Cacing Tanah – Ciri-Ciri, Jenis dan Cara Budidaya Terlengkap

Posted on

Cacing Tanah

Ekosistem.co.id – Cacing tanah adalah salah satu hewan yang sangat mudah kita temukan di sekitar kita. Secara umum hewan dengan tubuh memanjang ini bisa ditemukan di dalam tanah, mau pun lingkungan yang lembab.

Berternak cacing sendiri sekarang sudah jadi bahan perbincangan di dunia peternak sapi, selain sebagai sampingan, tentu ada korelasi antara berternak sapi dan cacing. Kotoran sapi menjadilahan subur untuk budidaya cacing.

Sebenarnya sudah cukup banyak jenis cacing yang umum dibudidayakan, yaitu meliputi Cacing Lumbricus Rubellus, Cacing Biru ( Perionyx ),Cacing Africa, dan Cacing Tiger ( Eisenia Fetida). Keempat cacing tersebut hampir memiliki ciri-ciri yang sama masing-masingnya.

Sebelum memutuskan untuk membudidayakan cacing, alangkah bijaknya ketahui dulu jenis-jenis cacing tanah yang bisa diternakkan.

Cacing tanah tergolong binatang tingkat rendah, karena invertebrata atau tidak mempunyai tulang belakang. Cacingtanah termasuk kelas oligochaeta, dimana famili terpenting dari kelastersebut adalah Lumbricidae dan Megascilicidae.

Cacing tanah punya potensi yang menakjubkan bagikehidupan dan kesejahteraan masyarakat jika mereka mengetahui peranannya.

Diperkirakan cacing tanah dapat menghasilkan 100.000 cacing tanah dari 100 cacing tanah dalam kurun waktu 1 tahun.

Cacing tanah sudah dianggap cukup umur bila sudah melewati 2-3 bulan yang ditandai munculnya klitelum atau gelang pada bagian depan cacing. Setelah lebih dari 7-10 hari perkawinan, cacing akan menghasilkan 1 kokon.

 

 

Baca Juga :  Penggolongan Tanaman Contoh Beserta Penjelasannya

Ciri-ciri Cacing Tanah

1.) Memiliki tubuh yang lunak dan tak mempunyai tulang belakang.

2.) Bentuk tubuhnya memanjang dengan panjang sekitar 1 mm hingga mencapai 3 m.

3.) Bentuk tubuhnya simetris bilateral.

4.) Tubuhnya bersegmen dan menyerupai dengan cincin.

5.) Memiliki segmen pada bagian luar hingga dalam tubuhnya.

6.) Pemisah segmen pada tubuh cacing disebut septa.

7.) Memiliki otot melingkar dan memanjang yang digunakan sebagai alat gerak.

8.) Tidak memiliki mata namun memiliki indra penciuman dan peraba yang sangat sensitif.

9.) Sebagian besar tubuhnya dipenuhi dengan lendir agar mudah bergerak.

10.) Tidak punya hidung karena bernapas dengan kulitnya.

11.) Pada tubuh cacing terdapat rumbut yang membantunya dapat melekat kuat pada permukaan sekitarnya dan disebut dengan seta.

 

 

Jenis-jenis Cacing

Cacing tanah sendiri memiliki atau terdiri dari beberapa jenis, dan berikut ini adalah jenis jenis cacing tanah yang biasa kita temukan di sekitar kita :

1.) Cacing Lumbricus Rubellus

Jenis cacing tanah yang pertama kita bahas adalah cacing yang mempunyai ciri-ciri panjangbadan mulai dari 7,5 mencapai 9 cm, warna tubuh yang merah kecoklatan. Cacing ini dapat bergerak lebih lambat dari cacing biasanya, berbentuk pipih, dan punya ekor yang bentuknya tumpul dan warnanya kekuningan.

2.) Cacing African Night Crawler (ANC)

Cacing ini memiliki karakteristik yang hampir sama dengan Lumbricus Rubellus, namun dengan beberapa perbedaan yakni ukuran tuuhnya yang lebih panjang. Sebab cacing ini bisa mencapai ukutam hingga 35 cm.

Warna tubuhnya merah kecoklatan dengan bentuknya yang pipih dan memiliki ekor dengan warna yang lebih pucat.

Cacing ini juga bergerak cukup lambat jika dibanding dengan jenis cacing lainnya.

3.) Cacing Perionyx Excavatus

Cacing ini memiliki panjang sekitar 20 hingga 25 cm namun meski tubuhnya cukup besar namun cacing ini bisa bergerak dengan sangat lincah. Warna dari cacing ini adalah merah dengan coklat kebiruan.

Baca Juga :  Siklus Batuan – Penjelasan, Contoh, Lengkap Dengan Gambar

4.) Cacing Tiger (Eisenia Fetida)

Cacing ini memiliki karakteristik tubuh dan ukuran panjang dengan maksimal hingg 10 cm. Tubuhnya memiliki bentuk ekor tumpul dengan warna kuning.

 

 

Cara Budidaya Cacing Tanah

Cacing tanah juga bisa dibudidayakan sebagai pakan ternak yang biasa dilakukan di Tiongkok. Karena cacing ini dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan obat tradisional.

Perancis juga Italia menggunakan cacing tanah sebagai bahan baku pembuatan kosmetik yang dipercaya mampu melembutkan dan juga menghasulkan kulit.

Beberapa negara di Eropa juga biasa menggunakan cacing tanah sebagai bahan baku untuk membuat pemanis buatan dan minuman dan makanan. Hal ini juga berlaku di negara Jepang.

Sedangkan di Indonesia sendiri cacing tanah digunakan sebagai bahan obat-obatan seperti di Tiongkok.

Untuk membudidayakan cacing, kita bisa melakukan berbagai macam persiapan mulai dari sarana dan peralannya. Berikut ini adalah cara membudidayakan cacing tanah :

1.) Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan membuat sangkar dengan bahan baku bambu, rumbia, ijuk, papan bekas dan genteng tanah liat.

2.) Ukuran sangkar bisa menggunakan ukuran 1,5 x 18 meter dengan tinggi sekitar 0,45 meter. Di dalam sangkar ini harus membuat bentuk rak rak dengan tingkat yang digunakan menjadi wadah bagi cacing yang akan dibudidayakan.

3.) Bahan baku yang digunakan untuk sarang adalah kotoran hewan, dedaunan dan buah buahan hingga limbah rumah tangga. Kita juga bisa menggunakan batang pisang, kertas koran, kardus atau kayu lapuk.

4.) Pembuatan sarang dilakukan dengan cara memotong semua bahan dengan bentuk memanjang berukuran 2,5 cm lalu aduk dan tambahkanlah air. Aduk kembali lalu campurkan kotoran hewan beserta dengan bahan bahan yang sudah disediakan.

Baca Juga :  Echinodermata –Habitat, Struktur, Klasifikasi Beserta Dengan Manfaatnya

5.) Campur semua bahan menjadi satu menggunakan perbandingan 70 : 30 dan tambah air secukupnya agar kondisi selalu basah.

6.) Lakukan pembibitan dan apabila selama 12 jam tidak ada cacing yang meninggalkan wadah, artinya cacing merasa cocok di habitat tersebut. Akan tetapi jika mereka keluar, maka buatlah media yang baru.

 

 

Manfaat Cacing Tanah Jika Dikonsumsi

1.) Menyembuhkan Tifus

Jika dikonsumsi, cacing tanah dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri salmonella yang mengakibatkan tifus.

2.) Obat Diare

Cacing tanah bisa digunakan sebagai bahan utama pembuatan obat tradisional untuk diare karena cacing bisa menjadi anti bakteri Shigella dan E. Coli.

3.) Melancarkan Sirkulasi Darah

Cacing tanah mengandung enzim yang dapat menghancurkan lemak jahat serta sistem sirkulasi darah. Sehingga membuat sistem peredaran darah menjadi lebih lancar.

Cacing tanah pun bisa digunakan sebagai obat stroke.

4.) Melancarkan Pencernaan

Cacing tanah mengandung protein, enzim, katalisor hingga selulosa yang bisa membantu proses pada aktivitas tubuh biologis di dalam tubuh.

Dan semua kandungan tersebut dibutuhkan dalam proses metabolisme pada tubuh kita dan memperlancar pencernaan.

 

 

Itulah penjelasan lengkap mengenai cacing tanah, jenis hingga budidaya dan manfaatnya bagi kesehatan manusia.

 

Artikel Lainnya :

  1. Minyak Bumi – Manfaat, Fraksi, Komposisi, Sejarah
  2. Fermentasi Alkohol – Pengertian, Proses, Reaksi, Faktor, dan Manfaat
  3. Pengertian Respirasi Anaerob – Skema, Tahapan, Perbedaan Dengan Aerob