinar matahari yang cukup dan menutup sendiri jika tidak ada cahaya matahari.

 

2.) Lentisel

Lentisel merupakansuatu lubang lubang yang biasanya terdapat pada batang akibat pengelupasan dari cambium gabus, parenkim gabus, dan lapisan gabus untuk menggantikan epidermis yang berfungsi sebagai pelindung batang pada tumbuhan tersebut. Lentisel terdapat pada tumbuhan dkotil, monokotil, dan tumbuhan berbiji terbuka.

Baca Juga :  Coelenterata - Pengertian, Striktur Tubuh, Reproduksi, Manfaat, Gambarnya

 

3.) Rambut Akar

Alat pernafasan yang ketiga adalah rambut akar. Rambut akar berfungsi untuk menghisap air dan zat hara dari dalam tanah, kemudian disalurkan kepada tumbuhan lain. Rambut akar mengambil oksigen yang ada di pori-pori tanah.

 

 

Alat Pernafasan Khusus pada Tumbuhan

Pada beberapa jenis tumbuhan, ada yang memiliki alat pernafasan khusus Karena untuk menyesuaikan atau beradaptasi pada lingkungannya.

Berikut ini alat pernafasan khusus pada tumbuhan :

1.) Akar gantung yaitu akar yang tumbuh dari batang yang kemudian menjulur ke tanah. Akar gantung ini menjulur ke tanah untuk menyerap uap air dan gas udara. Contoh tumbuhan beringin dan anggrek.

2.) Akar nafas, yaitu akarnya muncul ke permukaan tanah dan memperoleh oksiden dan juga dapat mengeluarkan karbondioksida. Contoh: tanaman bakai.

3.) Rongga udara, yaitu tumbuhan yang memanfaatkan batangnya untuk memperoleh oksigen. Contohnya: enceng gondok dan kangkung.

 

 

Proses Pernapasan dan Cara Bernafas Tumbuhan

Jika berdasarkan pada oksigen maka proses pernapasan pada tumbuhan di bagi ke dalam dua jenis. Berikut penjelasan lengkapnya :

Proses Pernapasan Aerob

Proses pernapasan ini membutuhkan oksigen sebagai pemecag gkukosa yang akan diubah menjadi energi dan karbondioksida. Reaksi proses pernapasan aerob dapat dituliskan secara sederhana menggunakan rumus berikut :

C6H12O6 + 6O2 ->> 6H2O + 6CO2 + 36ATP

 

Glukosa dipecah dengan bantuan oksigen dengan proses yang tidak mudah, berikut ini penjelasannya :

1.) Glikolisis

Proses ini digunakan untuk mengurangi gula dengan merombak glukoa menjadi asam piruvat di dalam sitosol yang nantinya akan diproses kembali dalam tahap berikutnya.

2.) Dekarboksilasi Oksidatif

Di tahapan ini asam piruvat akan diubah mejadi Asetil koA dengan cara melepaskan CO2 yang ada di dalam sitosol.

Baca Juga :  Ekosistem Sawah - Penjelasan Berserta Rantai makannya

Asetil KoA yang sudah dihasilkan ini kemudian akan diproses lagi di dalam siklus asam sitrat. Di tahapan ini dihasilkan pula NADH dengan fungsi sebagai pengantar elektron.

3.) Siklus Krebs

Pada tahapan ini asam piruvat akan dibongkar secara aerob hingga menjadi H2O dan juga CO2 yang berlangsung pada matriks mitokrondria. Asetil KoA bersama asam sitrat akan diolah pada tahapan ini.

Sehingga menghasilkan 1 molekul ATP, 1 molekul FADH serta 2 molekul NADH.

4.) Transport Elektron

Tahapan ini terjadi di membran yang ada di dalam mitokondria dengan serangkaian eletron yang dikirim ke dalam suatu reaksi redoks. Proses ini akan dibantu oleh zat enzim sitokrom, flavoprotein hingga piridoksin.

Pada tahapan ini maka siklus transport protein pun akan menghasilkan HO2 atau disebut juga dengan uap air yang merupakan hasil dari sampingan yang berasal dari sistem pernapasan tumbuhan.

Di dalam proses pernapasan CO2 dan karbondioksida sangat dibutuhkan peranannya.

Pada tahapan ini elektron juga akan menghasilkan 34 ATP yang membuat proses aerob ini berhasil menghasilkan setidaknya 36 molekul energi yang dibutuhkan oleh tumbuhan.

 

Proses Pernapasan Anaerob

Sementara pada proses pernapasan anaerob maka oksigen tidak terlalu dibutuhkan oleh tumbuhan di dalam proses pemecahan glukosa untuk diubah menjadi energi bersama dengan karbondioksida.

Sedangkan untuk menuliskan reaksi anaerob bisa menggunakan rumus di bawah ini :

C6H12O6 ->> 2C2H5OH + 2CO2 + 2ATP

Di dalam reaksi anaerob yang secara sederhana dituliskan pada rumus di atas kita bisa melihat jika proses pernapasan anaerob tidak terlalu memerlukan peranan dari oksigen agar bisa memecah glukosa.

Sehingga hal ini membuat proses akhir dari tahapan ini hanya berupa alkohol, karbondioksida beserta dengan energi.

Baca Juga :  Perbedaan Pertumbuhan Primer dan Sekunder

 

 

Perbedaan Proses Pernapasan Aerob dan Anaerob pada Tumbuhan

Pada cara tumbuhan bernapas sendiri perbedaan yang paling mendasar dari dua proses ini adalah jumlah energi yang dihasilkan dari kedua proses ini. Proses aerob menghasilkan energi yang lebih banyak dari proses anaerob.

Sehingga dari sini kita bisa menyimpulkan jika peranan oksigen sangat dibutuhkan dalam proses pernapasan pada tumbuhan.

Perbedaan dari kedua proses pernapasan pada tumbuhan ini bisa dilihat dari jumlah energi yang dihasilkan.

Maka dari sini bisa disimpulkan jika keberadaan oksigen sangatlah penting bagi proses fotosintesis tumbuhan agar bisa memproduksi banyak energi.

 

 

Sekarang sudah tahu kan, bagaimaca cara bernafas tumbuhan lewat ulasan di atas, semoga bermanfaat dan menyenangkan ya.

 

Artikel Lainnya :

  1. Bagian Bagian Daun – Pengertian, Struktur, Fungsi, dan Gambarnya
  2. Metabolisme Protein – Pengertian Dan Proses Terjadinya Pada Tubuh
  3. Alat Pernapasan Manusia – Penjelasan Dan Fungsinya