Bonsai Kelapa – Budidaya, Merawat, Jenis, dan Kelebihannya

Posted on

Bonsai memliki arti sebagi tanaman hias yang berada di pot. Dengan keunikan serta keindahannya masing-masing membuat para pecinta tanaman menggemari hobi membuat bonsai sendiri di rumah.

Dalam pembuatan bonsai kelapa, diperlukan teknik atau tips menanam bonsai agar menghasilkan tunas yang berkualitas. Selain dapat menghasilkan tunas yang berkualitas, tips dan trik ini juga dapat menumbuhkan tunas dengan cepat untuk menghasilkan bonsai kelapa. Berikut penjelasannya:

Cara Budidaya Bonsai Kelapa

1. Memilih Kualitas Bibit

  • Bibit dengan kualitas terbaik salah satunya dengan memilih kelapa yang benar-benar tua ini, dilakukan agar penumbuhan tunas lebih cepat.
  • Pilihlah kelapa yang masih berada di pohonnya, jangan memilih kelapa yang sudah terjatuh karena batok dari kelapa akan mudah pecah.
  • Pilihlah bibit yang sesuai dengan ukuran pot, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil agar dapat menyesuaikan pot.

2. Menumbuhkan Tunas Kelapa

  • Agar dapat menumbuhkan tunas dengan sangat cepat, pilihlah kualitas tanah yang baik. Yakni dapat menyerap air lebih banyak, serta dapat menyimpan air dengan waktu lama.
  • Biarkan bibit kelapa 2-3 minggu sampai tunas tumbuh.
  • Selajutnya komponen yang sangat penting dalam penumbuhan tunas agar lebih cepat adalah dengan menentukan posisi tunas, karena berpengaruh terhadap bentuk dari bonsai kelapa.
  • Jika menginginkan bonsai tunas yang batoknya dikelilingi oleh akar maka letakkanlah bonsai kelapa dengan posisi vertikal. Jika menginginkan bentuk bonsai kelapa seperti variasi Jepang, maka letaklah bonsai dengan posisi horizontal.
Baca Juga :  Pseudomonas Aeruginosa - Pengertian, Gejala, Pengaruhnya Pada Manusia

3. Membonsai Biji Kelapa

  • Jika tunas kelapa sudah tumbuh sekitar 3-5 cm maka sabut kelapa harus dikupas pada bagian belakang kelapa.
  • Potong ⅓ bagian dari kelapa
  • Sayat garis vertikal pada tunas sampai menyentuh batok
  • Lali pisahkan dan bersihkan serabut dari batok kelapa.

Cara Merawat Bonsai Kelapa

Untuk perawatan sendiri, bonsai kelapa ini tidak terlalu membutuhkan perawatan yang istimewa. Dengan begitu, cukup mudah bagi Anda yang tidak punya banyak waktu memperhatikan perawatan tanaman hias di rumah. Cara merawat pohon bonsai kelapa ini hanya dengan rajin menyiramnya satu kali dalam sehari yang dilakukan di pagi hari atau sore hari.

Selain itu pada saat menyiramnya, Anda juga harus melakukannya dengan benar agar bonsai tidak mati. Perhatikan pada saat menyiram, jangan sampai membuat air menggenang karena akan membuat pembusukan pada akar. Jika hal ini sering terjadi, maka bisa berakibat fatal yang akan membuat bonsai mati.

Selanjutnya, lihatlah apakah ada hama yang menyerang tanaman ini seperti semut dan kutu putih yang sangat mengganggu penampilan tanaman. Tentu saja hama ini harus segera dihilangkan agar tidak membuat pohon menjadi mati. Untuk menghilangkannya Anda bisa menggunakan pupuk organik sebagai pertolongan pertama.

Jenis Kelapa Yang Cocok Untuk Bonsai

Meskipun hasilnya sangat indah tapi ternyata untuk menciptakan bonsai kelapa terbaik, tak bisa menggunakan sembarangan kelapa. Hanya beberapa jenis saja yang bisa dimanfaatkan, apa saja senisnya tersebut?

1. Kelapa Genjah

Kelapa ini paling banyak dipilih sebagai bakal bonsai, alasannya karena pohonnya kategori rendah yaitu hanya maksimal tujuh meter saja. Selain itu Bentuknya juga unik dan merupakan jenis kepala yang cepat berbuah, yaitu di usia sekitar tiga tahun setelah proses tanam.

Baca Juga :  Klasifikasi Mahluk Hidup – Penjelasan Terlengkapnya

Kelapa ini memang tidak banyak dikonsumsi sebab rasanya kurang enak, makanya lebih banyak dimanfaatkan sebagai tanaman kelapa hias di rumah atau perkantoran.  Empat jenisnya paling sering dikembangkan sebagai bonsai baik itu jenis kuning, merah, coklat, atau hijau.

2. Kelapa Tidak Normal

Ciri khas bonsai adalah bentuk mininya yang artistik, dengan menggunakan kelapa tidak normal kebanyakan mampu membentuk sebuah bonsai menarik dan tidak pasaran. Beberapa jenis kelapa tak normal yang diburu pencinta bonsai adalah:

a. Albino

Sama halnya dengan manusia kelapa juga punya jenis albino, dengan ciri warna daun kebalikan kepala normal. Dimana saat muda daunnya akan berwarna hijau, semakin tua akan memutih dengan guratan coklat di pinggir daun. Inilah yang menjadi alasan orang memilihnya sebagai media bonsai kelapa, karena akan terlihat unik.

b. Bercabang

Ketidaknormalan kelapa ini sudah terlihat saat bibit kelapa tumbuh, dimana daun akan tumbuh bercabang. Bentuk cabangnya ada yang seperti huruf V atau Y, ini mempermudah pencinta bonsai untuk mengembangkan kelapa menjadi bonsai unik. Karena tak butuh penataan maksimal, dia sudah memiliki bentuk yang khas.

c. Kembar

Sama halnya dengan cabang, kelapa kembar terlihat beda karena memiliki tunas lebih dari satu. Disitulah letak daya pikatnya bagi pecinta bonsai, mereka bisa mengembangbiakkan kelapa unik ini menjadi tanaman dengan nilai artistik tinggi.

Kelebihan Bonsai Kelapa

Bonsai jenis ini punya kelebihan yang menjadikannya banyak dilirik dan dikembangkan, antara lain adalah:

  • Kualitas dari bonsai akan lebih bagus karena sudah terbentuk alami, dengan keunikannya masing-masing. Contohnya bentuk kulit buah kelapa yang semakin tu, akan semakin eksotis tanpa perlu perawatan tertentu.
  • Ketahanan terhadap kondisi lingkungan bonsai akan lebih tinggi, sebab kelapa punya kemampuan bertahan di kondisi tandus, kurang air, dan gersang.
  • Untuk membudidayakan bonsai juga lebih mudah, dimana anakannya akan memiliki kondisi sama dengan induk yang sudah dimodifikasi menjadi pohon bonsai.
Baca Juga :  Mata - Bagian - Bagianya, Beserta Fungsi Masing - Masing

Kekurangan Bonsai Kelapa

Selain banyak kelebihannya bonsai dari bibit kelapa juga punya kekurangan, yang harus diperhitungkan ketika ingin mengembangkannya sebagai bonsai yaitu:

1. Mudah Mati

Salah memperlakukan bibit kelapa yang akan dijadikan bonsai, bisa menyebabkan bibit tersebut cepat mati. Tapi ini jarang terjadi karena kebanyakan pecinta bonsai, sudah paham cara merawatnya hingga tumbuh jadi bonsai sempurna.

2. Mudah Kena Penyakit Atau Hama

Jika kurang nutrisi maka bonsai ini juga bisa terkena hama dan penyakit, apalagi kalau tidak dirawat secara maksimal. Biasanya penyakit yang timbul berupa, bercak pada daun atau bagian batangnya.

3. Proses Berbuah Lebih Lama

Boleh dibilang bonsai yang satu ini akan sangat sulit berbuah, karena pembudidayaannya hanya untuk ukuran mini. Tapi kalaupun berharap untuk mendapatkan produk buahnya, butuh waktu lebih lama daripada umur berbuahnya pada kondisi normal.

Memilih bonsai kelapa untuk dibudidayakan memang menyenangkan, selain cara membuat yang mudah juga cara merawatnya yang tak perlu membuat repot. Sekarang tinggal cari bibit yang akan dijadikan bonsai, siapkan alat bahannya dan mulailah berkreasi untuk menghasilkan bonsai terbaik buatan sendiri!

Artikel Pilihan :

Sponsor :