Bioteknologi Konvensional – Manfaat, Pengertian, contoh, dan Perbedaannya Dengan Bioteknologi Modern

Posted on

Bioteknologi Konvensional

Ekosistem.co.id – Bioteknologi konvensional merupakan rekayasa bioteknologi yang masih dilakukan secara sederhana. Dan merupakan salah satu dari beberapa jenis bioteknologi yang sudah digunakan oleh manusia sejak ratusan tahun lalu.

 

Pengertian Bioteknologi Konvensional

Bioteknologi konvensional tidak lain adalah rekasayasa dalam proses bioteknologi yang masih tradisional. Dalam hal ini proses tersebut memanfaatkan mikroba dan agen biologis lainnya untuk pemenuhan berbagai kebutuhan manusia.

Saat ini bioteknologi jenis ini masih digunakan untuk beberapa aspek. Namun, banyak juga yang sudah di gantikan dengan yang modern.

 

Ciri-ciri Bioteknologi Konvensionl

Adapun beberapa hal yang membedakan bioteknologi konvensional dengan bioteknologi modern adalah dari ciri-cirinya, berikut ini adalah ciri-ciri bioteknologi konvensional :

1.) Sudah lama digunakan dan dikenal sejak peradaban manusia.

2.) Membuat produk dari organisme dan mikroorganisme secara langsung dalam bentuk senyawa kimia dan bahan makanan.

3.) Menggunakan peralatan yang lebih sederhana.

4.) Menggunakan mikroorganisme yang lebih terbatas.

5.) Hasil produksi lebih sedikit.

6.) Hasil kurang steril dan tidak bisa dijamin kualitasnya.

 

Manfaat Bioteknologi Konvensional

Bioteknologi konvensional sudah lama digunakan oleh manusia dengan berbagai macam manfaatnya, di antaranya adalah :

1.) Meningkatkan kandungan nutrisi dari hasil produk dalam bentuk minuman dan makanan dengan cara mengubah zat di bahan tersebut.

2.) Menciptakan sumber makanan baru, seperti yoghurt dan nata de coco.

3.) Membuat makanan lebih tahan lama.

4.) Meningkatkan pendapatan dan harga jual produk.

5.) Meningkatkan ekonomi masyarakat dengan menjual produk menjadi lebih mahal dan berdaya jual tinggi.

 

Penerapan Bioteknologi Konvensional di Berbagai Bidang

Bioteknologi konvensional banyak diterapkan dalam berbagai bidang, di antaranya adalah :

1.) Bidang Pengolahan Makanan

Salah satu penerapan bioteknologi konvensional bisa dilihat dalam bidang pengolahan makanan. Manusia sudah sejak dulu menggunakan ragi dan beberapa makhluk mikroskopis untuk membuat makanan dan minuman.

Baca Juga :  Ribosom - Pengertian, Struktur, Fungsi, dan Gambarnya

Seperti keju, yoghurt, tempe tahu hingga anggur. Fermentasi merupakan salah satu proses pengolahan makanan dan minuman dengan menggunakan bioteknologi konvensional.

 

2.) Bidang Pertanian

Dengan adanya bioteknologi konvensional manusia bisa mendapatkan bibit unggul untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas panen. Hal ini memungkinkan petani bisa memanem hasil hasil pertanian dalam waktu lebih cepat, jumlah yang lebih banyak dan kualitas yang lebih baik.

Teknik hidroponik dan aerokultur merupakan salah satu contoh penggunaan bioteknologi konvensional dalam bidang pertanian.

 

3.) Bidang Peternakan

Bioteknologi konvensional yang diterapkan pada bidang peternakan dapat digunakan untuk mendapatkan benih yang lebih berkualitas dan meningkatkan produksi hewan.

Beberapa contoh bioteknologi konvensional dalam bidang peternakan adalah :

1.) Inseminasi Buatan merupakan teknik yang dilakukan dengan cara membawa sperma sapi jantan pada alat kelamin betina dengan cara mencairkan sperma sapi jantan dengan kualitas terbaik menggunakan alat yang disebut inseminasi.

2.) Fertilisasi In Vitro merupakan teknik penggandaan hewan ternak dengan jumlah yang lebih tinggi. Cara ini biasanya diterapkan ke hewan yang lebih kecil seperti ayam dan bebek.

 

4.) Pemberdayaan Lingkungan

Bioteknologi konvensional juga memiliki peran penting dalam pemberdayaan lingkungan dengan cara mengolah limbah. Dengan cara mengurai bahan yang ada di dalam air limbah menjadi tanah subur.

Caranya adalah dengan mengolah air limbah dengan bantuan mikroorganisme dan lumpur aktif. Pemberdayaan lingkungan bisa menggunakan beberapa metode di antaranya :

dalam beberapa metode :

– Pengolahan fisik.

– Perawatan kimia

– Pengolahan biologis

 

Contoh Bioteknologi Konvensional

Sudah lama manusia menggunakan bioteknologi konvensional dalam kehidupan sehari-hari, dan berikut ini adalah contohnya :

1.) Pembuatan Yogurt

Yoghurt tidak hanya dikenal sehat dan enak namun minuman yang berasal dari proses fermentasi pada bahan utama susu dan bakteri Lactobacillus substilis serta Lactobacillus bulgaricus. Kedua bakteri ini akan memecah protein yang ada di susu sehingga menjadi asam laknat.

Baca Juga :  Bioteknologi – Pengertian, Jenis, Contoh dan Manfaat

 

2.) Tempe dan Oncom

Makanan khas Indonesia ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan dibuat dari kedelai dengan bantuan ragi yang merupakan bentuk dari jamur Rhizopus sp. Jamur ini mampu mengubah kompleks protein pada kedelai agar sulit dicerna dan berubah menjadi protein sederhana atau asam amino.

 

3.) Keju

Keju merupakan bahan makanan yang berasal dari bakteri asam laktat seperti Lactobacillus dan Streptococcus yang berfungsi dalam proses fermentasi. Di mana bakteri tersebut mengubah susu sebagai bahan utama keju menjadi asam laktat.

Dengan cara dipanaskan ke suhu 90° C atau menggunakan mempastir dan mendinginkannya di suhu 30 ° C.

 

 

Kelebihan Bioteknologi Konvensional

Bioteknologi konvensional memiliki banyak sekali kelebihan, di antaranya adalah :

1.) Lebih sederhana untuk diterapkan.

2.) Dapat menciptakan sumber makanan baru.

3.) Meningkatkan daya jual sebuah produk sehingga meningkatkan ekonomi masyarakat.

4.) Sistemnya sudah mapan sehingga memberikan efek jangka panjang.

 

Kekurangan Bioteknologi Konvensional

Namun meski memiliki banyak kelebihan, faktanya bioteknologi konvensional masih memiliki kekurangan, seperti :

1.) Sulit mengatasi masalah ketidakcocokan genetik.

2.) Peningkatan sifat genetik tidak terjadi secara langsung.

3.) Hasilnya tidak mudah diprediksi.

4.) Membutuhkan waktu lebih lama untuk produksi varietas.

5.) Memiliki banyak hambatan seperti hama pada bidang pertanian.

 

 

Perbedaan Bioteknologi Konvensional dan Modern

Kedua bioteknlogi ini tidak hanya memiliki perbedaan dari segi nama namun juga memiliki beberapa perbedaan yang wajib sahabat biologi ketahui. Berikut ini perbedaannya :

Bioteknologi Konvensional Bioteknologi Modern
Sudah dikenal sejak peradaban manusia ada Berkembang sejak DNA ditemukan
Hasil yang diproduksi oleh organisme atau mikroorganisme tertentu bisa langsung digunakan Mikroorganisme dan organism digunakan untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja genetik organism yang berguna bagi manusia
Peralatan yang digunakan masih sederhana Peralatan yang digunakan jauh lebih modern
Mikroorganisme yang digunakan lebih terbatas Memanfaatkan mikroorganisme dengan teknologi yang lebih modern
Baca Juga :  Fungsi Mikrofilamen – Penjelasan Lengkap Dengan Gambar

 

 

Bagi yang suka makan tempe atau mengkonsumsi yoghurt pastinya sudah tau manfaat dari bioteknologi konvensional ini yak an. Temukan ulasan lebih bermanfaat lainnya hanya Ekosistem.co.id.

 

Baca juga artikel kami lainnya :