Bunga Matahari – Ciri – Ciri dan Habitatnya

Posted on

Sahabat biologi pasti tidak asing dengan bunga matahari kan, bunga yang identik dengan warna kuning ini memang menjadi favorit oleh banyak orang. Mungkin sahabat biologi juga merupakan salah satu pecinta bunga ini.

Maka tepat sekali jika sahabat biologi berkunjung ke website kami, sebab kali ini kami akan membahas mengenai bunga yang menghasilkan kuaci ini.Sahabat biologi sudah tahu kan, mengapa bunga ini disebut dengan bunga matahari.

Sebab bunga ini selalu menghadap ke matahari, maka dari itu sahabat biologi mengenal bunga ini dengan nama tersebut.

Pastinya sahabat biologi juga tahu dong, jika bunga matahari menghasilkan biji yang bentuknya unik. Biji ini pun biasa sahabat biologi sebut dengan nama kuaci. Tidak hanya unik, kuaci juga bisa dikonsumsi loh sahabat biologi.

Rasanya enak dan mengandung banyak sekali kebaikan terutama bagi sahabat biologi yang sedang diet. Sebab kuaci merupakan makanan ringan yang rendah lemak, jadi sahabat biologi tidak perlu takut gemuk ketika mengkonsumsi kuaci ini.

Nah, dari sini saja sahabat biologi mulai tertarik kan, dengan bunga matahari ini dan ingin mempelajarinya. Memang bunga matahari termasuk dalam jenis tumbuhan yang unik loh. Tidak hanya bentuknya saja yang unik, bahkan perilaku dari bunga matahari sendiri juga unik.

Seperti yang sempat kami jelaskan di atas, selain bunganya yang menarik, bunga matahari pun menghasilkan biji yang penuh manfaat khususnya bagi sahabat biologi yang suka mengkonsumsi camilan tapi tidak mau gemuk.

Nah, mau tahu kan penjelasan lengkap mengenai bunga matahari ini? Langsung saja yu, sahabat biologi simak ulasannya di bawah ini :

 

Pengertian Bunga Matahari

 

 

Dalam bahasa Latin bunga matahari disebut dengan Helianthus Annuus L. Bunga ini adalah salah satu jenis bunga yang tumbuh mekar dalam satu satu sekali dan berasal dari Negara di benua Amerikan Latin seperti Meksiko, Negara Peru, Negara Amerika Serikat, dan akhirnya bunga ini menyebar luas keseluruh Dunia termasuk Indonesia.

Sehingga membuat bunga ini mempunyai nama atau sebutan yang berbeda – beda di setiap Negara seperti : Inggris disebut Sun Flower, Filiphina disebut Mirasol, Jepang disebut Himawari, China disebut Xuang Ri Kui, dan di Indonesia sendiri disebut dengan Bunga Matahari.

 

Klasifikasi Bunga Matahari

 

Kingdom : Plantae

Divisi : Magnolipyta

Kelas : Magnoliopsida

Ordo : Asterales

Famili : Astereceae

Genus : Helianthus

Spesies : Helianthus Annus L

 

Morfologi Bunga Matahari

Bunga ini memang memiliki bentuk yang unik, bahkan bunga matahari bisa mencapai tinggi 2 meter. Batang bunga matahari biasanya berbentuk bulat, tebal dan kuat dengan bulu halus di sekeliling permukaannya. Bunga matahari ini juga tumbuh tegak dan selalu membengkok ke sinar matahari.

Sedangkan biji bunga matahari yang sahabat belajar kenal dengan nama kuaci ini memiliki kulit pada bagian luar. Bentuknya memanjang dan pipih sedangkan warnanya sendiri kehitaman.

Bunga ini termasuk bunga majemuk yang mempunyai puluhan kelopak bungan besar dan bentunya seperti pita warna kuning yang tersusun dari ribuan kelopak bunga kecil.

Bunga matahari ini memiliki akar yang lebar dengan tekstur yang halus. Panjangnya bisa mencapai 4 meter dengan akar yang sangat kuat. Hingga terkadang akar dari bunga ini dapat menembus ke dalam tanah loh.

 

Ciri-Ciri Bunga Matahari

Bunga matahari memang memiliki nama dan bentuk yang sangat unik sehingga mudah untuk dikenali, bunga yang hidup di iklim tropis ini tak hanya dikenal karena keindahannya namun karena bunga ini menghasilkan biji yang bisa dikonsumsi dan menjadi makanan sehat yang bebas lemak.

Baca Juga :  Persebaran Fauna di Indonesia

Untuk lebih mengetahui mengenai bunga matahari, berikut ini adalah ciri – ciri dari bunga matahari.

1.) Batang bunga ini memiliki tinggi 3 meter bahkan hingga 4 meter panjangnya.

2.) Memiliki ciri ciri daun tunggal dan bentuknya lebar.

3.) Bunga matahari memiliki rambut kasar yang memenuhi batangnya.

4.) Batang bunga matahari bisa berdiri tegak, namun terkadang condong menuju ke sinar matahari.

5.) Terdapat ribuan kelopak kecil kecil dan tersusun secara rampi dengan cara majemuk.

6.) Menjalani sistem penyerbukan terbuka, tapi juga sewaktu-waktu melakukan penyerbukan silang dan proses tersebut dibantu serangga.

7.) Salah satu keunikan dari bunga ini adalah proses heliotropisme yakni sifat bunga ini yang selalu menghadap ke datangnya sinar matahari dan selalu mengikuti pergerakannya.

8.) Buah yang dihasilkan oleh bunga matahari bertipe buah tempurung. Atau bisa disebut dengan achene.

9.) Bunga matahari termasuk ke dalam jenis tanaman dikotil.

 

Habitat Tanaman Bunga Matahari

Pada pertumbuhannya bunga matahari ini menyukai tempat yang hangat dan tanah yang subur hingga berhumus. Karena kondisi ini merupakan kondisi yang kondusif bagi bunga ini.  Sebab di sini bunga matahari bisa mendapatkan banyak sinar matahari.

Maka bisa dibilang jika bunga matahari sangat menyukai daerah dengan iklim subtropis. Namun di Negara yang memiliki iklim tropis bunga ini juga bisa tumbuh cantik loh, asal sahabat biologi menanamnya di daerah dataran tinggi ya.

Jika di Negara yang memiliki iklim sedang, seperti daratan Eropa, bunga matahari ini tetap bisa tumbuh. Namun sesuai dengan iklim di sana, bunga ini pun hanya akan tumbuh kala musim semi saja.

Berbeda dengan di Indonesia yang bisa tumbuh kapan saja.

Baca Juga :  Bunga - Fungsi Tangkai Bunga, dan Fungsi Benang Sari, dan 10 Fungsi lainnya Dilengkapi Gambar

Jadi itulah pembahasan dari bunga matahari yang semoga bisa membuat sahabat biologi semakin mengerti mengenai bunga cantik yang satu ini. Sampai jumpa pada pembahasan berikutnya, wassalam….

Artikel Lainnya :

  1. Magnoliopsida
  2. Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan
  3. Percobaan Igenhousz