Apa Yang Dimaksud Dengan Daur Air, Pengertian, Proses dan Gambar

Posted on

Apa Yang Dimaksud Dengan Daur Air, Pengertian, Proses dan Gambar

Ekosistem.co.id – Bulan Oktober sekarang ini terasa sangat panas karena sudah hampir satu bulan tidak turun hujan. Sebagian daerah di Indonesia bahkan sudah mengalami kekeringan yang diakibatkan oleh kemarau panjang ini.

Tahukah kalian bahwa terjadinya hujan merupakan hasil dari proses daur air. Lalu gimana ya proses terjadinya daur itu sendiri? Di artikel ini saya akan sedikit mengulas mengenai daur air mulai dari pengertian hingga tahapannya.

Pengertian Daur Air

Air merupakan benda atau material terpenting yang ada di dunia ini. Tanpa adanya air manusia, hewan dan tumbuhan akan sulit untuk bertahan hidup. Tubuh manusia sendiri hampir 90 % bagian tubuhnya terdiri dari air. Bumi memiliki luas dengan 2/3 nya merupakan perairan.

Data ini sudah menunjukkan betapa pentingnya air bagi kehidupan. Walaupun banyaknya air di bumi pernahkah kita berpikir kenapa air tidak pernah habis padahal setiap harinya berjuta-juta galon air digunakan oleh manusia. Hal ini bisa terjadi karena adanya proses daur air.

Daur air merupakan sebuah siklus yang terjadi secara terus menerus dan tidak pernah berhenti selama tidak ada yang menghambat proses tersebut. Air yang terpakai dari proses daur air ini bersumber dari air yang ada di laut dan ada di darat. Molekul air yang menguap nantinya akan menyublim dan terkumpul di udara karena menurunnya suhu di langit hingga akhirnya terbentuk awan. Awan ini lah yang akan menghasilkan hujan pada kondisi tertentu.

Baca Juga :  Fungsi Bagian Ekor Dari Sperma Manusia

 

Tahapan Proses Daur Air

  1. Evaporasi

Evaporasi merupakan proses penguapan air yang ada di permukaan karena adanya panas sinar matahari. Evaporasi ini bisa terjadi di manapun baik di darat, laut, sungai, ataupun danau. Proses penguapan ini akan terus terjadi selama energi panas matahari terpancar sampai ke bumi. Molekul-molekul air yang menguap ini nantinya akan terkumpul di udara sampai pada ketinggian tertentu.

 

  1. Transpirasi

Selain melalui tahap evaporasi, penguapan air bisa terjadi melalui proses transpirasi tanaman. Bedanya adalah jika evaporasi merupakan penguapan air yang ada di permukaan, maka transpirasi merupakan proses penguapan air yang ada di dalam tubuh tanaman. Penguapan air ini terjadi karena adanya proses tekanan pada tumbuhan sehingga air dari akar dialirkan ke daun untuk digunakan sebagai bahan fotosintesis yang kemudian akan dikeluarkan melalui stomata.

 

  1. Sublimasi

Selain dua tahapan sebelumnya, penguapan air juga bisa terjadi pada daerah ber es seperti di kutub atau di pegunungan yang tinggi. Proses penguapan tersebut biasa disebut dengan sublimasi. Proses sublimasi akan lebih lambat bila dibandingkan dengan proses evaporasi karena perbedaan suhu.

 

  1. Kondensasi

Setelah proses penguapan, maka air yang telah diuapkan tadi akan naik ke udara sampai pada ketinggian tertentu kemudian partikel air ini akan berubah menjadi partikel es. Hal ini terjadi karena semakin tinggi tempat maka energi panas matahari yang dipantulkan akan semakin lemah sehingga udara akan terasa semakin dingin.

 

  1. Pengendapan

Partikel-partikel air yang telah berubah menjadi es sebelumnya di udara akan mengendap dan mengumpul menjadi satu partikel besar yang biasa kita sebut awan. Karena proses presipitasi ini partikel-partikel air tadi akan jatuh ke bumi sebagai hujan. Apabila suhu udara mencapai 0o maka akan terjadi hujan salju.

Baca Juga :  Kondensasi – Pengertian, Proses, Contoh dan Gambar

 

  1. Limpasan

Air yang terjatuh ke bumi biasanya akan mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah, proses ini dinamakan dengan limpasan. Air akan terus mengalir hingga sampai masuk ke aliran air seperti di sungai dan mengalir hingga mencapai laut.

 

  1. Infiltrasi

Tidak semua air yang jatuh ke bumi akan mengalir di permukaan. Sebagian air yang ada akan masuk terserap ke dalam tanah hingga sampai batas tertentu tanah tidak dapat menyerap molekul air hingga terjadi yang dinamakan aliran air tanah. Terjadinya aliran ini sama seperti limpasan yang akan terus mengalir dari tempat yang tinggi hingga ke tempat yang lebih rendah.

 

Begitulah tahapan yang terjadi pada proses daur air. Secara ilmiah kenapa hujan belum terjadi mungkin dikarenakan molekul air yang terkondensasi belum cukup sehingga tidak bisa terjadi hujan. Sekian untuk pembahasan daur air pada artikel ini. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, sampai bertemu kembali di artikel lainnya.

Artikel Lainnya :

  1. Gambar Aliran Energi – Di dalam Ekosistem Beserta Contohnya
  2. Proses Peredaran Darah – Urutan, Fungsi, Gambar
  3. Mekanisme Kerja Otot – Penjelasan Secara Lengkap